alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Covid-19 Melonjak, Klinik Pembelajaran Siswa di Jembrana Bisa Disetop

NEGARA —Klinik pembelajaran siswa yang dilakukan di sekolah dievaluasi karena kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana meningkat drastis. Evaluasi pelaksanaan klinik pembelajaran akan menyesuaikan kondisi di lapangan, jika tidak memungkinkan lagi dilanjutkan akan ditunda atau dihentikan sementara.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Jembrana, I Nyoman Wenten mengatakan, klinik pembelajaran di sekolah untuk siswa yang mengalami kesulitan perangkat gawai untuk mengikuti kelas daring. Klinik pembelajaran jumlah siswa yang mengikuti diatur maksimal lima orang dalam satu kelas. 

“Klinik pembelajaran hanya untuk siswa yang tidak punya perangkat HP dan akses internet,” terangnya.

Klinik pembelajaran ini, hanya sekitar 30 menit dalam kelas. Berbeda dengan kegiatan pembelajaran tatap muka yang berlangsung lama. 

Baca Juga:  Sempat Ditutup, Kasus Covid Naik, Ruang Isolasi RSU Negara Dibuka Lagi

“Klinik pembelajaran ini untuk konsultasi siswa yang mengalami kesulitan siswa,” ungkapnya.

Sekolah yang melaksanakan klinik pembelajaran ini, sesuai dengan pemetaan sekolah yang siswanya tidak memiliki akses internet, baik SD maupun SMP. Sehingga, siswanya bisa datang ke klinik pembelajaran dan tanpa menggunakan seragam sekolah seperti pembelajaran tatap muka. 

“Kegiatan klinik pembelajaran ini juga atas izin orang tua siswa, karena semua syarat harus terpenuhi,” terangnya.

Kegiatan pembelajaran tatap muka masuk belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu simulasi dan evaluasi. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka harus memenuhi tahapan yang harus dipenuhi, salah satunya sekolah menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan.

Baca Juga:  Aneh! Belasan Kambing Bantuan Pemkab Mendadak Banyak Mati, Kok Bisa?

Karena kasus Covif-19 di Jembrana mengalami peningkatan drastis, evaluasi untuk klinik pembelajaran dan rencana kegiatan belajar tatap muka akan dievaluasi. Dinas pendidikan akan melakukan evaluasi bersama lintas sektor, untuk mendapat pertimbangan rencana kegiatan belajar tatap muka.

“Karena situasi ada peningkatan kasus, rencana simulasi belum kita laksanakan, tunggu hasil evaluasinya,” terangnya.



NEGARA —Klinik pembelajaran siswa yang dilakukan di sekolah dievaluasi karena kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana meningkat drastis. Evaluasi pelaksanaan klinik pembelajaran akan menyesuaikan kondisi di lapangan, jika tidak memungkinkan lagi dilanjutkan akan ditunda atau dihentikan sementara.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Jembrana, I Nyoman Wenten mengatakan, klinik pembelajaran di sekolah untuk siswa yang mengalami kesulitan perangkat gawai untuk mengikuti kelas daring. Klinik pembelajaran jumlah siswa yang mengikuti diatur maksimal lima orang dalam satu kelas. 

“Klinik pembelajaran hanya untuk siswa yang tidak punya perangkat HP dan akses internet,” terangnya.

Klinik pembelajaran ini, hanya sekitar 30 menit dalam kelas. Berbeda dengan kegiatan pembelajaran tatap muka yang berlangsung lama. 

Baca Juga:  Miris, Karangasem Krisis Ratusan Guru SD dan SMP

“Klinik pembelajaran ini untuk konsultasi siswa yang mengalami kesulitan siswa,” ungkapnya.

Sekolah yang melaksanakan klinik pembelajaran ini, sesuai dengan pemetaan sekolah yang siswanya tidak memiliki akses internet, baik SD maupun SMP. Sehingga, siswanya bisa datang ke klinik pembelajaran dan tanpa menggunakan seragam sekolah seperti pembelajaran tatap muka. 

“Kegiatan klinik pembelajaran ini juga atas izin orang tua siswa, karena semua syarat harus terpenuhi,” terangnya.

Kegiatan pembelajaran tatap muka masuk belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu simulasi dan evaluasi. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka harus memenuhi tahapan yang harus dipenuhi, salah satunya sekolah menyediakan sarana dan prasarana protokol kesehatan.

Baca Juga:  Sempat Ditutup, Kasus Covid Naik, Ruang Isolasi RSU Negara Dibuka Lagi

Karena kasus Covif-19 di Jembrana mengalami peningkatan drastis, evaluasi untuk klinik pembelajaran dan rencana kegiatan belajar tatap muka akan dievaluasi. Dinas pendidikan akan melakukan evaluasi bersama lintas sektor, untuk mendapat pertimbangan rencana kegiatan belajar tatap muka.

“Karena situasi ada peningkatan kasus, rencana simulasi belum kita laksanakan, tunggu hasil evaluasinya,” terangnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/