Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bibit Siklon 95P Mendekat, BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di Bali

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 16 Februari 2026 | 09:52 WIB
Bibit Siklon 95P yang berkembang di selatan Jawa dan NTT berimbas pada cuaca ekstrem di Bali hingga 21 Februari.
Bibit Siklon 95P yang berkembang di selatan Jawa dan NTT berimbas pada cuaca ekstrem di Bali hingga 21 Februari.

RADAR BALI - Berdasarkan data terkini per 16 Februari 2026, peringatan dini yang dikeluarkan BMKG mengenai Bibit Siklon Tropis 95P menjadi perhatian serius.

Posisinya yang sangat dekat dengan wilayah Indonesia bagian selatan, termasuk Bali, memicu kesiapsiagaan di berbagai sektor.

Bibit Siklon 95P terpantau berada di Samudra Hindia, tepat di sebelah selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meskipun pusatnya tidak berada langsung di atas Pulau Bali, sistem tekanan rendah ini memiliki radius pengaruh yang luas atau "ekor siklon" yang menarik massa uap air dari Laut Jawa menuju perairan selatan.

Pusaran ini memicu peningkatan kecepatan angin di wilayah Bali hingga mencapai 25-40 knot (46-75 km/jam).

Bibit Siklon 95P diprediksi bergerak perlahan ke arah Barat Daya menjauhi wilayah Indonesia. Namun, intensitasnya justru diperkirakan menguat dalam 24-48 jam ke depan.

Dampak Spesifik di Wilayah Bali hingga 21 Februari

BMKG telah menetapkan status Siaga dan Waspada untuk seluruh kabupaten/kota di Bali.

Berikut adalah rincian dampak yang perlu diantisipasi:

Hujan Intensitas Tinggi: Potensi hujan lebat yang turun secara terus-menerus (persisten), terutama pada siang hingga malam hari.

Kondisi ini meningkatkan risiko banjir luapan di area dengan drainase buruk seperti Denpasar dan Badung Selatan.

Angin Kencang: Warga diminta waspada terhadap angin kencang yang datang tiba-tiba.

Fenomena ini berisiko menumbangkan pohon perindang di jalur utama serta merusak baliho atau papan reklame.

Gelombang Tinggi: Perairan selatan Bali (Samudra Hindia), Selat Bali, dan Selat Lombok diprediksi mengalami gelombang setinggi 2,5 hingga 4,0 meter.

Wisatawan dilarang berenang di pantai, dan nelayan kecil diimbau untuk tidak melaut sementara waktu.

Pemetaan Wilayah Rawan Bencana

Beberapa titik di Bali mendapatkan pengawasan ekstra dari BPBD Bali guna meminimalisir risiko:

Wilayah Potensi         Ancaman Utama

Bangli & Karangasem    Tanah longsor di area perbukitan dan jalur pendakian.
Buleleng                       Banjir bandang dari luapan sungai di lereng utara.
Badung & Denpasar       Pohon tumbang dan genangan air (banjir rob) di area pesisir.
Jembrana                      Angin kencang yang dapat merusak atap rumah warga.

Rekomendasi Keselamatan bagi Warga

Pemerintah daerah melalui BPBD Bali mengimbau masyarakat untuk melakukan langkah-langkah mitigasi mandiri:

Memangkas Pohon: Segera pangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar rumah jika dirasa membahayakan.

Cek Saluran Air: Pastikan got atau saluran pembuangan tidak tersumbat sampah untuk mencegah banjir lokal.

Cari Bangunan Kokoh: Hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan disertai angin kencang. Segera cari bangunan permanen.

Pantau Informasi: Ikuti kanal resmi BMKG Wilayah III Denpasar atau radio lokal untuk pembaruan cuaca setiap 3 jam.

Mengingat situasi ini bertepatan dengan momen hari raya dan libur panjang, para pengendara motor diimbau ekstra hati-hati terhadap jalanan licin dan jarak pandang yang terbatas. Tetap waspada dan utamakan keselamatan.***

 

Editor : Ibnu Yunianto
#denpasar #badung #tabanan #peringatan dini BMKG #jembrana #Info Cuaca Bali 2026 #penyeberangan #angin kencang #keselamatan #nusa penida #pelabuhan sanur #cuaca ekstrem bali #bangli #BPBD Bali #karangasem #banjir bali #Bibit Siklon 95P #klungkung