alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Pemohon Meningkat, Anggaran Santunan Kematian di Jembrana Melonjak

NEGARA – Anggaran untuk santunan kematian di Jembrana ditambah. Pasalnya, jumlah pemohon santunan kematian melebihi anggaran yang telah dialokasikan pada tahun anggaran induk 2021.

 

Salah satu faktor meningkatnya jumlah pemohon santunan kematian, diduga salah satunya pandemi Covid-19. Dimana, jumlah kematian lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra mengatakan, dari segi jumlah pemohon santunan kematian pada tahun 2021 ini memang meningkat dari tahun sebelumnya.

 

“Warga memohon santunan kematian, tidak semata-mata untuk mendapat santunan tetapi untuk memperbarui data kependudukan,” jelasnya.

- Advertisement -

 

Anom menjelaskan, permohonan akta kematian belum tentu warga yang meninggal pada tahun berjalan. Karena banyak warga atau ahli waris yang memohon akta kematian keluarganya yang meninggal tahun sebelumnya.

 

Namun, tidak mendapat santunan kematian karena sudah tidak memenuhi syarat dari segi waktu kematian dan waktu pengajuan.

 

“Syarat mendapat santunan kematian maksimal 30 hari setelah kematian,” ujarnya.

 

Karena itu, data mengenai kematian yang dihitung berdasarkan jumlah akta kematian yang diterbitkan dengan jumlah santunan kematian yang diajukan dan direalisasikan berbeda.

Baca Juga:  Buru Penunggak Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Temuan Tim Gabungan…

 

Misalnya pada tahun 2020 lalu, dari total akta kematian yang diterbitkan sebanyak 2.267 akta, yang mendapatkan santunan kematian hanya 2.170 pemohon. Artinya, pemohon yang mendapat santunan kematian tersebut, memang meninggal pada tahun anggaran 2020.

 

Sedangkan pada tahun anggaran 2021, pemohon santunan kematian yang sudah terealisasi sebanyak 1.993 pemohon dari total permohonan sebanyak 2.299 pemohon. Karena anggaran belum cukup, sisa pemohon yang belum mendapat santunan kematian akan diberikan setelah anggaran perubahan disahkan.

 

“Kami tambah anggaran lagi di anggaran perubahan, karena tahun anggaran induk tahun ini masih kurang,” ungkapnya.

 

Pada tahun induk 2021 hanya menganggarkan Rp 3 miliar untuk 2000 pemohon. Pada anggaran perubahan 2021, menambah sebesar Rp 750 juta untuk estimasi 500 orang pemohon santunan kematian. Anggaran ini untuk mengantisipasi kekurangan anggaran santunan kematian dalam tiga bulan terakhir. ”Karena sampai bulan ini saja masih kurang anggaran, kami alokasikan lagi anggaran di perubahan untuk mengantisipasi,” ungkapnya.

 

Menurut Anom, jumlah pemohon santunan kematian tahun ini mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun lalu. Salah satu penyebabnya, diduga karena pandemi Covid-19, karena pada tahun 2021 ini kasus kematian Covid-19 di Jembrana meningkat.

Baca Juga:  Polisi Tunggu Surat Kejiwaan ODGJ Pembacok Bendesa Adat Yeh Kuning

 

“Kami hanya menerbitkan akta dan memberi santunan, mengenai penyebab kematian tidak tahu. Mungkin salah satunya karena Covid-19,” terangnya.

 

Anom mengakui dalam realisasi santunan kematian rawan dipotong oknum-oknum di bawah yang mengurus santunan. Pihaknya sudah pernah mendapat informasi adanya pemotongan tersebut, dari nilai Rp 1,5 juta yang semestinya diterima ahli waris ternyata dipotong oknum perangkat dibawah dengan dalih administrasi pengurusan santunan. Karena ada yang memotong, ahli waris tidak mendapat santunan semestinya.

 

Padahal untuk merealisasikan santunan kematian, pihaknya sudah tidak memberikan santunan secara tunai seperti sebelumnya, melainkan langsung kirim ke rekening bank ahli waris yang sudah diusulkan sebagai penerima santunan.

 

“Karena rawan pemotongan dari oknum perangkat dibawah, kami memperketat realisasi dengan non tunai,” terangnya.

 

Anom memastikan, untuk realisasi santunan kematian tidak ada lagi modus korupsi seperti sebelumnya, dimana orang yang sudah mati dimohonkan lagi santunan kematian.

 

“Sekarang sudah tidak manual lagi, kalau ada yang pengajuan permohonan fiktif atau orangnya sudah dapat santunan sebelumnya tidak bisa mengajukan lagi,” tegasnya.

