alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Erupsi Mereda, Buleleng Tetap Siapkan Titik Pengungsian

SINGARAJA – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menyiapkan titik-titik pengungsian di sejumlah wilayah meski erupsi Gunung Agung cenderung mereda.

Hal itu dilakukan, guna mengantisipasi terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Agung di lain waktu.

Meski belum ada gelombang pengungsi yang masuk ke Buleleng, namun pemerintah tetap mengantisipasi hal tersebut.

Selama ini penanganan pengungsi Gunung Agung, dilakukan oleh Satgas Penanganan Pengungsi. Hanya satgas telah bubar beberapa waktu, lantaran tak ada lagi warga yang mengungsi ke Buleleng.

“Tapi jika ada pengungsi datang lagi ke Buleleng, maka satgas akan diaktifkan kembali. Kami sudah siap menampung para pengungsi, sesuai dengan skema yang dulu,” kata Asisten Tata Pemerintahan Setda Buleleng, Made Arya Sukerta.

Baca Juga:  Konsisten Erupsi, Seharian Karangasem di Guyur Hujan Abu, Awas...

Menurut Arya, hingga kini belum ada gerakan pengungsi masuk ke Kabupaten Buleleng. Kalau toh ada warga yang mengungsi, mereka lebih banyak mengungsi di internal Kabupaten Karangasem.

Merujuk arahan Gubernur Bali Made Mangku Pastika beberapa bulan lalu, para pengungsi akan difokuskan di desa-desa aman yang ada di Kabupaten Karangasem.

Apabila ada peningkatan status, tak menutup kemungkinan para pengungsi akan datang ke Kabupaten Buleleng.

Apabila ada pengungsi yang datang, Arya menyatakan pemerintah akan mengoptimalkan fasilitas umum berupa balai masyarakat maupun wantilan yang ada di desa-desa.

Pemerintah akan mengurangi penggunaan tenda pengungsian, untuk mengurangi potensi gangguan kesehatan bagi para pengungsi.

“Waktu pengungsi masuk ke Buleleng untuk kedua kalinya itu kan tidak ada yang masuk ke posko pengungsian di Desa Les.

Baca Juga:  APBD Defisit, Bingung Cari Utangan, Duh Dewan Pantang Pangkas Hibah

Semua kami tampung di bale banjar, wantilan, balai masyarakat, bale subak, pokoknya semua fasum yang ada.

Seandainya fasum tidak menampung, baru kami arahkan ke posko. Tapi itu juga sifatnya amat sangat sementara,” imbuh Arya.

Pihaknya pun telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng dan Dinas Sosial Buleleng, mengambil langkah-langkah siaga.

Sehingga saat pengungsi menyatakan datang, maka pemerintah telah siap menempatkan para pengungsi di lokasi yang telah ditentukan. 



SINGARAJA – Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai menyiapkan titik-titik pengungsian di sejumlah wilayah meski erupsi Gunung Agung cenderung mereda.

Hal itu dilakukan, guna mengantisipasi terjadinya peningkatan aktivitas Gunung Agung di lain waktu.

Meski belum ada gelombang pengungsi yang masuk ke Buleleng, namun pemerintah tetap mengantisipasi hal tersebut.

Selama ini penanganan pengungsi Gunung Agung, dilakukan oleh Satgas Penanganan Pengungsi. Hanya satgas telah bubar beberapa waktu, lantaran tak ada lagi warga yang mengungsi ke Buleleng.

“Tapi jika ada pengungsi datang lagi ke Buleleng, maka satgas akan diaktifkan kembali. Kami sudah siap menampung para pengungsi, sesuai dengan skema yang dulu,” kata Asisten Tata Pemerintahan Setda Buleleng, Made Arya Sukerta.

Baca Juga:  Lagi, Suara Gemuruh dan Tanah Bergetar Iringi Letusan Gunung Agung

Menurut Arya, hingga kini belum ada gerakan pengungsi masuk ke Kabupaten Buleleng. Kalau toh ada warga yang mengungsi, mereka lebih banyak mengungsi di internal Kabupaten Karangasem.

Merujuk arahan Gubernur Bali Made Mangku Pastika beberapa bulan lalu, para pengungsi akan difokuskan di desa-desa aman yang ada di Kabupaten Karangasem.

Apabila ada peningkatan status, tak menutup kemungkinan para pengungsi akan datang ke Kabupaten Buleleng.

Apabila ada pengungsi yang datang, Arya menyatakan pemerintah akan mengoptimalkan fasilitas umum berupa balai masyarakat maupun wantilan yang ada di desa-desa.

Pemerintah akan mengurangi penggunaan tenda pengungsian, untuk mengurangi potensi gangguan kesehatan bagi para pengungsi.

“Waktu pengungsi masuk ke Buleleng untuk kedua kalinya itu kan tidak ada yang masuk ke posko pengungsian di Desa Les.

Baca Juga:  APBD Defisit, Bingung Cari Utangan, Duh Dewan Pantang Pangkas Hibah

Semua kami tampung di bale banjar, wantilan, balai masyarakat, bale subak, pokoknya semua fasum yang ada.

Seandainya fasum tidak menampung, baru kami arahkan ke posko. Tapi itu juga sifatnya amat sangat sementara,” imbuh Arya.

Pihaknya pun telah meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng dan Dinas Sosial Buleleng, mengambil langkah-langkah siaga.

Sehingga saat pengungsi menyatakan datang, maka pemerintah telah siap menempatkan para pengungsi di lokasi yang telah ditentukan. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/