alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Pihak Terkait Akan Investigasi Tenggelamnya Kapal KMP Yunice

DENPASAR – Pihak terkait akan melakukan investigasi terkait tenggelamnya kapal KMP Yunice di Perairan Gilimanuk, Selasa (29/6/2021) malam. Di mana hingga Rabu (30/6/2021), sudah tujuh orang penumpang kapal ditemukan tewas. Sedangkan 11 lainnya masih dalam pencarian. 

 

Kadishub Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta menerangkan, investigasi itu akan dilakukan oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya kapal penyeberangan tersebut. 

 

“Seperti apa sebenarnya kondisi muatan dan kemudian administrasi dan sebagainya. Jadi, ini situasi yang tidak mengenakkan. Dan terjadi cukup bukan sesuatu yang biasa dan dianggap sesuatu yang harus diinvestigasi untuk kemudian kita melihat seperti apa masalahnya. Kalau kita sih berpikir bagaimana caranya mencegah hal ini terjadi lagi,” katanya di Denpasar, Rabu (30/6/2021).

 

Dijelaskannya bahwa hasil dari proses investigasi itu nantinya akan dipakai juga untuk bahan evaluasi. Saat ditanya apakah memang kondisi kapalnya sudah tak layak atau berusia tua, Samsi menegaskan jika pihaknya tidak punya hak untuk mengomentari kondisi kapal.

Baca Juga:  Mulai Susun RDTR, 4 Desa di Gerokgak Masuk Kawasan Strategis Bandara

 

“Saya gak tau. Saya gak bisa komen soal kondisi kapal, tapi yang jelas kapal yang boleh berlayar itu adalah kapal yang layak operasi,” imbuhya. 

 

Dilanjutnya, bahwa tenggelamnya kapal itu tidak mengganggu aktivitas di penyeberangan di pelabuhan Gilimanuk. Saat ini masih banyak armada yang beroperasi di pelabuhan tersebut. Selain itu, peristiwa itu juga kata dia tidak berpengaruh terhadap proses distribusi logistik ke Bali maupun ke luar Bali.

 

“Armadanya banyak. Yang masih stand by juga banyak,” tandas dia. 

 

Diberitakan sebelumnya, hingga saat ini dilaporkan ada tujuh jenasah penumpang kapal KMP Yunice yang ditemukan di perairan Gilimanuk. Dimana Kapal penumpang, KMP Yunice tenggelam di Perairan Gilimanuk, Selasa (29/6/2021) malam. Kapal dengan rute Ketapang-Gilimanuk tersebut terseret arus dan mengalami kemiringan hingga terbalik. 

Baca Juga:  Dituding Kemplang Biaya Pasien Covid, Ini Respon RS Bali Med Singaraja

 

Data sementara yang diterima oleh pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) bahwa kapal itu mengangkut 57 orang. Terdiri dari 13 orang crew, 3 orang petugas kantin dan 41 orang penumpang.

  

“Sementara data korban meninggal yang diperoleh dari posko gabungan di Pelabuhan Gilimanuk, terkonfirmasi 7 orang yakni 5 perempuan dan 2 orang laki-laki selanjutnya dibawa ke Puskesmas Gilimanuk,” jelas Gede Darmada, Kepala Kantor Basarnas Bali, Rabu (30/6/2021).

  

Data yang diperoleh hingga Rabu (30/6/2021), pukul 09.00 wita, ada 31 orang penumpang terevakuasi dalam kondisi selamat. Sedangkan 11 orang penumpang masih dalam pencarian oleh petugas evakuasi. Dijelaskan Darmada, bahwa untuk data jumlah penumpang saat ini masih terus dihimpun dari berbagai sumber. Menurutnya data dan jumlah korban bisa berubah melihat perkembangan tim SAR gabungan di lokasi pencarian.


DENPASAR – Pihak terkait akan melakukan investigasi terkait tenggelamnya kapal KMP Yunice di Perairan Gilimanuk, Selasa (29/6/2021) malam. Di mana hingga Rabu (30/6/2021), sudah tujuh orang penumpang kapal ditemukan tewas. Sedangkan 11 lainnya masih dalam pencarian. 

 

Kadishub Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta menerangkan, investigasi itu akan dilakukan oleh KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi). Investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti tenggelamnya kapal penyeberangan tersebut. 

 

“Seperti apa sebenarnya kondisi muatan dan kemudian administrasi dan sebagainya. Jadi, ini situasi yang tidak mengenakkan. Dan terjadi cukup bukan sesuatu yang biasa dan dianggap sesuatu yang harus diinvestigasi untuk kemudian kita melihat seperti apa masalahnya. Kalau kita sih berpikir bagaimana caranya mencegah hal ini terjadi lagi,” katanya di Denpasar, Rabu (30/6/2021).

 

Dijelaskannya bahwa hasil dari proses investigasi itu nantinya akan dipakai juga untuk bahan evaluasi. Saat ditanya apakah memang kondisi kapalnya sudah tak layak atau berusia tua, Samsi menegaskan jika pihaknya tidak punya hak untuk mengomentari kondisi kapal.

Baca Juga:  Bruakkk! Flamboyan Tumbang Jalur Gilimanuk Terganggu

 

“Saya gak tau. Saya gak bisa komen soal kondisi kapal, tapi yang jelas kapal yang boleh berlayar itu adalah kapal yang layak operasi,” imbuhya. 

 

Dilanjutnya, bahwa tenggelamnya kapal itu tidak mengganggu aktivitas di penyeberangan di pelabuhan Gilimanuk. Saat ini masih banyak armada yang beroperasi di pelabuhan tersebut. Selain itu, peristiwa itu juga kata dia tidak berpengaruh terhadap proses distribusi logistik ke Bali maupun ke luar Bali.

 

“Armadanya banyak. Yang masih stand by juga banyak,” tandas dia. 

 

Diberitakan sebelumnya, hingga saat ini dilaporkan ada tujuh jenasah penumpang kapal KMP Yunice yang ditemukan di perairan Gilimanuk. Dimana Kapal penumpang, KMP Yunice tenggelam di Perairan Gilimanuk, Selasa (29/6/2021) malam. Kapal dengan rute Ketapang-Gilimanuk tersebut terseret arus dan mengalami kemiringan hingga terbalik. 

Baca Juga:  Mimih Dewa Ratu…Disambar Petir, Rumah Warga Miskin Ludes Terbakar

 

Data sementara yang diterima oleh pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) bahwa kapal itu mengangkut 57 orang. Terdiri dari 13 orang crew, 3 orang petugas kantin dan 41 orang penumpang.

  

“Sementara data korban meninggal yang diperoleh dari posko gabungan di Pelabuhan Gilimanuk, terkonfirmasi 7 orang yakni 5 perempuan dan 2 orang laki-laki selanjutnya dibawa ke Puskesmas Gilimanuk,” jelas Gede Darmada, Kepala Kantor Basarnas Bali, Rabu (30/6/2021).

  

Data yang diperoleh hingga Rabu (30/6/2021), pukul 09.00 wita, ada 31 orang penumpang terevakuasi dalam kondisi selamat. Sedangkan 11 orang penumpang masih dalam pencarian oleh petugas evakuasi. Dijelaskan Darmada, bahwa untuk data jumlah penumpang saat ini masih terus dihimpun dari berbagai sumber. Menurutnya data dan jumlah korban bisa berubah melihat perkembangan tim SAR gabungan di lokasi pencarian.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/