alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Selain Solusi Atasi Krisis Air, Berharap Jadi Pioneer Pemanfaatan EBT

SEMPAT gagal karena terkendala pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19), Minggu lalu (29/8/2021) lalu, Pemerintah Australia akhirnya menyerahkan mesin atau alat desalinasi tenaga surya pertama untuk pemerintah Indonesia di Pulau Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

Mesin desalinasi atau alat reverse osmosis (Pengubah air laut menjadi air tawar) dari Moerk Water, salah satu perusahaan teknologi air Australia ini dikirim khusus untuk warga Lembongan. Seperti apa?

 

KEDATANGAN mesin desalinasi bantuan atau hibah Pemerintah Australia, ini disambut baik pemerintah dan masyarakat Klungkung, Bali, khususnya warga Nusa Lembongan.

Warga dan pemerintah daerah menyambut baik, karena hadirnya alat pengubah air laut menjadi air tawar bertenaga surya pertama di Lembongan buatan Negeri Kanguru ini mampu menjawab krisis air di daerah mereka.

Bahkan bukan hanya menjadi solusi atasi krisis air, hadirnya alat pengolah air bertenaga surya ini juga bagian dari inovasi pemanfaatan energi bersih serta konservasi energi baru terbarukan (EBT) secara massal atau komunal.

Baca Juga:  Kendaraan Pribadi Mulai Padati Pintu Masuk Pelabuhan Gilimanuk

Seperti disampaikan Perwira Pelaksana (Palaksa) Letkol Laut (P) Agus Ali Hardono, S.E., M.Tr.Hanla,.

- Advertisement -

Mewakili Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, S.T., M.A.P., ia menjelaskan, jika alat desalinasi yang dipasang di Yayasan Pendidikan Wisata Darma Bali (SMA Wisata Darma) Pulau Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali ini akan menghasilkan 150 liter air minum bersih per jam.

Bahkan dengan mesin atau alat ini, air hasil olahan ini akan mampu menyuplai kebutuhan 500 orang setiap hari. 

“Selain memberikan bantuan alat, mereka nantinya juga akan melatih masyarakat setempat (Warga Nusa Lembongan)  tentang cara menggunakan mesin desalinasi mereka sendiri,”terang Agus Handoko di sela kegiatan embarkasi droping zone alat desalinasi air di Pulau Nusa Lembongan.

Untuk itu, pihaknya berharap, dengan adanya alat desalinasi air bertenaga surya ini, nantinya penggunaan alat ini bisa menjadi cikal bakal atau pioneer percontohan bagi daerah-daerah lain yang memiliki geografis seperti Nusa Lembongan, Klungkung untuk pemanfaatan sumber energi hijau atau energi bersih non fosil yang ramah terhadap lingkungan.

Baca Juga:  WASPADA! 83,8 Persen Kasus Penularan Covid-19 di Buleleng Melalui OTG

Lebih lanjut, ditambahkannya, TNI Angkatan Laut atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih atas bantuan mesin desalinasi air bertenaga surya dari Pemerintah Australia.

Selain itu, lanjutnya, ucapan terima kasih juga disampaikan dari Konsulat Jenderal Australia kepada Komandan IPE21, CDRE Mal Wise di kapal HMAS Canberra dan Pemerintah Indonesia, serta aparat TNI AL di Bali yang sudah membantu Surfrider Foundation untuk memberikan solusi berkelanjutan untuk air, listrik, dan sampah plastik ke Pulau Nusa Lembongan. 

“Salah satu prioritas kami adalah mendukung cara-cara inovatif untuk melindungi sumber daya alam dan mendukung pariwisata berkelanjutan di Bali. 

Ini adalah contoh persahabatan yang kuat antara komunitas Australia dan Bali serta kerja sama pertahanan Australia dan Pemerintah Indonesia yang bersatu dalam semangat bersama kita untuk laut dan lingkungan”terangnya. 

