alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Perahu Terbalik Dihantam Ombak, Evakuasi Nelayan Buleleng Dramatis

SAWAN– Peristiwa hilangnya nelayan di perairan utara Pulau Bali, terus terjadi. Setelah sebelumnya nelayan dari Desa Kubutambahan

sempat hilang dua pekan lalu, kemarin (29/8) giliran nelayan dari Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan yang dinyatakan hilang.

Beruntung nelayan itu berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Nelayan yang dikabarkan hilang itu adalah KadekSetiawan, 24, warga Banjar Dinas Segara, Desa Giri Emas.

Setiawan berangkat melaut sekitar pukul 19.00 Rabu (28/8) lalu. Biasanya ia kembali setelah melaut pada pagi keesokan harinya.

Jika merujuk pada kebiasaan, Setiawan mestinya sudah menepi pada pukul 06.00 pagi kemarin. Namun, hingga pukul 08.00 ia tak juga menepi.

Orang tua nelayan Setiawan, Luh Sujani mengatakan, korban sempat menelpon sekitar pukul 05.30 pagi. Saat itu ia mengabarkan bahwa sudah dekat.

Baca Juga:  Gelombang Pasang Terjang Buleleng, Begini Pengakuan Para Korban…

Namun ditunggu hingga pukul 08.00 pagi, korban tak juga menepi. Merasa khawatir, Sujani dan anaknya, Nyoman Yustawan, 23, memutuskan melapor pada polisi dan tim SAR.

Tim SAR bersama nelayan langsung melakukan pencarian.Belakangan pada pukul 13.30 siang, korban ditemukan sekitar satu mil arah utara perairan Desa Bukti.

Korban ditemukan di koordinat 8°04’36.63″S – 115°14’14.56″E. Korban disebut ditemukan secara tak sengaja oleh seorang wisatawan mancanegara yang melihat kondisi perairan menggunakan teropong.

Saat itu korban melambai-lambai dengan kondisi duduk di atas perahu. Temuan itu pun langsung dilaporkan pada tim SAR dan nelayan yang melakukan pencarian.

“Kami bersama rekan-rekan nelayan segera melakukan penjemputan dan penyelamatan. Memang saat ditemukan perahunya dalam kondisi terbalik,

Baca Juga:  Cuaca Buruk, Puluhan Nelayan Ujung Pesisi Karangasem Pilih Tak Melaut

dan korban hilang ini berpegangan di perahunya. Kemungkinan perahunya terkena gelombang tinggi,” kata Kepala Pos SAR Singaraja Dewa PutuHendriGunawan.

Korban bersama perahunya pun langsung ditarik dari perairan Desa Bukti menuju Desa Giri Emas.

Begitu sampai di pantai, keluarga korban langsung menangis haru dan memeluk korban.



SAWAN– Peristiwa hilangnya nelayan di perairan utara Pulau Bali, terus terjadi. Setelah sebelumnya nelayan dari Desa Kubutambahan

sempat hilang dua pekan lalu, kemarin (29/8) giliran nelayan dari Desa Giri Emas, Kecamatan Sawan yang dinyatakan hilang.

Beruntung nelayan itu berhasil ditemukan dalam kondisi selamat. Nelayan yang dikabarkan hilang itu adalah KadekSetiawan, 24, warga Banjar Dinas Segara, Desa Giri Emas.

Setiawan berangkat melaut sekitar pukul 19.00 Rabu (28/8) lalu. Biasanya ia kembali setelah melaut pada pagi keesokan harinya.

Jika merujuk pada kebiasaan, Setiawan mestinya sudah menepi pada pukul 06.00 pagi kemarin. Namun, hingga pukul 08.00 ia tak juga menepi.

Orang tua nelayan Setiawan, Luh Sujani mengatakan, korban sempat menelpon sekitar pukul 05.30 pagi. Saat itu ia mengabarkan bahwa sudah dekat.

Baca Juga:  5 Kecamatan Terkena Dampak Gempa Seririt, BPBD Catat Kerugian Rp 1,6 M

Namun ditunggu hingga pukul 08.00 pagi, korban tak juga menepi. Merasa khawatir, Sujani dan anaknya, Nyoman Yustawan, 23, memutuskan melapor pada polisi dan tim SAR.

Tim SAR bersama nelayan langsung melakukan pencarian.Belakangan pada pukul 13.30 siang, korban ditemukan sekitar satu mil arah utara perairan Desa Bukti.

Korban ditemukan di koordinat 8°04’36.63″S – 115°14’14.56″E. Korban disebut ditemukan secara tak sengaja oleh seorang wisatawan mancanegara yang melihat kondisi perairan menggunakan teropong.

Saat itu korban melambai-lambai dengan kondisi duduk di atas perahu. Temuan itu pun langsung dilaporkan pada tim SAR dan nelayan yang melakukan pencarian.

“Kami bersama rekan-rekan nelayan segera melakukan penjemputan dan penyelamatan. Memang saat ditemukan perahunya dalam kondisi terbalik,

Baca Juga:  Tergerus Zaman, Tradisi Memunjung saat Pagerwesi Mulai Terkikis

dan korban hilang ini berpegangan di perahunya. Kemungkinan perahunya terkena gelombang tinggi,” kata Kepala Pos SAR Singaraja Dewa PutuHendriGunawan.

Korban bersama perahunya pun langsung ditarik dari perairan Desa Bukti menuju Desa Giri Emas.

Begitu sampai di pantai, keluarga korban langsung menangis haru dan memeluk korban.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/