alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Rumah Hancur Tertimpa Pohon, Ternyata Komang Budiarta Tergolong Miskin

Peristiwa pohon bunut tumbang menyisakan kesedihan bagi I Komang Budiarta dan keluarganya. Rumahnya hancur, sedangkan istri dan anaknya terluka. Ternyata, Budiarta tergolong warga miskin.

 

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Nusa Penida

 

PETUGAS BPBD Klungkung melakukan evakuasi terhadap pohon bunut yang tumbang di Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida, Klungkung. Pohon yang masih satu famili dengan pohon beringin itu tumbang dan menimpa rumah milik I Komang Budiarta hingga hancur, Minggu (28/11) sekitar pukul 11.00.

 

Tidak hanya rumah yang hancur, dua penghuni rumah ikut terluka karena tertimpa reruntuhan bangunan yang hancur karena tertimpa pohon raksasa itu.

 

Istri dari Komang Budiarta, mengalami benjol di kepala. Sedangkan salah satunya seorang anaknya mengalami luka robek di kepala. Bahkan, karena kepalanya bocor, sang anak dilarikan ke RS untuk menerima lima jahitan.

 

Itu sebagaimana yang dituturkan Perbekel Kutampi Kaler, Made Mudra, Senin (29/11).

 

“Saat peristiwa itu berlangsung, Komang Budiarta bersama istri dan dua anaknya ada di dalam rumah,” kata Mudra.

 

Hari saat kejadian berlangsung, lanjut Mudra, wilayah desa yang dipimpinnya memang sedang diguyur hujan deras yang disertai angin kencang. Pohon yang sudah tua itu pun ambruk dan mengenai rumah Budiarta.

 

“Kondisi rumah hancur karena pohon bunut yang tumbang besar,” ungkapnya.

 

Akibat peristiwa ini, kata Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, kerugian material yang diderita Budiarta mencapai Rp 50 juta.

 

Yang bikin miris, Budiarta tergolong warga miskin. Bahkan, rumah yang ditempati Budiarta dan hancur karena tertimpa pohon bunut itu dibangun dari program bedah rumah tahun 2018, tiga tahun lalu.

 

Rumah itu juga merupakan milik Budiarta satu-satunya. Untuk sementara, Budiarta pun mengungsi ke rumah kerabatnya.



Peristiwa pohon bunut tumbang menyisakan kesedihan bagi I Komang Budiarta dan keluarganya. Rumahnya hancur, sedangkan istri dan anaknya terluka. Ternyata, Budiarta tergolong warga miskin.

 

DEWA AYU PITRI ARISANTI, Nusa Penida

 

PETUGAS BPBD Klungkung melakukan evakuasi terhadap pohon bunut yang tumbang di Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida, Klungkung. Pohon yang masih satu famili dengan pohon beringin itu tumbang dan menimpa rumah milik I Komang Budiarta hingga hancur, Minggu (28/11) sekitar pukul 11.00.

 

Tidak hanya rumah yang hancur, dua penghuni rumah ikut terluka karena tertimpa reruntuhan bangunan yang hancur karena tertimpa pohon raksasa itu.

 

Istri dari Komang Budiarta, mengalami benjol di kepala. Sedangkan salah satunya seorang anaknya mengalami luka robek di kepala. Bahkan, karena kepalanya bocor, sang anak dilarikan ke RS untuk menerima lima jahitan.

 

Itu sebagaimana yang dituturkan Perbekel Kutampi Kaler, Made Mudra, Senin (29/11).

 

“Saat peristiwa itu berlangsung, Komang Budiarta bersama istri dan dua anaknya ada di dalam rumah,” kata Mudra.

 

Hari saat kejadian berlangsung, lanjut Mudra, wilayah desa yang dipimpinnya memang sedang diguyur hujan deras yang disertai angin kencang. Pohon yang sudah tua itu pun ambruk dan mengenai rumah Budiarta.

 

“Kondisi rumah hancur karena pohon bunut yang tumbang besar,” ungkapnya.

 

Akibat peristiwa ini, kata Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, kerugian material yang diderita Budiarta mencapai Rp 50 juta.

 

Yang bikin miris, Budiarta tergolong warga miskin. Bahkan, rumah yang ditempati Budiarta dan hancur karena tertimpa pohon bunut itu dibangun dari program bedah rumah tahun 2018, tiga tahun lalu.

 

Rumah itu juga merupakan milik Budiarta satu-satunya. Untuk sementara, Budiarta pun mengungsi ke rumah kerabatnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/