alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Tomket Serang Pengungsi, Distan Klungkung Siap Basmi

RadarBali.com – Serangan Paederus Littoralis atau tomket, lebih dari sepekan yang dialami pengungsi di GOR Swecapura, Klungkung, akhirnya sampai ke telinga Pemkab Klungkung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni mengungkapkan bahwa hingga kemarin pihaknya baru menerima data bahwa ada sebanyak sembilan pengungsi yang mendatangi posko kesehatan karena diserang tomket dengan keluhan kulit memerah.

Tomket ini membuat kulit memerah dan melepuh, jika cairan dalam tubuhnya yang bersifat racun tersebut mengenai kulit.

Pihaknya mengimbau kepada para pengungsi untuk tidak menepuk tomket saat hinggap di tumbuh mereka.

“Pengungsi yang diserang tomket itu seluruhnya tinggal di dekat persawahan. Tomket itu temannya petani untuk mematikan wereng di sawah. Sehingga kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Klungkung,” kata mantan Dirut RSUD Klungkung itu.

Baca Juga:  Tak Terduga! Ini Alasan Pak Gub Perpanjang Tanggap Darurat

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, IB. Gede Juanida membenarkan tomket adalah sahabat petani yang berperan pengendali alamiah untuk hama atau organisme pengganggu tanaman.

Untuk itu, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, pihaknya sudah melakukan penyemprotan insektisida di tempat pengungsian.

“Kami lihat perkembangannya besok (hari ini, red). Jika diperlukan tiap hari, kami akan lakukan tiap hari penyemprotan,” tandasnya. 



RadarBali.com – Serangan Paederus Littoralis atau tomket, lebih dari sepekan yang dialami pengungsi di GOR Swecapura, Klungkung, akhirnya sampai ke telinga Pemkab Klungkung.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr. Ni Made Adi Swapatni mengungkapkan bahwa hingga kemarin pihaknya baru menerima data bahwa ada sebanyak sembilan pengungsi yang mendatangi posko kesehatan karena diserang tomket dengan keluhan kulit memerah.

Tomket ini membuat kulit memerah dan melepuh, jika cairan dalam tubuhnya yang bersifat racun tersebut mengenai kulit.

Pihaknya mengimbau kepada para pengungsi untuk tidak menepuk tomket saat hinggap di tumbuh mereka.

“Pengungsi yang diserang tomket itu seluruhnya tinggal di dekat persawahan. Tomket itu temannya petani untuk mematikan wereng di sawah. Sehingga kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Klungkung,” kata mantan Dirut RSUD Klungkung itu.

Baca Juga:  Bocah Pengungsi Lereng Gunung Agung Mendadak Step, Kritis…

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung, IB. Gede Juanida membenarkan tomket adalah sahabat petani yang berperan pengendali alamiah untuk hama atau organisme pengganggu tanaman.

Untuk itu, berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, pihaknya sudah melakukan penyemprotan insektisida di tempat pengungsian.

“Kami lihat perkembangannya besok (hari ini, red). Jika diperlukan tiap hari, kami akan lakukan tiap hari penyemprotan,” tandasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/