alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Hotel & Restoran Segera Terima Hibah Pusat, Begini Cara Menghitungnya

GIANYAR- Pemerintah pusat (Kementerian Pariwisata) menggelontor dana hibah untuk stimulus bagi operasional hotel dan restoran di Gianyar sebesar Rp 135 miliar.

 

Dana hibah ratusan miliar itu rencananya akan diberikan bagi 1.850 pelaku usaha yang tertib/telah membayar pajak pada 2019.

 

Seperti disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar, Ngakan Ketut Jati Ambarsika.

 

“Data hotel dan restoran itu 1850, mereka yang sudah bayar pajak, kalau mereka tidak bayar pajak, ya tidak masuk. Ini berdasarkan  wajib pajak yang sudah membayar pajak di 2019. Kalau tidak bayar tidak masuk didata base,” ungkapnya.

 

Ditambahkan, sebelum melakukan pencairan, pemerintah terlebih dahulu akan melakukan verifikasi terkait perizinan bagi 1850 akomodasi yang sudah membayar pajak pada 2019.

Bila dari jumlah akomodasi itu ada yang bodong karena belum berizin, maka otomatis akan digugurkan sebagai penerima bantuan dana hibah.

Baca Juga:  Super Keren! Taksi Terbang EHANG 216 Kini Sudah Diujicoba di Bali

 

“Kalau tidak lengkap dan tidak bisa memberikan persyaratan (perizinan, red), ya tidak bisa dapat (bantuan dana hibah, red), gugur banyak (akomodasi bodong, red) yang gugur nanti,” jelasnya.

 

Dikatakan, pemerintah sendiri sudah menyiapkan penghitungan bagi penerima dana hibah yang telah memenuhi persyaratan.

 

Setiap hotel dan restoran akan menerima bantuan dengan nilai bervariasi.

 

“Nilainya rata-rata dari pembayaran pajak satu tahun, dikali empat. Kalau di Gianyar ada yang sampai 3 miliar per subjek, memang ada rumus khusus,” ungkapnya.

 

Sementara itu, terkait pemanfaatan dana hibah sebesar Rp 135 miliar yang digelontorkan ke Kabupaten Gianyar, Ambarsika menyebutkan bahwa dari total dana, hanya 70 persen dana hibah yang akan dibagi untuk 1.850 hotel dan restoran.

Baca Juga:  Parah… 36 WP Tunggak Pajak Miliaran Rupiah

 

Sedangkan 30 persen dari total dana hibah akan dikelola lewat APBD.

 

“30 persen kami kelola di APBD untuk kegiatan revitalisasi objek wisata,” ungkapnya.

 

Pihaknya berharap, melalui bantuan dana hibah ini, akan ada peningkatan perekonomian nasional. Apalagi akibat pandemi covid-19, sektor pariwisata sangat terdampak.

 

“Uang itu biar bergerak maka dikembalikan lagi kepada hotel dan restoran. Sekarang mereka tidak ada tamu, pastilah mereka kesulitan bahkan bisa bangkrut, maka pemerintah mencoba membantu sedikit pembiayaan mereka,” ujarnya.

 

Dana itu dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Mulai dari membantu operasional akomodasi, hingga gaji karyawan.

 

“Bisa untuk gaji karyawan, bisa untuk oprasional bayar listrik dan air, sudah ada rinciannya tergantung mereka mana lebih urgen pembiyaan agar tidak bangkrut. Kalau untuk konsumsi sendiri jelas tidak boleh,” pungkasnya.

 



GIANYAR- Pemerintah pusat (Kementerian Pariwisata) menggelontor dana hibah untuk stimulus bagi operasional hotel dan restoran di Gianyar sebesar Rp 135 miliar.

 

Dana hibah ratusan miliar itu rencananya akan diberikan bagi 1.850 pelaku usaha yang tertib/telah membayar pajak pada 2019.

 

Seperti disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar, Ngakan Ketut Jati Ambarsika.

 

“Data hotel dan restoran itu 1850, mereka yang sudah bayar pajak, kalau mereka tidak bayar pajak, ya tidak masuk. Ini berdasarkan  wajib pajak yang sudah membayar pajak di 2019. Kalau tidak bayar tidak masuk didata base,” ungkapnya.

 

Ditambahkan, sebelum melakukan pencairan, pemerintah terlebih dahulu akan melakukan verifikasi terkait perizinan bagi 1850 akomodasi yang sudah membayar pajak pada 2019.

Bila dari jumlah akomodasi itu ada yang bodong karena belum berizin, maka otomatis akan digugurkan sebagai penerima bantuan dana hibah.

Baca Juga:  Parah… 36 WP Tunggak Pajak Miliaran Rupiah

 

“Kalau tidak lengkap dan tidak bisa memberikan persyaratan (perizinan, red), ya tidak bisa dapat (bantuan dana hibah, red), gugur banyak (akomodasi bodong, red) yang gugur nanti,” jelasnya.

 

Dikatakan, pemerintah sendiri sudah menyiapkan penghitungan bagi penerima dana hibah yang telah memenuhi persyaratan.

 

Setiap hotel dan restoran akan menerima bantuan dengan nilai bervariasi.

 

“Nilainya rata-rata dari pembayaran pajak satu tahun, dikali empat. Kalau di Gianyar ada yang sampai 3 miliar per subjek, memang ada rumus khusus,” ungkapnya.

 

Sementara itu, terkait pemanfaatan dana hibah sebesar Rp 135 miliar yang digelontorkan ke Kabupaten Gianyar, Ambarsika menyebutkan bahwa dari total dana, hanya 70 persen dana hibah yang akan dibagi untuk 1.850 hotel dan restoran.

Baca Juga:  Zero Dolar Tour Jadi Pemicu, GIPI: Kita Kehilangan Devisa USD 260 Juta

 

Sedangkan 30 persen dari total dana hibah akan dikelola lewat APBD.

 

“30 persen kami kelola di APBD untuk kegiatan revitalisasi objek wisata,” ungkapnya.

 

Pihaknya berharap, melalui bantuan dana hibah ini, akan ada peningkatan perekonomian nasional. Apalagi akibat pandemi covid-19, sektor pariwisata sangat terdampak.

 

“Uang itu biar bergerak maka dikembalikan lagi kepada hotel dan restoran. Sekarang mereka tidak ada tamu, pastilah mereka kesulitan bahkan bisa bangkrut, maka pemerintah mencoba membantu sedikit pembiayaan mereka,” ujarnya.

 

Dana itu dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Mulai dari membantu operasional akomodasi, hingga gaji karyawan.

 

“Bisa untuk gaji karyawan, bisa untuk oprasional bayar listrik dan air, sudah ada rinciannya tergantung mereka mana lebih urgen pembiyaan agar tidak bangkrut. Kalau untuk konsumsi sendiri jelas tidak boleh,” pungkasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/