alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Giliran Ternak Sapi Milik Warga Gerokgak Buleleng Mati Misterius

GEROKGAK Kematian ternak sapi secara misterius kembali terulang. Setelah terjadi di Karangasem dan Buleleng timur, kejadian serupa kembali terjadi.

Kali ini menyasar Buleleng bagian barat. Sapi-sapi milik peternak Desa Sanggah Langit, Gerokgak, dilaporkan mati secara misterius.

Hewan ternak yang mati itu rata-rata berusia 1 – 3 bulan alias anak sapi yang biasa disebut dengan godel.

’’Sudah ada sekitar 5 ekor anak sapi (godel) milik warga yang mati tidak wajar belakangan ini,’’ kata Komang Dana, warga Banjar Dinas Taman Sari, Desa Sanggah Langit, Gerokgak yang juga sapi miliknya mati mengenaskan.

Sapi miliknya diketahui mati secara mendadak Kamis pagi (29/8) lalu sekitar pukul 06.00. Kala itu dia akan memberikan pakan sapi di kandang.

Baca Juga:  Cari Makan di Tegalan, Dua Ekor Sapi Warga Blahbatuh Raib Misterius

Namun, malah melihat anak sapi yang baru berusia 3 bulan itu mati dengan penyebab tidak jelas. Penyebab kematian sapi miliknya belum diketahui secara pasti.

Tapi, menurut Komang Dana, melihat sapi yang mati ada bekas luka di bagian ekor belakang sebelah kanan, kemungkinan karena gigitan binatang buas.

Menurut Dana, kematian sapi kemungkinan terjadi pada malam hari. Disamping itu pula lokasi pemiliharaan sapi yang cukup jauh dari rumah warga sehingga banyak warga yang tidak mengetahui

Karena peternak setempat mulai resah dengan kejadian ini, sapi-sapi yang ada di areal perkebunan itu kemudian dipindahkan ke rumah masing-masing untuk mengantisipasi serupa tidak terulang.

“Saat ini baru ada lima warga desa yang mengalami kejadian aneh ini. Yakni warga atas nama Made Mustiada, Wayan Tambun, Made Siram dan Made Catri dan Komang Dana,” terangnya.

Baca Juga:  Kematian Hewan Ternak di Buleleng Misterius, Peternak Ogah Melapor

Komang Dana menambahkan, hampir 19 tahun dia pelihara sapi, kejadian aneh sapi yang mati tidak wajar baru pertama kali terjadi di desanya.

“Kejadian misterius anak sapi yang mengalami kematian secara tidak wajar kami sudah dilaporkan kepada pemerintah desa dan masih diselidiki,” tandasnya.



GEROKGAK Kematian ternak sapi secara misterius kembali terulang. Setelah terjadi di Karangasem dan Buleleng timur, kejadian serupa kembali terjadi.

Kali ini menyasar Buleleng bagian barat. Sapi-sapi milik peternak Desa Sanggah Langit, Gerokgak, dilaporkan mati secara misterius.

Hewan ternak yang mati itu rata-rata berusia 1 – 3 bulan alias anak sapi yang biasa disebut dengan godel.

’’Sudah ada sekitar 5 ekor anak sapi (godel) milik warga yang mati tidak wajar belakangan ini,’’ kata Komang Dana, warga Banjar Dinas Taman Sari, Desa Sanggah Langit, Gerokgak yang juga sapi miliknya mati mengenaskan.

Sapi miliknya diketahui mati secara mendadak Kamis pagi (29/8) lalu sekitar pukul 06.00. Kala itu dia akan memberikan pakan sapi di kandang.

Baca Juga:  RSUD Buleleng Dijatah Generator Oksigen

Namun, malah melihat anak sapi yang baru berusia 3 bulan itu mati dengan penyebab tidak jelas. Penyebab kematian sapi miliknya belum diketahui secara pasti.

Tapi, menurut Komang Dana, melihat sapi yang mati ada bekas luka di bagian ekor belakang sebelah kanan, kemungkinan karena gigitan binatang buas.

Menurut Dana, kematian sapi kemungkinan terjadi pada malam hari. Disamping itu pula lokasi pemiliharaan sapi yang cukup jauh dari rumah warga sehingga banyak warga yang tidak mengetahui

Karena peternak setempat mulai resah dengan kejadian ini, sapi-sapi yang ada di areal perkebunan itu kemudian dipindahkan ke rumah masing-masing untuk mengantisipasi serupa tidak terulang.

“Saat ini baru ada lima warga desa yang mengalami kejadian aneh ini. Yakni warga atas nama Made Mustiada, Wayan Tambun, Made Siram dan Made Catri dan Komang Dana,” terangnya.

Baca Juga:  Satu Warga Sakah Sukawati Susul Empat Kerabatnya Meninggal Misterius

Komang Dana menambahkan, hampir 19 tahun dia pelihara sapi, kejadian aneh sapi yang mati tidak wajar baru pertama kali terjadi di desanya.

“Kejadian misterius anak sapi yang mengalami kematian secara tidak wajar kami sudah dilaporkan kepada pemerintah desa dan masih diselidiki,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/