alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Muncul Klaster LPD, Covid Melonjak Lagi, Ini Respons Tegas Bupati PAS

SINGARAJA – Pemerintah Kabupaten Buleleng memutuskan kembali melakukan pembatasan aktivitas.

Pemerintah menyebut pembatasan itu sebagai “pengawasan dan pengendalian kegiatan” – kata lain dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pengawasan dan pengendalian kegiatan itu diberlakukan, gara-gara ada lonjakan kasus di kedua desa tersebut.

Data Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng menunjukkan, pada Sabtu (30/1) lalu terjadi lonjakan hingga 52 kasus. Peningkatan tertinggi terjadi di Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sukasada.

Di kedua kecamatan itu masing-masing terjadi penambahan sebanyak 17 kasus. Lonjakan yang tinggi itu memaksa satgas melakukan rapat darurat. Rapat dilangsungkan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng kemarin.

Rapat dipimpin Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dalam rapat itu, pemerintah memutuskan melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, dan Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada.

Pengawasan dan pengendalian di Desa Pegadungan langsung berada di bawah supervisi satgas kabupaten. Sementara di Desa Bengkel, diserahkan pada Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Busungbiu.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengungkapkan, di Desa Pegadungan ditemukan klaster baru. Yakni klaster LPD Desa Adat Pegadungan.

Klaster ini berawal dari seorang pegawai LPD yang terkonfirmasi positif covid-19. Pegawai itu mengalami gejala kehilangan indera perasa dan indera penciuman.

Setelah dinyatakan positif, tim melakukan tracing. Sehingga ditemukan tambahan 9 orang. Terdiri dari 3 orang keluarga pegawai LPD, dan 6 orang rekan kerjanya.

Setelah dilakukan tracing kembali, ternyata para pegawai LPD juga menularkan covid-19 ke keluarganya. Sehingga dari klaster LPD Pegadungan saja, ditemukan 25 orang yang terkonfirmasi positif.

“Ada pegawai LPD-nya, ada keluarga pegawai LPD. Ini awalnya ada pegawai LPD datang ke acara pernikahan. Kemudian terkonfirmasi positif.

Ini terus kami kembangkan. Ada 29 orang lagi yang harus dilakukan tracing. Saya minta hari ini segera dilakukan rapid test,” kata Bupati Agus.

Sementara itu di Desa Bengkel, satgas menemukan klaster keluarga. Awalnya salah seorang warga menghadiri upacara adat.

Saat kembali ke desanya, ternyata warga itu dinyatakan terkonfirmasi positif. Selain itu 4 orang anggota keluarganya juga dinyatakan terkonfirmasi positif.

Tim surveillance tengah melakukan tracing terhadap 9 orang warga lainnya. Hasil swab diharapkan keluar selambat-lambatnya pada Senin (1/2) mendatang. 



SINGARAJA – Pemerintah Kabupaten Buleleng memutuskan kembali melakukan pembatasan aktivitas.

Pemerintah menyebut pembatasan itu sebagai “pengawasan dan pengendalian kegiatan” – kata lain dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pengawasan dan pengendalian kegiatan itu diberlakukan, gara-gara ada lonjakan kasus di kedua desa tersebut.

Data Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng menunjukkan, pada Sabtu (30/1) lalu terjadi lonjakan hingga 52 kasus. Peningkatan tertinggi terjadi di Kecamatan Buleleng dan Kecamatan Sukasada.

Di kedua kecamatan itu masing-masing terjadi penambahan sebanyak 17 kasus. Lonjakan yang tinggi itu memaksa satgas melakukan rapat darurat. Rapat dilangsungkan di Rumah Jabatan Bupati Buleleng kemarin.

Rapat dipimpin Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Dalam rapat itu, pemerintah memutuskan melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan di Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, dan Desa Pegadungan, Kecamatan Sukasada.

Pengawasan dan pengendalian di Desa Pegadungan langsung berada di bawah supervisi satgas kabupaten. Sementara di Desa Bengkel, diserahkan pada Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Busungbiu.

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengungkapkan, di Desa Pegadungan ditemukan klaster baru. Yakni klaster LPD Desa Adat Pegadungan.

Klaster ini berawal dari seorang pegawai LPD yang terkonfirmasi positif covid-19. Pegawai itu mengalami gejala kehilangan indera perasa dan indera penciuman.

Setelah dinyatakan positif, tim melakukan tracing. Sehingga ditemukan tambahan 9 orang. Terdiri dari 3 orang keluarga pegawai LPD, dan 6 orang rekan kerjanya.

Setelah dilakukan tracing kembali, ternyata para pegawai LPD juga menularkan covid-19 ke keluarganya. Sehingga dari klaster LPD Pegadungan saja, ditemukan 25 orang yang terkonfirmasi positif.

“Ada pegawai LPD-nya, ada keluarga pegawai LPD. Ini awalnya ada pegawai LPD datang ke acara pernikahan. Kemudian terkonfirmasi positif.

Ini terus kami kembangkan. Ada 29 orang lagi yang harus dilakukan tracing. Saya minta hari ini segera dilakukan rapid test,” kata Bupati Agus.

Sementara itu di Desa Bengkel, satgas menemukan klaster keluarga. Awalnya salah seorang warga menghadiri upacara adat.

Saat kembali ke desanya, ternyata warga itu dinyatakan terkonfirmasi positif. Selain itu 4 orang anggota keluarganya juga dinyatakan terkonfirmasi positif.

Tim surveillance tengah melakukan tracing terhadap 9 orang warga lainnya. Hasil swab diharapkan keluar selambat-lambatnya pada Senin (1/2) mendatang. 



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/