Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Menyedihkan! Bali Daerah Kasus Bunuh Diri Tertinggi di Indonesia, Tak Ada Program Pencegahan, Begini Kata Sekda

Ni Kadek Novi Febriani • Selasa, 2 Juli 2024 | 14:15 WIB
MENYEDIHKAN: Ilustrasi kasus bunuh diri, Bali menjadi daerah tertinggi kasus ini di Indonesia
MENYEDIHKAN: Ilustrasi kasus bunuh diri, Bali menjadi daerah tertinggi kasus ini di Indonesia

DENPASAR, radarbali.id – Data dari Pusat Informasi Kriminal Indonesia  (Pusiknas) Polri. Bali menjadi daerah yang laporan kasus bunuh diri tertinggi di Indonesia tahun 2023 berjumlah 135 kasus bunuh diri yang dilaporkan. Selain itu berdasar Suicidal rate (angka bunuh diri) di Bali 3,07. 

Menyikapi hal ini, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mengatakan sebelumnya Pemprov Bali berupaya pencegahan dengan memetakkan dan melakukan kajian  faktor penyebab bunuh diri bekerja sama dengan ahli kesehatan jiwa.

Kemudian disarankan untuk melukan tindakan-tindakan yang bisa membantu. 

 Baca Juga: Bursa Pemain Asing Mulai Ramai, Brandon James Wilson Gelandang Bertahan Pengangkut Air Gabung Bali United

"Penyebab bunuh diri macam-macam. Kalau persoalan pribadi akan sulit. Secara umum perlu upaya bersama untuk mengajak masyarakat mencari solusi yang lain," bebernya ditemui Senin (1/7/2024). 

Dijelaskan berkaitan kepribadian manusia yang dibedakan dua jenis, yakni ekstrovert dan introvert. 

Katanya yang bunuh diri seringkali dilakukan oleh orang yang berkepribadian introvert. Maka, keluarga menjadi institusi utama diharapkan untuk mencegah tindakan bunuh diri. Di samping itu juga dibantu ahli psikologi, psikiater dan juga pemuka agama.

 Baca Juga: Magis! Pengibing Tari Gandrung Mendadak Kerahuan di PKB 2024, Penonton Ikut Tegang

"Pemimpin agama dalam berbagai kesempatan perlu   memberikan pencerahan kepada umat kita,  bunuh diri bukanlah jalan untuk menyelesaikan masalah, pasti ada jalan lain," jelasnya.  

Disinggung program konsultasi gratis ?  masyarakat, Dewa Indra mengaku  bisa saja ada konsultasi untuk kesehatan mental hanya saja kesulitan dalam menyasar orang yang membutuhkan terapi atau penyembuhan mental.

Namun, setiap masukan yang baik akan diperhatikan. Pemprov Bali juga memiliki Rumah Sakit Jiwa yang disebut juga sering memberikan konseling. 

"Tapi ini sekali lagi memerlukan keterlibatan semua pihak. Di universitas ada kedokteran jiwa ada psikiater dan psikologi,  mari turun bersama. Kami juga memiliki  lembaga umat mari kita lakukan sesuai tugas masing-masing, " sebutnya. 

Dewa Indra juga menekankan secara spesifik tidak ada program pemerintah mencegah bunuh diri, tetapi ia mengajak untuk bersama bergerak mencegah kasus bunuh diri.

Menurutnya dalam pencegahan membutuhkan pendekatan semua pihak. "Secara spesifik tidak ada tetapi ini membutuhkan pendekatan kita semua. Kalau memamg perlu kita lakukan kenapa tidak ayo kita lakukan," ungkap Mantan Kalaksa BPBD Bali ini. 

Baru-baru ini Bali digegerkan dengan kasus bunuh diri yang paling memilukan, kakak beradik yang yatim piatu bunuh diri, loncat di  Jembatan Tukad Bangkung, Pelaga, Petang tanggal 26/5/2024. Kakak adik tersebut nekat mengakhiri hidup diduga karena  masalah ekonomi, mereka terlilit utang. 

Merujuk data  dari Pusiknas Polri menunjukkan peringkat tingkat bunuh diri per provinsi di Indonesia untuk tahun 2023. Provinsi Bali di  posisi pertama sedangkan terendah  Aceh, adapun rincian berikut 1. Bali 3,07; 2. DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) 1,58; 3. Bengkulu 1,53; 4. Jawa Tengah 1,21; 5. Sulawesi Utara 0,90. ***

Editor : M.Ridwan
#Kasus Tertinggi #bunuh diri #pencegahan #bali