alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Pariwisata Harus Perhatikan Ekologi dan Lingkungan

MANGUPURA, radarbali,id – Semua stakeholder industri pariwisata Bali harus memperhatikan ekologi dan lingkungan. Sebab, tanpa itu semua kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata dipastikan akan terus menurun.

Itu terungkap dalam “Green Tourism International Seminar & Entrepreneurship Expo 2022” yang diselenggarakan oleh Program Magister Terapan Perencanaan Pariwisata,  Politeknik Negeri Bali. Acara tersebut berlangsung secara hybrid selama dua hari dari 30 Mei sampai 31 Mei di Gedung Widya Hall Politeknik Negeri Bali, Bukit Jimbaran.

“Topik substansial yang diusung pada seminar internasional kali ini meliputi isu bahwa bumi semakin lama semakin membutuhkan perhatian serta kepedulian dari kita,” papar Ketua Panitia Seminar I Dewa Gde Putrayadnya, Senin (30/5) dalam seminar dengan narasumber/ pembicara internasional dari Inggris, Prancis, Rumania, India, Singapura, Australia, dan banyak lagi.

Sebab, lanjut dia, jangan sampai mengejar profit segunung, ekologi dan lingkungan diabaikan. Sehingga sudah sepantasnya mengupayakan untuk menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan dan pelestarian ekologi.

“Dengan demikian, tujuan GTISee 2022 adalah pengembangan pariwisata yang berkesinambungan, menjaga kelestarian lingkungan, dan memberikan pendidikan dan motivasi khususnya generasi milenial untuk selalu berlaku green dalam berinovasi baik dalam bisnis maupun dalam hidup sehari-harinya,” tukas dia.

Seminar ini dibuka Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, serta sambutan dari Gubernur Bali I Wayan Koster, dan dihadiri oleh Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. (rba/gup)

 

Virus-free. www.avast.com

 



MANGUPURA, radarbali,id – Semua stakeholder industri pariwisata Bali harus memperhatikan ekologi dan lingkungan. Sebab, tanpa itu semua kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata dipastikan akan terus menurun.

Itu terungkap dalam “Green Tourism International Seminar & Entrepreneurship Expo 2022” yang diselenggarakan oleh Program Magister Terapan Perencanaan Pariwisata,  Politeknik Negeri Bali. Acara tersebut berlangsung secara hybrid selama dua hari dari 30 Mei sampai 31 Mei di Gedung Widya Hall Politeknik Negeri Bali, Bukit Jimbaran.

“Topik substansial yang diusung pada seminar internasional kali ini meliputi isu bahwa bumi semakin lama semakin membutuhkan perhatian serta kepedulian dari kita,” papar Ketua Panitia Seminar I Dewa Gde Putrayadnya, Senin (30/5) dalam seminar dengan narasumber/ pembicara internasional dari Inggris, Prancis, Rumania, India, Singapura, Australia, dan banyak lagi.

Sebab, lanjut dia, jangan sampai mengejar profit segunung, ekologi dan lingkungan diabaikan. Sehingga sudah sepantasnya mengupayakan untuk menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan dan pelestarian ekologi.

“Dengan demikian, tujuan GTISee 2022 adalah pengembangan pariwisata yang berkesinambungan, menjaga kelestarian lingkungan, dan memberikan pendidikan dan motivasi khususnya generasi milenial untuk selalu berlaku green dalam berinovasi baik dalam bisnis maupun dalam hidup sehari-harinya,” tukas dia.

Seminar ini dibuka Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, serta sambutan dari Gubernur Bali I Wayan Koster, dan dihadiri oleh Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno. (rba/gup)

 

Virus-free. www.avast.com

 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/