alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Amor Ring Acintya…Diduga Sakit, Pencari SIM Meninggal Mendadak

GIANYAR – Jalan hidup-matinya seorang tak ada yang tahu. Seorang pencari Surat Izin Mengemudi (SIM), Cokorda Raka Wijaya, 60,

asal Banjar Ubud, Desa Blusung Kecamatan Tampaksiring, meninggal saat hendak mengambil perpanjangan SIM pada Jumat (29/12) pukul 10.00.

Sejak awal, polisi melihat korban tampak lemas saat duduk menunggu antrean. Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo menyatakan, Cok Raka ini awalnya hendak mengurus perpanjang SIM duduk seperti orang lemas di areal Polres Gianyar.

“Lalu ada anggota (polisi, red) mendekati, ditanya sama anggota bapak kenapa? Lalu diajak ke klinik,” ujar AKBP Djoni Widodo, kemarin.

Sampai di klinik, pria tersebut mengaku mengeluh sakit pada bagian dadanya. Cok Raka juga sampai tidak bisa berdiri tegap dan inginnya rebahan saja.

Baca Juga:  Gencar Garap Potensi dengan Kembangkan Desa Wisata

Di klinik Polres Gianyar, Cok Raka diperiksa tim dokter Polres. Bahkan, korban sampai diberikan nafas bantuan berupa oksigen.

Tak lama setelah itu, Cok Raka mengaku tampak lebih segar dan keluar dari klinik. Namun, kesehatan Cok Raka belum pulih.

Di depan gedung Polres, Cok Raka yang jalan keluar klinik langsung ambruk. Pihak petugas medis pun langsung mengevakuasinya dan memasukkan Cok Raka ke dalam mobil ambulance Polres Gianyar.

“Langsung dibawa ke rumah sakit dan ditangani oleh tim medis,” ujarnya. Sampai di rumah sakit, Cok Raka tidak bisa diselamatkan. Nyawanya tidak bisa tertolong lagi.

Cok Raka dinyatakan meninggal dunia. “Ini sudah takdir, tidak ada yang bisa melawan. Dari kepolisian sudah menangani, bahkan sudah dibawa ke rumah sakit juga,” tukas Djoni.

Baca Juga:  Pesisir Gianyar dan Klungkung Rawan Tsunami, Warga Butuh Sosialisasi


GIANYAR – Jalan hidup-matinya seorang tak ada yang tahu. Seorang pencari Surat Izin Mengemudi (SIM), Cokorda Raka Wijaya, 60,

asal Banjar Ubud, Desa Blusung Kecamatan Tampaksiring, meninggal saat hendak mengambil perpanjangan SIM pada Jumat (29/12) pukul 10.00.

Sejak awal, polisi melihat korban tampak lemas saat duduk menunggu antrean. Kapolres Gianyar AKBP Djoni Widodo menyatakan, Cok Raka ini awalnya hendak mengurus perpanjang SIM duduk seperti orang lemas di areal Polres Gianyar.

“Lalu ada anggota (polisi, red) mendekati, ditanya sama anggota bapak kenapa? Lalu diajak ke klinik,” ujar AKBP Djoni Widodo, kemarin.

Sampai di klinik, pria tersebut mengaku mengeluh sakit pada bagian dadanya. Cok Raka juga sampai tidak bisa berdiri tegap dan inginnya rebahan saja.

Baca Juga:  Pesisir Gianyar dan Klungkung Rawan Tsunami, Warga Butuh Sosialisasi

Di klinik Polres Gianyar, Cok Raka diperiksa tim dokter Polres. Bahkan, korban sampai diberikan nafas bantuan berupa oksigen.

Tak lama setelah itu, Cok Raka mengaku tampak lebih segar dan keluar dari klinik. Namun, kesehatan Cok Raka belum pulih.

Di depan gedung Polres, Cok Raka yang jalan keluar klinik langsung ambruk. Pihak petugas medis pun langsung mengevakuasinya dan memasukkan Cok Raka ke dalam mobil ambulance Polres Gianyar.

“Langsung dibawa ke rumah sakit dan ditangani oleh tim medis,” ujarnya. Sampai di rumah sakit, Cok Raka tidak bisa diselamatkan. Nyawanya tidak bisa tertolong lagi.

Cok Raka dinyatakan meninggal dunia. “Ini sudah takdir, tidak ada yang bisa melawan. Dari kepolisian sudah menangani, bahkan sudah dibawa ke rumah sakit juga,” tukas Djoni.

Baca Juga:  Bahas Kepesertaan & Pelayanan JKN–KIS, BPJS Minta Dukungan Pemerintah

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/