alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Kasus Positif Covid-19 yang Meninggal Ternyata Pasangan Bapak-Anak

NEGARA — Kasus Covid-19 di Jembrana semakin mengkhawatirkan diujung tahun 2020 ini.

Selain tambahan kasus terkonfirmasi positif, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal juga bertambah drastis.

Dalam lima hari terakhir, setiap hari beruntun terjadi kasus pasien terkonfirmasi positif meninggal. Bahkan, dua orang masih dalam satu keluarga meninggal karena Covid-19.

 

Setelah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Desa Pengambengan meninggal, menyusul pasien asal Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, meninggal terkonfirmasi positif Covid-19, Selasa (29/12) malam.

Sebelum meninggal, pasien laki-laki umur 71 tahun tersebut menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara sejak 26 Desember lalu.

setelah menjalani perawatan selama empat hari, pasien dinyatakan meninggal Selasa malam sekitar pukul 18.00 wita.

Sekitar empat jam kemudian anak dari pasien asal Desa Pulukan tersebut juga meninggal. Pasien laki-laki umur 44 tahun dibawa ke RSU Negara Selasa siang dengan keluhan sesak nafas.

Tim medis kemudian melakukan pengambilan sampel swab untuk diuji. Pasien dinyatakan meninggal Selasa malam sekitar pukul 21.50 wita. 

“Hasil swab bapak dan anak ini terkonfirmasi positif,” kata Plt Direktur RSU Negara I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha membenarkan adanya pasien terkonfirmasi positif meninggal asal Desa Pulukan.

Pasien selain terkonfirmasi positif Covid-19, dengan gejala pneumonia juga memiliki penyakit penyerta diabetes mellitus, hipertensi dan AKI Prerenal.

“Pasien terkonfirmasi positif dan memiliki penyakit penyerta,” ungkap I Gusti Agung Putu Arisantha.

Dengan meningkatnya kasus Covid-19 dan kasus kematian yang tinggi, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Karena kasus terkonfirmasi positif semakin tinggi disebabkan kelalaian dalam menjalakan protokol kesehatan.

“Jangan mengabaikan prokes. Karena kunci agar tetap aman dari virus menjalankan proskes dengan displin,” tandasnya.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana kumulatif sejak pandemi sebanyak 858 orang terkonfirmasi positif, sembuh sebanyak 776 orang dan meninggal 23 orang.

Jumlah terbanyak meninggal terkonfirmasi positif terjadi pada bulan Desember ini hingga 10 orang dalam sebulan.  



NEGARA — Kasus Covid-19 di Jembrana semakin mengkhawatirkan diujung tahun 2020 ini.

Selain tambahan kasus terkonfirmasi positif, jumlah pasien positif Covid-19 yang meninggal juga bertambah drastis.

Dalam lima hari terakhir, setiap hari beruntun terjadi kasus pasien terkonfirmasi positif meninggal. Bahkan, dua orang masih dalam satu keluarga meninggal karena Covid-19.

 

Setelah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asal Desa Pengambengan meninggal, menyusul pasien asal Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, meninggal terkonfirmasi positif Covid-19, Selasa (29/12) malam.

Sebelum meninggal, pasien laki-laki umur 71 tahun tersebut menjalani perawatan di ruang isolasi RSU Negara sejak 26 Desember lalu.

setelah menjalani perawatan selama empat hari, pasien dinyatakan meninggal Selasa malam sekitar pukul 18.00 wita.

Sekitar empat jam kemudian anak dari pasien asal Desa Pulukan tersebut juga meninggal. Pasien laki-laki umur 44 tahun dibawa ke RSU Negara Selasa siang dengan keluhan sesak nafas.

Tim medis kemudian melakukan pengambilan sampel swab untuk diuji. Pasien dinyatakan meninggal Selasa malam sekitar pukul 21.50 wita. 

“Hasil swab bapak dan anak ini terkonfirmasi positif,” kata Plt Direktur RSU Negara I Gusti Bagus Ketut Oka Parwata.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jembrana I Gusti Agung Putu Arisantha membenarkan adanya pasien terkonfirmasi positif meninggal asal Desa Pulukan.

Pasien selain terkonfirmasi positif Covid-19, dengan gejala pneumonia juga memiliki penyakit penyerta diabetes mellitus, hipertensi dan AKI Prerenal.

“Pasien terkonfirmasi positif dan memiliki penyakit penyerta,” ungkap I Gusti Agung Putu Arisantha.

Dengan meningkatnya kasus Covid-19 dan kasus kematian yang tinggi, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Karena kasus terkonfirmasi positif semakin tinggi disebabkan kelalaian dalam menjalakan protokol kesehatan.

“Jangan mengabaikan prokes. Karena kunci agar tetap aman dari virus menjalankan proskes dengan displin,” tandasnya.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jembrana kumulatif sejak pandemi sebanyak 858 orang terkonfirmasi positif, sembuh sebanyak 776 orang dan meninggal 23 orang.

Jumlah terbanyak meninggal terkonfirmasi positif terjadi pada bulan Desember ini hingga 10 orang dalam sebulan.  



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/