alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, July 7, 2022

Gunung Agung Turun Status, Posko Tabanan Suwung

RadarBali.com – Penurunan status Gunung Agung dari awas menjadi siaga secara umum tak mempengaruhi kembalinya pengungsi di Tabanan.

Meski demikian, salah satu Posko pengungsi yakni Posko Kecamatan Tabanan di Wantilan Desa Adat Tabanan sepi, karena pengungsi pulang kampung.

Camat Tabanan I Putu Arya Suta ketika dikonfirmasi mengakui Posko Kecamatan Tabanan saat ini tidak ada penghuni.

Kata dia, para pengungsi yang selama ini tinggal di posko pulang ke Karangasem seluruhnya. Bahkan, kata dia ini susah berlangsung sejak Kamis (26/10) saat Hari Sugihan Jawa.

“Tapi, katanya akan kembali ke Tabanan Lagi,” jelas Arya Senin (30/10). Menurut Arya, sebagian besar pengungsi di Kecamatan tinggal di rumah-rumah sanak familinya di Tabanan.

Meski status Gunung Agung susah turun, masih banyak yang bertahan di Kecamatan Tabanan. Sampai saat ini, masih tercatat ada 502 pengungsi di Kecamatan Tabanan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan Gusti Ngurah Made Sucita juga menegaskan, sampai saat ini jumlah pengungsi masih stagnan.

Belum ada gelombang pengungsi yang pulang kampung. Menurut dia, setiap pengungsi yang akan meninggalkan tempat pengungsian diwajibkan melapor ke posko terdekat untuk pendataan.

“Sampai sekarang, jumlah pengungsi yang terdata di Kabupaten Tabanan masih 4.072 orang,” jelas Sucita.  

Dari Pemkab Tabanan sendiri sebetulnya sudah menyiapkan armada bus Trans Serasi sebanyak tiga unit. Armada ini bisa digunakan untuk mengantarkan para pengungsi ke kampung halaman bila ada yang berniat kembali.

“Kami siap mengantarkan pengungsi menggunakan Bus Trans Serasi,” kata Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.

Menjelang Hari Raya Galungan, solidaritas bagi pengungsi juga berdatangan. Seperti di Desa Kukuh, Marga, Perbekel Kukuh menyerahkan bantuan seekor babi sebagai bekal untuk merayakan Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu (1/11).

Babi seberat 116 kilogram itu dipotong di kantor Perbekel Kukuh dan dagingnya dibagikan bagi pengungsi yang masih berada di Desa tersebut.

Menurut Perbekel Kukuh Made Sugianto, babi untuk pengungsi ini merupakan sumbangan dari warga Tabanan.

Kata dia, ini daging babi ini dibagikan kepada 17 Kepala keluarga yang bertahan di pengungsian.

“Hari ini (Senin, 30/10) bersamaan dengan pengejukan Galungan, ada sebagian yang pulang kampung. Hanya yang masih menetap yang bagian daging,” pungkas Sugianto.



RadarBali.com – Penurunan status Gunung Agung dari awas menjadi siaga secara umum tak mempengaruhi kembalinya pengungsi di Tabanan.

Meski demikian, salah satu Posko pengungsi yakni Posko Kecamatan Tabanan di Wantilan Desa Adat Tabanan sepi, karena pengungsi pulang kampung.

Camat Tabanan I Putu Arya Suta ketika dikonfirmasi mengakui Posko Kecamatan Tabanan saat ini tidak ada penghuni.

Kata dia, para pengungsi yang selama ini tinggal di posko pulang ke Karangasem seluruhnya. Bahkan, kata dia ini susah berlangsung sejak Kamis (26/10) saat Hari Sugihan Jawa.

“Tapi, katanya akan kembali ke Tabanan Lagi,” jelas Arya Senin (30/10). Menurut Arya, sebagian besar pengungsi di Kecamatan tinggal di rumah-rumah sanak familinya di Tabanan.

Meski status Gunung Agung susah turun, masih banyak yang bertahan di Kecamatan Tabanan. Sampai saat ini, masih tercatat ada 502 pengungsi di Kecamatan Tabanan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan Gusti Ngurah Made Sucita juga menegaskan, sampai saat ini jumlah pengungsi masih stagnan.

Belum ada gelombang pengungsi yang pulang kampung. Menurut dia, setiap pengungsi yang akan meninggalkan tempat pengungsian diwajibkan melapor ke posko terdekat untuk pendataan.

“Sampai sekarang, jumlah pengungsi yang terdata di Kabupaten Tabanan masih 4.072 orang,” jelas Sucita.  

Dari Pemkab Tabanan sendiri sebetulnya sudah menyiapkan armada bus Trans Serasi sebanyak tiga unit. Armada ini bisa digunakan untuk mengantarkan para pengungsi ke kampung halaman bila ada yang berniat kembali.

“Kami siap mengantarkan pengungsi menggunakan Bus Trans Serasi,” kata Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya.

Menjelang Hari Raya Galungan, solidaritas bagi pengungsi juga berdatangan. Seperti di Desa Kukuh, Marga, Perbekel Kukuh menyerahkan bantuan seekor babi sebagai bekal untuk merayakan Hari Raya Galungan yang jatuh pada Rabu (1/11).

Babi seberat 116 kilogram itu dipotong di kantor Perbekel Kukuh dan dagingnya dibagikan bagi pengungsi yang masih berada di Desa tersebut.

Menurut Perbekel Kukuh Made Sugianto, babi untuk pengungsi ini merupakan sumbangan dari warga Tabanan.

Kata dia, ini daging babi ini dibagikan kepada 17 Kepala keluarga yang bertahan di pengungsian.

“Hari ini (Senin, 30/10) bersamaan dengan pengejukan Galungan, ada sebagian yang pulang kampung. Hanya yang masih menetap yang bagian daging,” pungkas Sugianto.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/