alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Naik Motor Tanpa Helm, Adu Jangkrik, Satu Tewas, Empat Luka-luka

SAMBIRENTENG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Singaraja-Amlapura. Kecelakaan terjadi di KM 40 wilayah Banjar Dinas Geretek, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula.

Akibatnya, seorang pengemudi sepeda motor meninggal, dan empat orang lainnya dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Dua unit sepeda motor terlibat kecelakaan adu jangkrik. Pengemudi maupun penumpang sepeda motor, seluruhnya masih tinggal satu wilayah di Desa Sambirenteng.

Bahkan, sama-sama berasal dari Banjar Dinas Geretek. Menurut informasi, kecelakaan berawal saat sepeda motor DK 4996 UN

yang dikemudikan Kadek Suastika, 27, warga Sambirenteng melaju dari arah timur (Karangasem, Red) menuju ke barat (Singaraja, Red).

Pada lajur berlawanan, muncul sepeda motor DK 7122 HJ yang dikemudikan Kadek Mei Erawati, 16, warga Sambirenteng.

Dia membonceng beberapa kerabatnya. Yakni Luh Dera Anggarani, 10; Made Dima Narendra, 5; serta Kadek Mahardika, 4. Seluruhnya warga Desa Sambirenteng.

Baca Juga:  Sampah TPA Bengkala Kembali Terbakar, Wabup Sutjindra Turun Tangan

Entah mengapa, tiba-tiba kedua sepeda motor terlibat kecelakaan adu jangkrik. Tak pelak seluruh pengemudi maupun penumpang terlempar dari kendaraannya.

Sepeda motor yang terlibat kecelakaan, mengalami rusak berat. Seluruh korban mengalami cedera kepala. Penyebabnya, tak seorang pun yang terlibat kecelakaan, mengenakan helm.

“Penyebab pasti kecelakaan belum bisa kami jelaskan. Kami masih melakukan analisa terhadap hasil olah TKP.

Saksi-saksi di TKP juga belum bisa menjelaskan secara detail, karena tidak melihat langsung kejadian,” kata Wakapolres Buleleng Kompol Ronny Riantoko.

Akibatnya korban Kadek Suastika yang mengemudikan sepeda motor DK 4996 UN, sempat dilarikan ke RSUD Buleleng.

Namun korban telah dinyatakan meninggal saat sampai di rumah sakit. Suastika diduga mengalami cedera kepala berat, serta luka robek pada bagian kaki dan tangan.

Baca Juga:  Nekat, Transaksi Narkoba Dekat Kantor Kehutanan, Dua Orang Diciduk

Penumpang sepeda motor, Luh Dera Anggarini, mengalami luka robek dan cedera kepala berat. Korban sempat dilarikan ke RSU Kerta Usada, namun harus dirujuk ke RS Sanglah Denpasar.

Tiga orang lainnya, masing-masing Kadek Mei Erawati, Made Dima Narendra, serta Kadek Mahardika, tengah menjalani perawatan intensif di RSU Kerta Usada Singaraja. Ketiganya diduga mengalami cedera kepala.

“Kami himbau masyarakat tetap menggunakan helm saat berkendara. Meski alasan jaraknya dekat atau segala macam, helm wajib dikenakan.

Karena potensi kecelakaan selalu ada. Ini sekaligus menghindari resiko luka yang fatal akibat kecelakaan,” himbau Ronny. 



SAMBIRENTENG – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Singaraja-Amlapura. Kecelakaan terjadi di KM 40 wilayah Banjar Dinas Geretek, Desa Sambirenteng, Kecamatan Tejakula.

Akibatnya, seorang pengemudi sepeda motor meninggal, dan empat orang lainnya dalam perawatan intensif di rumah sakit.

Dua unit sepeda motor terlibat kecelakaan adu jangkrik. Pengemudi maupun penumpang sepeda motor, seluruhnya masih tinggal satu wilayah di Desa Sambirenteng.

Bahkan, sama-sama berasal dari Banjar Dinas Geretek. Menurut informasi, kecelakaan berawal saat sepeda motor DK 4996 UN

yang dikemudikan Kadek Suastika, 27, warga Sambirenteng melaju dari arah timur (Karangasem, Red) menuju ke barat (Singaraja, Red).

Pada lajur berlawanan, muncul sepeda motor DK 7122 HJ yang dikemudikan Kadek Mei Erawati, 16, warga Sambirenteng.

Dia membonceng beberapa kerabatnya. Yakni Luh Dera Anggarani, 10; Made Dima Narendra, 5; serta Kadek Mahardika, 4. Seluruhnya warga Desa Sambirenteng.

Baca Juga:  Lagi Asyik Ngefly Sabu Bareng Sepupu, DPO Terpidana Narkoba Diringkus

Entah mengapa, tiba-tiba kedua sepeda motor terlibat kecelakaan adu jangkrik. Tak pelak seluruh pengemudi maupun penumpang terlempar dari kendaraannya.

Sepeda motor yang terlibat kecelakaan, mengalami rusak berat. Seluruh korban mengalami cedera kepala. Penyebabnya, tak seorang pun yang terlibat kecelakaan, mengenakan helm.

“Penyebab pasti kecelakaan belum bisa kami jelaskan. Kami masih melakukan analisa terhadap hasil olah TKP.

Saksi-saksi di TKP juga belum bisa menjelaskan secara detail, karena tidak melihat langsung kejadian,” kata Wakapolres Buleleng Kompol Ronny Riantoko.

Akibatnya korban Kadek Suastika yang mengemudikan sepeda motor DK 4996 UN, sempat dilarikan ke RSUD Buleleng.

Namun korban telah dinyatakan meninggal saat sampai di rumah sakit. Suastika diduga mengalami cedera kepala berat, serta luka robek pada bagian kaki dan tangan.

Baca Juga:  Abaikan Kritik, Wagub Ngotot Bandara Buleleng Dibangun Diatas Laut

Penumpang sepeda motor, Luh Dera Anggarini, mengalami luka robek dan cedera kepala berat. Korban sempat dilarikan ke RSU Kerta Usada, namun harus dirujuk ke RS Sanglah Denpasar.

Tiga orang lainnya, masing-masing Kadek Mei Erawati, Made Dima Narendra, serta Kadek Mahardika, tengah menjalani perawatan intensif di RSU Kerta Usada Singaraja. Ketiganya diduga mengalami cedera kepala.

“Kami himbau masyarakat tetap menggunakan helm saat berkendara. Meski alasan jaraknya dekat atau segala macam, helm wajib dikenakan.

Karena potensi kecelakaan selalu ada. Ini sekaligus menghindari resiko luka yang fatal akibat kecelakaan,” himbau Ronny. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/