alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Stress Kumat, Acungkan Sabit, ODGJ Bikin Takut Warga Ditangkap

GIANYAR –Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ngamuk belakangan makin banyak saja. Setelah sebelumnya seorang pensiunan guru yang mengalami gangguan jiwa di Klungkung diamankan karena ngamuk sambil bawa sajam, kini giliran di Gianyar, kasus serupa juga terjadi.

I Nyoman Adi, 40, warga Banjar Kelod Kangin, Desa/Kelurahan Beng, Selasa (30/10) diamankan petugas Satpol PP Gianyar.

Adi diamankan karena ulahnya yang bikin resah warga. Adi sering mengacungkan senjata tajam jenis sabit jika sedang kambuh.

Petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar, Wayan Nasta, menyatakan jajarannya memperoleh laporan dari kerabatnya, I Kadek Pariartha.

“Setelah dapat laporan, petugas Regu II Satpol PP langsung menuju Beng membawa mobil operasional,” kata Nasta.

Setibanya di rumah Nyoman Adi, petugas telah mendapati Nyoman Adi ini naik pitam.

Baca Juga:  Saksi Hidup Pertempuran Laut Aru Asal Bali Itu Tutup Usia

“Dia membawa arit (sabit). Langsung kami dekati pelan-pelan,” ujar Nasta.

Penangkapan Nyoman Adi yang tengah membawa senjata tajam ini cukup dramatis.

Selain membujuk lewat rayuan, petugas pun harus sigap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

“Akhirnya kami amankan dia saat berada di dalam kamarnya. Arit kami amankan juga,” ujar Nasta yang merupakan guru silat Perisai Diri itu.

Setelah Nyoman Adi tenang, petugas langsung mengajaknya ke mobil operasional Satpol PP. “Sesuai petunjuk, kami bawa dia ke RS Sanjiwani Gianyar untuk memperoleh penanganan,” jelasnya.

Nasta menjelaskan, Nyoman Adi ini mengalami depresi, sehingga untuk sementara tidak perlu langsung dibawa ke RS Jiwa Bangli.

Kesehariannya, Nyoman Adi kerap mengancam orang tuanya dengan arit. “Ibunya sering diancam pakai arit. Sehingga keluarga khawatir,” ungkapnya.

Baca Juga:  Lanal Denpasar Gelar Serbuan Vaksinasi Bagi Warga Pesisir dan ABK

Nyoman Adi sendiri memang punya riwayat ODGJ. “Dulu sekitar 4 tahun lalu, dia sempat dibawa ke RS Jiwa Bangli,” tukasnya. 



GIANYAR –Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ngamuk belakangan makin banyak saja. Setelah sebelumnya seorang pensiunan guru yang mengalami gangguan jiwa di Klungkung diamankan karena ngamuk sambil bawa sajam, kini giliran di Gianyar, kasus serupa juga terjadi.

I Nyoman Adi, 40, warga Banjar Kelod Kangin, Desa/Kelurahan Beng, Selasa (30/10) diamankan petugas Satpol PP Gianyar.

Adi diamankan karena ulahnya yang bikin resah warga. Adi sering mengacungkan senjata tajam jenis sabit jika sedang kambuh.

Petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar, Wayan Nasta, menyatakan jajarannya memperoleh laporan dari kerabatnya, I Kadek Pariartha.

“Setelah dapat laporan, petugas Regu II Satpol PP langsung menuju Beng membawa mobil operasional,” kata Nasta.

Setibanya di rumah Nyoman Adi, petugas telah mendapati Nyoman Adi ini naik pitam.

Baca Juga:  Jembrana Target Suntik Vaksin Covid-19 Tahap Pertama Selesai Besok

“Dia membawa arit (sabit). Langsung kami dekati pelan-pelan,” ujar Nasta.

Penangkapan Nyoman Adi yang tengah membawa senjata tajam ini cukup dramatis.

Selain membujuk lewat rayuan, petugas pun harus sigap dengan segala kemungkinan yang terjadi.

“Akhirnya kami amankan dia saat berada di dalam kamarnya. Arit kami amankan juga,” ujar Nasta yang merupakan guru silat Perisai Diri itu.

Setelah Nyoman Adi tenang, petugas langsung mengajaknya ke mobil operasional Satpol PP. “Sesuai petunjuk, kami bawa dia ke RS Sanjiwani Gianyar untuk memperoleh penanganan,” jelasnya.

Nasta menjelaskan, Nyoman Adi ini mengalami depresi, sehingga untuk sementara tidak perlu langsung dibawa ke RS Jiwa Bangli.

Kesehariannya, Nyoman Adi kerap mengancam orang tuanya dengan arit. “Ibunya sering diancam pakai arit. Sehingga keluarga khawatir,” ungkapnya.

Baca Juga:  Teriak Minta Uang Ke Kasatpol PP Saat Apel, Wanita Berdaster Diamankan

Nyoman Adi sendiri memang punya riwayat ODGJ. “Dulu sekitar 4 tahun lalu, dia sempat dibawa ke RS Jiwa Bangli,” tukasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/