alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Perbekel Borong NMax, Status Peralihan Motor Jadi Aset Desa Tak Jelas

NEGARA  – Pembelian motor Yamaha NMax menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBdes), tapi atas nama pribadi perbekel masih belum ada solusi.

Prosedur mengalihkan motor menjadi aset desa dan menggunakan plat nomor polisi warna merah masih rumit, sehingga belum diputuskan status motor berharga sekitar Rp 30 juta tersebut.

Karena perbekel yang terlanjur membeli periodenya sudah berakhir, proses mengganti status motor tersebut saat ini dilakukan perangkat desa.

Kemarin (29/7) sekretaris desa (sekdes) mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jembrana, untuk mencari solusi mengenai masalah tersebut.

Kepala Dinas PMD Jembrana I Gede Sujana mengatakan, pihak desa yang sudah terlanjur membeli motor atas nama perbekel memang mendatangi kantornya untuk berkonsultasi.

Baca Juga:  Waspada! Bangkai Ikan Batur Berbau Menyengat

Sekdes datang dan menyampaikan bahwa motor akan dialihkan atas nama desa. “Itu pemecahan dari dia (sekdes),” ujarnya.

Menurutnya, sekdes yang datang mengaku sudah berkonsultasi dengan Samsat Jembrana dan sudah siap dibantu untuk prosesnya.

Namun, pertanyaannya, prosedurnya bagaimana karena APBDes sudah dianggarkan dan mengenai pengalihan SPJ.

“Saya sarankan (desa) untuk konsultasi ke bagian aset pemkab, karena secara teknis mengetahui bagian aset,” terangnya.

Pembelian motor menggunakan APBDes tetapi atas nama pribadi perbekel tersebut, prosesnya rumit. Apakah dalam bentuk hibah atau dialihkan menjadi aset desa, karena pembelian motor ini sudah terlanjur dan sudah di SPJ-kan.

“Teknis yang lebih tahu bagian aset,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, sejumlah perbekel di Jembrana,

Baca Juga:  BPJS Kesehatan Singaraja Gelar Rekonsiliasi Iuran Wajib Triwulan I

periodenya berakhir bulan Mei lalu dan yang belum berakhir sudah cuti, karena akan mengikuti pemilihan perbekel (Pilkel) serentak September mendatang.

Namun, perbekel yang sudah berakhir, sempat membeli motor seharga Rp 30 juta menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBdes),

tapi menggunakan nama pribadi perbekel dalam surat-surat kendaraan, bukan menggunakan atas nama desa dan plat merah. 



NEGARA  – Pembelian motor Yamaha NMax menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBdes), tapi atas nama pribadi perbekel masih belum ada solusi.

Prosedur mengalihkan motor menjadi aset desa dan menggunakan plat nomor polisi warna merah masih rumit, sehingga belum diputuskan status motor berharga sekitar Rp 30 juta tersebut.

Karena perbekel yang terlanjur membeli periodenya sudah berakhir, proses mengganti status motor tersebut saat ini dilakukan perangkat desa.

Kemarin (29/7) sekretaris desa (sekdes) mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jembrana, untuk mencari solusi mengenai masalah tersebut.

Kepala Dinas PMD Jembrana I Gede Sujana mengatakan, pihak desa yang sudah terlanjur membeli motor atas nama perbekel memang mendatangi kantornya untuk berkonsultasi.

Baca Juga:  Hii…Hii…Usai Tenggak Miras, Setiawan Tewas Tenggelam di Sungai

Sekdes datang dan menyampaikan bahwa motor akan dialihkan atas nama desa. “Itu pemecahan dari dia (sekdes),” ujarnya.

Menurutnya, sekdes yang datang mengaku sudah berkonsultasi dengan Samsat Jembrana dan sudah siap dibantu untuk prosesnya.

Namun, pertanyaannya, prosedurnya bagaimana karena APBDes sudah dianggarkan dan mengenai pengalihan SPJ.

“Saya sarankan (desa) untuk konsultasi ke bagian aset pemkab, karena secara teknis mengetahui bagian aset,” terangnya.

Pembelian motor menggunakan APBDes tetapi atas nama pribadi perbekel tersebut, prosesnya rumit. Apakah dalam bentuk hibah atau dialihkan menjadi aset desa, karena pembelian motor ini sudah terlanjur dan sudah di SPJ-kan.

“Teknis yang lebih tahu bagian aset,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, sejumlah perbekel di Jembrana,

Baca Juga:  Terbukti Korupsi Retribusi, Mantan Kadiskominfo Dituntut 1,5 Tahun

periodenya berakhir bulan Mei lalu dan yang belum berakhir sudah cuti, karena akan mengikuti pemilihan perbekel (Pilkel) serentak September mendatang.

Namun, perbekel yang sudah berakhir, sempat membeli motor seharga Rp 30 juta menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBdes),

tapi menggunakan nama pribadi perbekel dalam surat-surat kendaraan, bukan menggunakan atas nama desa dan plat merah. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/