KUTA, radarbali.jawapos.com—Bali Muslim Festival pertama sukses diselenggarakan, membawa pesan penting tentang kesehatan mental dan pengembangan diri dengan pendekatan yang unik. Bertempat di Bali Sunset Road Convention Center, acara ini diikuti oleh lebih dari 500 peserta, sebagian besar perempuan.
Ustad Agus Salim, selaku ketua panitia, menjelaskan bahwa tujuan utama festival ini adalah membimbing peserta untuk lebih memahami diri sendiri. "Hidup itu berputar, tidak selalu di atas. Peserta diajak untuk mengenali fase naik-turun ini agar mereka bisa menemukan solusi terbaik bagi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar," jelasnya.
Festival ini membedah berbagai permasalahan hidup dari dua sisi: psikologis dan keagamaan. Setiap sesi kajian memungkinkan peserta untuk memahami masalah mereka tidak hanya dari perspektif spiritual, tetapi juga dengan masukan ilmu psikologi yang praktis. Hal ini memberikan solusi yang lebih menyeluruh dan dapat diterapkan.
Selain sesi kajian di ballroom, festival ini juga menawarkan kelas terbatas yang lebih personal. "Di kelas besar, waktu pembahasan lebih terbatas. Tapi di kelas terbatas, setiap individu bisa mendalami masalah mereka dan mencari solusi yang lebih spesifik," tambah Agus.
Menariknya, acara ini juga mengundang sejumlah artis dan influencer ibu kota untuk berbagi pengalaman. Mereka menceritakan bagaimana, di balik kehidupan glamor, mereka juga menghadapi masalah besar hingga merasa putus asa.
"Mereka menemukan jalan untuk memperbaiki diri dan kini ingin berbagi jalan itu bersama orang lain," ujar Agus. Kesaksian ini memberikan motivasi nyata bahwa setiap orang, apapun latar belakangnya, bisa bangkit dan menjadi versi terbaik dari diri mereka.
Bambang Santoso, seorang tokoh muslim Bali, menyambut baik acara ini. Ia menilai Bali Muslim Festival sangat relevan dengan kondisi saat ini. "Nilai-nilai dan solusi yang disampaikan sangat harmonis dengan kebutuhan masyarakat, terutama dalam menghadapi persoalan mental yang kerap terjadi," katanya.
Selain sesi kajian, acara ini juga dimeriahkan oleh bazar UMKM yang menjual berbagai produk lokal, termasuk kuliner. Agus Salim berharap Bali Muslim Festival akan kembali hadir di masa mendatang dengan acara yang lebih besar dan pembahasan yang lebih mendalam, membawa dampak nyata bagi masyarakat.***
Editor : M.Ridwan