alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 7, 2022

Awas! Intensitas Gempa Turun, Potensi Letusan Masih Tinggi

RadarBali.com – Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) Kasbani menyebut potensi erupsi Gunung Agung masih tinggi.

Menurutnya, status awas (level IV) menegaskan potensi letusan tersebut. Berkurangnya kuantitas gempa bukan berarti level awas dapat diabaikan.

“Meskipun jumlah gempa berkurang Gunung Agung tetap di posisi tinggi. Dilihat dari energi kemarin (Kamis 28/9, red) masih tinggi,” ujar Kasbani.

Kepada Jawa Pos Radar Bali, Kasbani mengurai data pengamatan Gunung Agung hingga Jumat (29/9) kemarin.

Menurutnya, gempa vulkanik yang tercatat masih menunjukkan jumlah yang tinggi. Gempa-gempa itu mengindikasikan adanya proses retakan batuan di dalam tubuh gunung api yang disebabkan oleh pergerakan magma.

Baca Juga:  Gunung Agung Tak Menentu, Kompak Usul Dana Bencana Naik

Perhitungan magnitudo gempa menunjukkan besaran yang terus meningkat. “Magnitudo gempa terbesar selama masa krisis ini adalah gempa dengan magnitudo M4.3 pada tanggal 27 September 2017 pukul 13.12 Wita,” katanya.

“Bahkan, akhir-akhir ini gempa semakin sering dirasakan oleh masyarakat di sekitar Gunung Agung dan Batur dan beberapa gempa terbesar bahkan dapat dirasakan di daerah Denpasar dan Kuta,”

Imbuh Kasbani, gempa vulkanik diperkirakan berada di bawah kawah hingga kedalaman 20 km dari puncak Gunung Agung



RadarBali.com – Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM) Kasbani menyebut potensi erupsi Gunung Agung masih tinggi.

Menurutnya, status awas (level IV) menegaskan potensi letusan tersebut. Berkurangnya kuantitas gempa bukan berarti level awas dapat diabaikan.

“Meskipun jumlah gempa berkurang Gunung Agung tetap di posisi tinggi. Dilihat dari energi kemarin (Kamis 28/9, red) masih tinggi,” ujar Kasbani.

Kepada Jawa Pos Radar Bali, Kasbani mengurai data pengamatan Gunung Agung hingga Jumat (29/9) kemarin.

Menurutnya, gempa vulkanik yang tercatat masih menunjukkan jumlah yang tinggi. Gempa-gempa itu mengindikasikan adanya proses retakan batuan di dalam tubuh gunung api yang disebabkan oleh pergerakan magma.

Baca Juga:  Anggota DPRD Prioritas Divaksin, Begini Kata Satgas Covid-19 Buleleng

Perhitungan magnitudo gempa menunjukkan besaran yang terus meningkat. “Magnitudo gempa terbesar selama masa krisis ini adalah gempa dengan magnitudo M4.3 pada tanggal 27 September 2017 pukul 13.12 Wita,” katanya.

“Bahkan, akhir-akhir ini gempa semakin sering dirasakan oleh masyarakat di sekitar Gunung Agung dan Batur dan beberapa gempa terbesar bahkan dapat dirasakan di daerah Denpasar dan Kuta,”

Imbuh Kasbani, gempa vulkanik diperkirakan berada di bawah kawah hingga kedalaman 20 km dari puncak Gunung Agung


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/