alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Terungkap, Kerukan Pelabuhan Benoa Dibawa ke Proyek PKB di Klungkung

DENPASAR – Teka teki kemana material hasil pengerukan di Pelabuhan Benoa, Denpasar yang saat ini tengah membangun Bali Maritime Tourism Hub akhirnya terjawab.

 

Ternyata, hasil kerukan tersebut akan dibawa untuk pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung.

 

Sebelumya, aktivitis lingkungan, Iwan Dewantama mengatakan pihak pengelola (Pelindo) diisukan sempat menolak hasil kerukan sidementasi tersebut untuk dibawa ke PKB. Hal ini membuat pihaknya geleng-geleng kepala.

 

“Pihak Pelindo mentang-mentang jadi BUMN jangan semena-mena di Bali. Hasil kerukan itu mau dibuang kemana? Jangan sampai ke tengah laut. Sebab, jika dibuang ditengah laut, sendimennya kemana-mana. Dampaknya pun kemana-mana,” ujarnya pada Rabu (29/12/2021).

 

Namun teka-teki itu kini sudah terjawab bahwa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menjalin kerjasama dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) untuk memanfaatkan Material Hasil Pengerukan di Pelabuhan Benoa tersebut.

Baca Juga:  Masa Pendukung JRX Tantang Koster. Siapa Paling Gentle?

 

Gubernur Bali Wayan Koster pun mengaku senang dengan kerjasama ini, dimana nantinya akan dimanfaatkan untuk pematangan lahan di Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung.

 

“Saya mengucapkan terima kasih karena telah berhasil merealisasikan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) dengan Pemerintah Provinsi Bali berkaitan dengan Pemanfaatan Material Hasil Pengerukan.

 

Tentu ini didasarkan pada satu kepentingan bersama, karena apa yang direncanakan oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Persero), pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub memang saya dukung penuh sejak awal,” jelasnya.

 

Dikatakan Gubernur Koster, program ini harus berjalan dengan lancar dan sukses, tepat waktu terlebih ada dorongan agar bisa menjadi showcase G20 pada tahun 2022. Karena itu, apa yang akan dijalankan oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) dikatakan Gubernur Koster harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. 

Baca Juga:  3 Lab Beroperasi, Koster: Tak Perlu Rapid Test, Bisa Langsung Uji Swab

 

“Termasuk percepatan pengerukannya, karena akan menentukan tahapan pekerjaan berikutnya. Jadi jangan sampai terganggu,

 

Saya sangat memahami kendala-kendala teknis yang dihadapi dan semua harus bekerjasama untuk menyelesaikannya. Dalam kaitan dengan Pemanfaatan Material Hasil Pengerukan ini, kami tengah membangun kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung yang memerlukan material untuk pematangan lahan,” ujarnya.


DENPASAR – Teka teki kemana material hasil pengerukan di Pelabuhan Benoa, Denpasar yang saat ini tengah membangun Bali Maritime Tourism Hub akhirnya terjawab.

 

Ternyata, hasil kerukan tersebut akan dibawa untuk pembangunan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Klungkung.

 

Sebelumya, aktivitis lingkungan, Iwan Dewantama mengatakan pihak pengelola (Pelindo) diisukan sempat menolak hasil kerukan sidementasi tersebut untuk dibawa ke PKB. Hal ini membuat pihaknya geleng-geleng kepala.

 

“Pihak Pelindo mentang-mentang jadi BUMN jangan semena-mena di Bali. Hasil kerukan itu mau dibuang kemana? Jangan sampai ke tengah laut. Sebab, jika dibuang ditengah laut, sendimennya kemana-mana. Dampaknya pun kemana-mana,” ujarnya pada Rabu (29/12/2021).

 

Namun teka-teki itu kini sudah terjawab bahwa, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menjalin kerjasama dengan PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) untuk memanfaatkan Material Hasil Pengerukan di Pelabuhan Benoa tersebut.

Baca Juga:  Pencopotan Jabatan Perbekel Celukan Bawang Tinggal Selangkah

 

Gubernur Bali Wayan Koster pun mengaku senang dengan kerjasama ini, dimana nantinya akan dimanfaatkan untuk pematangan lahan di Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung.

 

“Saya mengucapkan terima kasih karena telah berhasil merealisasikan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Antara PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) dengan Pemerintah Provinsi Bali berkaitan dengan Pemanfaatan Material Hasil Pengerukan.

 

Tentu ini didasarkan pada satu kepentingan bersama, karena apa yang direncanakan oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Persero), pengembangan Pelabuhan Benoa menjadi Bali Maritime Tourism Hub memang saya dukung penuh sejak awal,” jelasnya.

 

Dikatakan Gubernur Koster, program ini harus berjalan dengan lancar dan sukses, tepat waktu terlebih ada dorongan agar bisa menjadi showcase G20 pada tahun 2022. Karena itu, apa yang akan dijalankan oleh PT. Pelabuhan Indonesia (Persero) dikatakan Gubernur Koster harus mendapatkan dukungan dari semua pihak. 

Baca Juga:  Api di Puncak Gunung Batukaru Padam, Warga Diimbau Tetap Waspada

 

“Termasuk percepatan pengerukannya, karena akan menentukan tahapan pekerjaan berikutnya. Jadi jangan sampai terganggu,

 

Saya sangat memahami kendala-kendala teknis yang dihadapi dan semua harus bekerjasama untuk menyelesaikannya. Dalam kaitan dengan Pemanfaatan Material Hasil Pengerukan ini, kami tengah membangun kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Kabupaten Klungkung yang memerlukan material untuk pematangan lahan,” ujarnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/