”Ini adalah inisiatif yang sangat baik, dan kami berharap dapat melihat dampak positif pada masyarakat di tahun-tahun mendatang,”tukasnya.(didik dwi praptono)

- Advertisement -

SEMPAT gagal karena terkendala pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19), Minggu lalu (29/8/2021) lalu, Pemerintah Australia akhirnya menyerahkan mesin atau alat desalinasi tenaga surya pertama untuk pemerintah Indonesia di Pulau Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali.

Mesin desalinasi atau alat reverse osmosis (Pengubah air laut menjadi air tawar) dari Moerk Water, salah satu perusahaan teknologi air Australia ini dikirim khusus untuk warga Lembongan. Seperti apa?

 

KEDATANGAN mesin desalinasi bantuan atau hibah Pemerintah Australia, ini disambut baik pemerintah dan masyarakat Klungkung, Bali, khususnya warga Nusa Lembongan.

Warga dan pemerintah daerah menyambut baik, karena hadirnya alat pengubah air laut menjadi air tawar bertenaga surya pertama di Lembongan buatan Negeri Kanguru ini mampu menjawab krisis air di daerah mereka.

Bahkan bukan hanya menjadi solusi atasi krisis air, hadirnya alat pengolah air bertenaga surya ini juga bagian dari inovasi pemanfaatan energi bersih serta konservasi energi baru terbarukan (EBT) secara massal atau komunal.

Baca Juga:  Soal Energi Bersih, Koster: Kalau Sekarang Dialihkan, Bali Bisa Gelap

Seperti disampaikan Perwira Pelaksana (Palaksa) Letkol Laut (P) Agus Ali Hardono, S.E., M.Tr.Hanla,.

Mewakili Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, S.T., M.A.P., ia menjelaskan, jika alat desalinasi yang dipasang di Yayasan Pendidikan Wisata Darma Bali (SMA Wisata Darma) Pulau Nusa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali ini akan menghasilkan 150 liter air minum bersih per jam.

Bahkan dengan mesin atau alat ini, air hasil olahan ini akan mampu menyuplai kebutuhan 500 orang setiap hari. 

“Selain memberikan bantuan alat, mereka nantinya juga akan melatih masyarakat setempat (Warga Nusa Lembongan)  tentang cara menggunakan mesin desalinasi mereka sendiri,”terang Agus Handoko di sela kegiatan embarkasi droping zone alat desalinasi air di Pulau Nusa Lembongan.

Untuk itu, pihaknya berharap, dengan adanya alat desalinasi air bertenaga surya ini, nantinya penggunaan alat ini bisa menjadi cikal bakal atau pioneer percontohan bagi daerah-daerah lain yang memiliki geografis seperti Nusa Lembongan, Klungkung untuk pemanfaatan sumber energi hijau atau energi bersih non fosil yang ramah terhadap lingkungan.

Baca Juga:  Ketut Dana Lemas usai Tertimbun Longsor Proyek Pemprov, Ini Kondisinya

Lebih lanjut, ditambahkannya, TNI Angkatan Laut atas nama Pemerintah Indonesia menyampaikan terima kasih atas bantuan mesin desalinasi air bertenaga surya dari Pemerintah Australia.

Selain itu, lanjutnya, ucapan terima kasih juga disampaikan dari Konsulat Jenderal Australia kepada Komandan IPE21, CDRE Mal Wise di kapal HMAS Canberra dan Pemerintah Indonesia, serta aparat TNI AL di Bali yang sudah membantu Surfrider Foundation untuk memberikan solusi berkelanjutan untuk air, listrik, dan sampah plastik ke Pulau Nusa Lembongan. 

“Salah satu prioritas kami adalah mendukung cara-cara inovatif untuk melindungi sumber daya alam dan mendukung pariwisata berkelanjutan di Bali. 

Ini adalah contoh persahabatan yang kuat antara komunitas Australia dan Bali serta kerja sama pertahanan Australia dan Pemerintah Indonesia yang bersatu dalam semangat bersama kita untuk laut dan lingkungan”terangnya. 

”Ini adalah inisiatif yang sangat baik, dan kami berharap dapat melihat dampak positif pada masyarakat di tahun-tahun mendatang,”tukasnya.(didik dwi praptono)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/