alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

New Normal, Bandara Ngurah Rai Bali Akan Atur Penerbangan Pesawat

MANGUPURA– Sejumlah aturan dan persyaratan akan diterapkan pihak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menghadapi era new normal atau kenormalan baru.

Sejumlah skenario itu bukan hanya diterapkan bagi penumpang atau pengguna jasa transportasi udara.

Melainkan pihak bandara juga menerapkan aturan bagi maskapai penerbangan atau pesawat.

Seperti disampaikan Communication & Legal Manager Angkara Pura I Bandara Ngurah Rai Andanina Dyah Permata Megasari.

Menurutnya, saat ini bandara telah beroperasi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Protokol kesehatan, itu yakni meliputi  optimalisasi physical distancing, pemeriksaan suhu dan dokumen perjalanan, disinfektan fasilitas dan peralatan rutin, penyediaan handsanitizer di titik-titik di dalam terminal dan pelaksanaan protokol kesehatan, serta penggunaan APD bagi setiap personel yang bertugas.

“Sambil kami terus dievaluasi apabila ada kekurangan untuk ditingkatkan, ” jelasnya dikonfirmasi, Sabtu (30/5).

Baca Juga:  Gegara Judi Online, Ricky Bobol ATM Mahasiswi, Ditangkap Polisi Saat Berupaya Kabur

Selain itu, imbuhnya, ada penyesuaian slot time dalam penerbangan pesawat.

Sebab, physical distancing tetap berjalan di terminal keberangkatan maupun kedatangan penumpang. 

 “Jadi diusahakan dalam 1 jam tidak ada 2 flight bersamaan, sehingga physical distancing di terminal baik di keberangkatan maupun kedatangan bisa berjalan optimal,” bebernya.

Selain itu, pada masa kenormalan baru di Bali, setiap calon penumpang pesawat udara wajib memenuhi persyaratan yang disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19. Kewajiban itu dikatakan Andanina selain mengacu pada Surat Edaran (SE) No 5 Tahun 2020 tentang tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019.

Juga SE Gubernur Bali nomor 10925 tahun 2020 tentang pengendalian perjalanan orang pada pintu masuk wilayah Bali dan percepatan penanganan covid-19.

Baca Juga:  Mendadak Kasus Covid Naik Drastis, Bupati Tamba Minta Genjot Vaksinasi

Yakni untuk pengelola dan pemangku kepentingan bandara pemberangkatan dan pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai  agar melaksanakan pengendalian pembatasan perjalanan orang secara ketat yakni hanya memberangkatkan atau menerima pelaku perjalanan dengan hasil uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dikeluarkan oleh  laboratorium rumah sakit pemerintah, laboratorium rumah sakit daerah, atau laboratorium lain yang dirujuk oleh GTPP  Covid-19.

Kemudian keterangan hasil negatif Covid-19 dari uji Swab valid atau memiliki masa berlaku, selama-lamanya 7 hari terhitung saat penumpang tiba pada pintu masuk wilayah Bali.

“Untuk  syarat masuk bandara kami masih mengacu ke SE Nomor 5 tahun 2020 dan SE Gubernur Bali,” tukasnya.



MANGUPURA– Sejumlah aturan dan persyaratan akan diterapkan pihak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali menghadapi era new normal atau kenormalan baru.

Sejumlah skenario itu bukan hanya diterapkan bagi penumpang atau pengguna jasa transportasi udara.

Melainkan pihak bandara juga menerapkan aturan bagi maskapai penerbangan atau pesawat.

Seperti disampaikan Communication & Legal Manager Angkara Pura I Bandara Ngurah Rai Andanina Dyah Permata Megasari.

Menurutnya, saat ini bandara telah beroperasi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Protokol kesehatan, itu yakni meliputi  optimalisasi physical distancing, pemeriksaan suhu dan dokumen perjalanan, disinfektan fasilitas dan peralatan rutin, penyediaan handsanitizer di titik-titik di dalam terminal dan pelaksanaan protokol kesehatan, serta penggunaan APD bagi setiap personel yang bertugas.

“Sambil kami terus dievaluasi apabila ada kekurangan untuk ditingkatkan, ” jelasnya dikonfirmasi, Sabtu (30/5).

Baca Juga:  Polda Bali: Selama Covid-19, Kasus Narkoba di Bali Kian Merajalela

Selain itu, imbuhnya, ada penyesuaian slot time dalam penerbangan pesawat.

Sebab, physical distancing tetap berjalan di terminal keberangkatan maupun kedatangan penumpang. 

 “Jadi diusahakan dalam 1 jam tidak ada 2 flight bersamaan, sehingga physical distancing di terminal baik di keberangkatan maupun kedatangan bisa berjalan optimal,” bebernya.

Selain itu, pada masa kenormalan baru di Bali, setiap calon penumpang pesawat udara wajib memenuhi persyaratan yang disampaikan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19. Kewajiban itu dikatakan Andanina selain mengacu pada Surat Edaran (SE) No 5 Tahun 2020 tentang tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019.

Juga SE Gubernur Bali nomor 10925 tahun 2020 tentang pengendalian perjalanan orang pada pintu masuk wilayah Bali dan percepatan penanganan covid-19.

Baca Juga:  Bupati Suwirta Kecewa Pedagang Bermobil Jualan di Terminal Galiran

Yakni untuk pengelola dan pemangku kepentingan bandara pemberangkatan dan pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai  agar melaksanakan pengendalian pembatasan perjalanan orang secara ketat yakni hanya memberangkatkan atau menerima pelaku perjalanan dengan hasil uji swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dikeluarkan oleh  laboratorium rumah sakit pemerintah, laboratorium rumah sakit daerah, atau laboratorium lain yang dirujuk oleh GTPP  Covid-19.

Kemudian keterangan hasil negatif Covid-19 dari uji Swab valid atau memiliki masa berlaku, selama-lamanya 7 hari terhitung saat penumpang tiba pada pintu masuk wilayah Bali.

“Untuk  syarat masuk bandara kami masih mengacu ke SE Nomor 5 tahun 2020 dan SE Gubernur Bali,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/