alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Dinas PU Tabanan Wanti-Wanti Perbekel Tidak Molor Bangun TPS3R

TABANAN – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan mewanti-wanti kepada sejumlah desa-desa di Tabanan agar secepatnya menuntaskan pembangunan tempat pengolahan sampah reduce reuse dan recycle (TPS3R). Meski pembangunan TPS3R dikerjakan secara swakelola, namun tetap harus memiliki progres tuntas tepat waktu.

“Dari awal kita sudah sampaikan kepada KSM dan Perbekel agar dipercepat pembangunan TPS3R. Bila perlu tambah tenaga,” kata Plt Kepala Dinas PUPRPKP I Gusti Ngurah Oka Kamasan, Kamis (30/12).

Oka menyebut sejatinya tidak ada batas waktu untuk pengerjaan pembangunan fisik TPS3R yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat. Itu sesuai dengan Perpres 54 tahun 2020.

Akan tetapi pihaknya tetap memberikan arahan dan mengingat pihak perbekel menyelesaikan tepat waktu minimal tidak molor. Dengan harapan pembangunan TSP3R ini dapat berjalan sesuai rencana bisa terwujud dan beroperasional awal tahun 2022. Sehingga permasalahan sampah yang selama ini menjadi beban di Tabanan bisa diatasi secara bertahap.

Baca Juga:  Pasien Covid-19 Asal Sawan Meninggal, GTPP Catat 28 Angka Kematian

“Jadi tidak ada masalah melewati akhir tahun 2021 pembangunan TPS3R. Namun kami berharap tuntas secepatnya. Karena melihat niat baik pemerintah pusat, provinsi dan pemda sampah itu masalah dan harus ada penanganan. Salah satu penanganannya berada di TPS3R di masing-masing desa berbasi sumber,” ungkapnya.

Oka menambahkan pembangunan TPS3R yang berada di 26 desa dengan 2 desa revitalisasi TPS3R di Tabanan dari program bantuan Kementerian PUPR pusat progress pembangunan bervariasi di masing-masing desa. Ada yang baru mencapai 70, 80, 86 bahkan ada yang sudah mencapai 90 persen.

“Tapi kalau untuk revitalisasi TPS3R di 2 desa yakni Desa Batanyuh di Kecamatan Marga, dan Desa Padangan di Kecamatan Pupuan sudah 100 persen tuntas,” pungkasnya.

Sekadar diketahui proyek pembangunan TPS3R 28 desa di Tabanan sumber anggaran senilai Rp 19,1 miliar. Dari data PUPRPKP Tabanan desa-desa yang akan mendapat bantuan TPS3R. Diantaranya 26 Desa yang mendapat bantuan pembangunan baru TPS3R.

Baca Juga:  Parah, Sebelum Diciduk, Sindikat Pengedar Sabu di Denpasar Pesta Sabu

Yakni berada di Desa Antosari dan Lalanglinggah di Kecamatan Selemadeg Barat, kemudian Desa Wanagiri, Wanagiri Kauh dan Selemadeg di Kecamatan Selemadeg, selanjutnya ada di Desa Gadung Sari, Dalang, Tegal Mengkeb, Gadungan, dan Gunung Salak di Kecamatan Selemadeg Timur.

Di Kecamatan Kerambitan ada di Desa Baturiti. Kemudian ada di Desa Bongan, Subamia dan Denbantas Kecamatan Tabanan, Desa Belalang, Buwit, Bengkel, Abiantuwung di Kecamatan Kediri.

Selanjutnya, di Desa Luwus, Perean, Perean Kangin, Batunya, dan Desa Antapan di Kecamatan Baturiti. Kemudian di Desa Buruan dan Tengkudak Kecamatan Penebel.

Sedangkan sisanya 2 desa yang mendapat bantuan revitalisasi adalah Desa Batanyuh di Kecamatan Marga, dan Desa Padangan di Kecamatan Pupuan.


TABANAN – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan mewanti-wanti kepada sejumlah desa-desa di Tabanan agar secepatnya menuntaskan pembangunan tempat pengolahan sampah reduce reuse dan recycle (TPS3R). Meski pembangunan TPS3R dikerjakan secara swakelola, namun tetap harus memiliki progres tuntas tepat waktu.

“Dari awal kita sudah sampaikan kepada KSM dan Perbekel agar dipercepat pembangunan TPS3R. Bila perlu tambah tenaga,” kata Plt Kepala Dinas PUPRPKP I Gusti Ngurah Oka Kamasan, Kamis (30/12).

Oka menyebut sejatinya tidak ada batas waktu untuk pengerjaan pembangunan fisik TPS3R yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat setempat. Itu sesuai dengan Perpres 54 tahun 2020.

Akan tetapi pihaknya tetap memberikan arahan dan mengingat pihak perbekel menyelesaikan tepat waktu minimal tidak molor. Dengan harapan pembangunan TSP3R ini dapat berjalan sesuai rencana bisa terwujud dan beroperasional awal tahun 2022. Sehingga permasalahan sampah yang selama ini menjadi beban di Tabanan bisa diatasi secara bertahap.

Baca Juga:  Pariwisata Sekarat, Warga Lembongan Banting Setir Budidaya Rumput Laut

“Jadi tidak ada masalah melewati akhir tahun 2021 pembangunan TPS3R. Namun kami berharap tuntas secepatnya. Karena melihat niat baik pemerintah pusat, provinsi dan pemda sampah itu masalah dan harus ada penanganan. Salah satu penanganannya berada di TPS3R di masing-masing desa berbasi sumber,” ungkapnya.

Oka menambahkan pembangunan TPS3R yang berada di 26 desa dengan 2 desa revitalisasi TPS3R di Tabanan dari program bantuan Kementerian PUPR pusat progress pembangunan bervariasi di masing-masing desa. Ada yang baru mencapai 70, 80, 86 bahkan ada yang sudah mencapai 90 persen.

“Tapi kalau untuk revitalisasi TPS3R di 2 desa yakni Desa Batanyuh di Kecamatan Marga, dan Desa Padangan di Kecamatan Pupuan sudah 100 persen tuntas,” pungkasnya.

Sekadar diketahui proyek pembangunan TPS3R 28 desa di Tabanan sumber anggaran senilai Rp 19,1 miliar. Dari data PUPRPKP Tabanan desa-desa yang akan mendapat bantuan TPS3R. Diantaranya 26 Desa yang mendapat bantuan pembangunan baru TPS3R.

Baca Juga:  Tak Pernah Masuk Sekolah, Saat PTM Siswa SD di Gianyar Menangis

Yakni berada di Desa Antosari dan Lalanglinggah di Kecamatan Selemadeg Barat, kemudian Desa Wanagiri, Wanagiri Kauh dan Selemadeg di Kecamatan Selemadeg, selanjutnya ada di Desa Gadung Sari, Dalang, Tegal Mengkeb, Gadungan, dan Gunung Salak di Kecamatan Selemadeg Timur.

Di Kecamatan Kerambitan ada di Desa Baturiti. Kemudian ada di Desa Bongan, Subamia dan Denbantas Kecamatan Tabanan, Desa Belalang, Buwit, Bengkel, Abiantuwung di Kecamatan Kediri.

Selanjutnya, di Desa Luwus, Perean, Perean Kangin, Batunya, dan Desa Antapan di Kecamatan Baturiti. Kemudian di Desa Buruan dan Tengkudak Kecamatan Penebel.

Sedangkan sisanya 2 desa yang mendapat bantuan revitalisasi adalah Desa Batanyuh di Kecamatan Marga, dan Desa Padangan di Kecamatan Pupuan.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/