alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Peningkatan Kasus Covid-19 di Jembrana Didominasi Tanpa Gejala

NEGARA – Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana, selama bulan Januari ini merupakan kasus positif yang tidak gejala atau asimtomatik. Karena itu, penanganan penyembuhan dari Covid-19 dengan isolasi terpusat, bukan di rumah sakit. Sehingga kondisi tersebut membuat tempat isolasi terpusat di Jembrana mulai kurang.

 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana memang ada peningkatan signifikan dalam sebulan terakhir. Tetapi tidak semua mengalami gejala, sebagian besar kasus tanpa gejala atau asimtomatik.

 

“Pasien positif yang di rawat di rumah sakit sedikit, itu juga ada penyakit bawaan,” jelasnya.

 

Bupati yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana menambahkan, meski ada kenaikan kasus yang signifikan, bupati mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Jangan menyepelekan Covid-19.

Baca Juga:  Pulang Belanja, Tertimpa Buah Kelapa, Sepiasih Kritis di RS Sanglah

- Advertisement -

Terpenting adalah, masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin agar tidak mudah tertular virus.

 

Dengan lonjakan kasus signifikan tersebut, Satgas sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat bagi warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak memiliki gejala. Penanganan lain, akan menggalakkan lagi penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan sidak protokol kesehatan di fasilitas umum.

 

“Kita sudah sepakat, akan gerak. Walau tidak terlalu bahaya, kenaikan kasus ini tidak baik,” terangnya.

 

Menyikapi kenaikan kasus terkonfirmasi positif dan semakin berkurangnya tempat isolasi, satgas sudah menyiapkan sejumlah tempat untuk isolasi terpusat agar tidak ada warga yang positif menjalani isolasi mandiri.

 

“Tempat isoter aman,” tegasnya.

Baca Juga:  Kasus Covid-19 di Jembrana Naik Lagi, BIN Ikut Turun Tangan
- Advertisement -

NEGARA – Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana, selama bulan Januari ini merupakan kasus positif yang tidak gejala atau asimtomatik. Karena itu, penanganan penyembuhan dari Covid-19 dengan isolasi terpusat, bukan di rumah sakit. Sehingga kondisi tersebut membuat tempat isolasi terpusat di Jembrana mulai kurang.

 

Bupati Jembrana I Nengah Tamba mengatakan, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana memang ada peningkatan signifikan dalam sebulan terakhir. Tetapi tidak semua mengalami gejala, sebagian besar kasus tanpa gejala atau asimtomatik.

 

“Pasien positif yang di rawat di rumah sakit sedikit, itu juga ada penyakit bawaan,” jelasnya.

 

Bupati yang juga ketua Satgas Penanganan Covid-19 Jembrana menambahkan, meski ada kenaikan kasus yang signifikan, bupati mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Jangan menyepelekan Covid-19.

Baca Juga:  Galungan, Skor Kasus Baru dan Sembuh Covid-19 di Jembrana 0-0

Terpenting adalah, masyarakat melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin agar tidak mudah tertular virus.

 

Dengan lonjakan kasus signifikan tersebut, Satgas sudah menyiapkan tempat isolasi terpusat bagi warga terkonfirmasi positif Covid-19 yang tidak memiliki gejala. Penanganan lain, akan menggalakkan lagi penyemprotan disinfektan, pembagian masker dan sidak protokol kesehatan di fasilitas umum.

 

“Kita sudah sepakat, akan gerak. Walau tidak terlalu bahaya, kenaikan kasus ini tidak baik,” terangnya.

 

Menyikapi kenaikan kasus terkonfirmasi positif dan semakin berkurangnya tempat isolasi, satgas sudah menyiapkan sejumlah tempat untuk isolasi terpusat agar tidak ada warga yang positif menjalani isolasi mandiri.

 

“Tempat isoter aman,” tegasnya.

Baca Juga:  ORI Minta Saber Pungli Sasar Aparat Negara, Bukan Hanya Desa Adat

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/