- Advertisement -

NEGARA – Anggaran untuk santunan kematian di Jembrana ditambah. Pasalnya, jumlah pemohon santunan kematian melebihi anggaran yang telah dialokasikan pada tahun anggaran induk 2021.

 

Salah satu faktor meningkatnya jumlah pemohon santunan kematian, diduga salah satunya pandemi Covid-19. Dimana, jumlah kematian lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra mengatakan, dari segi jumlah pemohon santunan kematian pada tahun 2021 ini memang meningkat dari tahun sebelumnya.

 

“Warga memohon santunan kematian, tidak semata-mata untuk mendapat santunan tetapi untuk memperbarui data kependudukan,” jelasnya.

 

Anom menjelaskan, permohonan akta kematian belum tentu warga yang meninggal pada tahun berjalan. Karena banyak warga atau ahli waris yang memohon akta kematian keluarganya yang meninggal tahun sebelumnya.

 

Namun, tidak mendapat santunan kematian karena sudah tidak memenuhi syarat dari segi waktu kematian dan waktu pengajuan.

 

“Syarat mendapat santunan kematian maksimal 30 hari setelah kematian,” ujarnya.

 

Karena itu, data mengenai kematian yang dihitung berdasarkan jumlah akta kematian yang diterbitkan dengan jumlah santunan kematian yang diajukan dan direalisasikan berbeda.

Baca Juga:  Hoaks Vaksin Ikut Sumbang Rendahnya Vaksinasi di Kecamatan Negara

 

Misalnya pada tahun 2020 lalu, dari total akta kematian yang diterbitkan sebanyak 2.267 akta, yang mendapatkan santunan kematian hanya 2.170 pemohon. Artinya, pemohon yang mendapat santunan kematian tersebut, memang meninggal pada tahun anggaran 2020.

 

Sedangkan pada tahun anggaran 2021, pemohon santunan kematian yang sudah terealisasi sebanyak 1.993 pemohon dari total permohonan sebanyak 2.299 pemohon. Karena anggaran belum cukup, sisa pemohon yang belum mendapat santunan kematian akan diberikan setelah anggaran perubahan disahkan.

 

“Kami tambah anggaran lagi di anggaran perubahan, karena tahun anggaran induk tahun ini masih kurang,” ungkapnya.

 

Pada tahun induk 2021 hanya menganggarkan Rp 3 miliar untuk 2000 pemohon. Pada anggaran perubahan 2021, menambah sebesar Rp 750 juta untuk estimasi 500 orang pemohon santunan kematian. Anggaran ini untuk mengantisipasi kekurangan anggaran santunan kematian dalam tiga bulan terakhir. ”Karena sampai bulan ini saja masih kurang anggaran, kami alokasikan lagi anggaran di perubahan untuk mengantisipasi,” ungkapnya.

 

Menurut Anom, jumlah pemohon santunan kematian tahun ini mengalami kenaikan signifikan dibanding tahun lalu. Salah satu penyebabnya, diduga karena pandemi Covid-19, karena pada tahun 2021 ini kasus kematian Covid-19 di Jembrana meningkat.

Baca Juga:  Polisi Tunggu Surat Kejiwaan ODGJ Pembacok Bendesa Adat Yeh Kuning

 

“Kami hanya menerbitkan akta dan memberi santunan, mengenai penyebab kematian tidak tahu. Mungkin salah satunya karena Covid-19,” terangnya.

 

Anom mengakui dalam realisasi santunan kematian rawan dipotong oknum-oknum di bawah yang mengurus santunan. Pihaknya sudah pernah mendapat informasi adanya pemotongan tersebut, dari nilai Rp 1,5 juta yang semestinya diterima ahli waris ternyata dipotong oknum perangkat dibawah dengan dalih administrasi pengurusan santunan. Karena ada yang memotong, ahli waris tidak mendapat santunan semestinya.

 

Padahal untuk merealisasikan santunan kematian, pihaknya sudah tidak memberikan santunan secara tunai seperti sebelumnya, melainkan langsung kirim ke rekening bank ahli waris yang sudah diusulkan sebagai penerima santunan.

 

“Karena rawan pemotongan dari oknum perangkat dibawah, kami memperketat realisasi dengan non tunai,” terangnya.

 

Anom memastikan, untuk realisasi santunan kematian tidak ada lagi modus korupsi seperti sebelumnya, dimana orang yang sudah mati dimohonkan lagi santunan kematian.

 

“Sekarang sudah tidak manual lagi, kalau ada yang pengajuan permohonan fiktif atau orangnya sudah dapat santunan sebelumnya tidak bisa mengajukan lagi,” tegasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/