alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 7, 2022

Parah…Desertir TNI Curi Belasan Motor, Begini Modusnya…

SINGARAJA – Seorang desertir TNI, Nyoman Karmaya, 48, kini harus berurusan dengan polisi. Pria yang tinggal di Banjar Dinas Kaja Kauh, Desa Tamblang,

Kecamatan Kubutambahan itu, tertangkap tangan melakukan aksi pencurian di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, beberapa waktu lalu.

Tersangka diketahui menjalankan aksinya dengan sejumlah anggota komplotan curanmor yang berbasis di Jawa Timur.

Tersangka Nyoman Karmaya diketahui merancang aksi pencurian bersama dengan Muhamad Adi Yanto, 25, warga Lumajang Jawa Timur, dan Salam Rohmat, 34, warga Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Mereka bertiga hendak mencuri sepeda motor milik Made Buda Arsana, 52, warga Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan.

Peristiwa berawal saat tersangka Adi Yanto dan Salam Rohmat, mendatangi rumah tersangka Nyoman Karmaya.

Baca Juga:  Catat! Pura Bukit, Sumber Kekuatan Niskala Kerajaan Karangasem

Adi Yanto dan Salam Rohmat saat itu baru saja mencuri sepeda motor di wilayah Bangli dan Gianyar. Mereka berdua kemudian menyembunyikan barang bukti di rumah tersangka Karmaya.

Karmaya yang sempat mengemban tugas sebagai Babinsa di Kecamatan Kubutambahan itu, kemudian merancang aksi pencurian sepeda motor di Desa Bila.

Saat itu mereka bertiga melakukan survey ke TKP dan mendapati sepeda motor DK 4960 UAJ milik korban dalam kondisi kunci nyantol.

Ketiganya langsung menggasak sepeda motor tersebut. Aksi itu ketahuan polisi dan polisi langsung melakukan penangkapan terhadap ketiga anggota sindikat ini, di rumah tersangka Nyoman Karmaya.

Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengatakan, tersangka Nyoman Karmaya merupakan otak sindikat curanmor ini.

Baca Juga:  Bupati Tamba Dorong Warga Jembrana Budidayakan Pinang Betara

Tersangka acap kali menggasak sepeda motor di wilayah Buleleng dan Bangli. “Dia juga bermain dengan jaringan yang ada di Jawa Timur. Dua orang ini anggota sindikatnya.

Sejauh ini dia mengaku mencuri sebelas sepeda motor, tapi kami baru temukan delapan unit. Jadi masih ada tiga unit lagi yang perlu kami lengkapi,” kata AKBP Suratno.



SINGARAJA – Seorang desertir TNI, Nyoman Karmaya, 48, kini harus berurusan dengan polisi. Pria yang tinggal di Banjar Dinas Kaja Kauh, Desa Tamblang,

Kecamatan Kubutambahan itu, tertangkap tangan melakukan aksi pencurian di Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan, beberapa waktu lalu.

Tersangka diketahui menjalankan aksinya dengan sejumlah anggota komplotan curanmor yang berbasis di Jawa Timur.

Tersangka Nyoman Karmaya diketahui merancang aksi pencurian bersama dengan Muhamad Adi Yanto, 25, warga Lumajang Jawa Timur, dan Salam Rohmat, 34, warga Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.

Mereka bertiga hendak mencuri sepeda motor milik Made Buda Arsana, 52, warga Desa Bila, Kecamatan Kubutambahan.

Peristiwa berawal saat tersangka Adi Yanto dan Salam Rohmat, mendatangi rumah tersangka Nyoman Karmaya.

Baca Juga:  Gegara Tersinggung, Pria di Buleleng Tombak Tetangga Hingga Sekarat

Adi Yanto dan Salam Rohmat saat itu baru saja mencuri sepeda motor di wilayah Bangli dan Gianyar. Mereka berdua kemudian menyembunyikan barang bukti di rumah tersangka Karmaya.

Karmaya yang sempat mengemban tugas sebagai Babinsa di Kecamatan Kubutambahan itu, kemudian merancang aksi pencurian sepeda motor di Desa Bila.

Saat itu mereka bertiga melakukan survey ke TKP dan mendapati sepeda motor DK 4960 UAJ milik korban dalam kondisi kunci nyantol.

Ketiganya langsung menggasak sepeda motor tersebut. Aksi itu ketahuan polisi dan polisi langsung melakukan penangkapan terhadap ketiga anggota sindikat ini, di rumah tersangka Nyoman Karmaya.

Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengatakan, tersangka Nyoman Karmaya merupakan otak sindikat curanmor ini.

Baca Juga:  Bunuh Ayah Kandung Pakai Linggis, Gede Darmika Cuma Dituntut 5 Tahun

Tersangka acap kali menggasak sepeda motor di wilayah Buleleng dan Bangli. “Dia juga bermain dengan jaringan yang ada di Jawa Timur. Dua orang ini anggota sindikatnya.

Sejauh ini dia mengaku mencuri sebelas sepeda motor, tapi kami baru temukan delapan unit. Jadi masih ada tiga unit lagi yang perlu kami lengkapi,” kata AKBP Suratno.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/