Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Khawatir Elpiji Langka Jelang Hari Raya Agama, Polda Bali Turun ke Lapangan

I Wayan Widyantara • Kamis, 5 Maret 2026 | 22:48 WIB

 

 

CEK STOK: Personel Kepolisian Daerah Bali melakukan pengecekan stok tabung gas elpiji di distributor PT Mirah, Jalan Sekar Tunjung, Kesiman, wilayah Denpasar, Kamis (5/3/2026),
CEK STOK: Personel Kepolisian Daerah Bali melakukan pengecekan stok tabung gas elpiji di distributor PT Mirah, Jalan Sekar Tunjung, Kesiman, wilayah Denpasar, Kamis (5/3/2026),

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Kepolisian Daerah Bali melakukan pengecekan langsung ke distributor gas elpiji guna memastikan ketersediaan pasokan serta stabilitas harga menjelang hari raya keagamaan.

Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka Operasi Cipta Kondisi Agung 2026 yang menyasar berbagai kebutuhan vital masyarakat.

Pengecekan dilakukan di distributor gas elpiji PT. Mirah yang berlokasi di Jalan Sekar Tunjung, Kesiman, Kertalangu, wilayah Denpasar, pada Kamis (5/3/2026).

Kegiatan patroli dan pengawasan ini dipimpin oleh I Gusti Agung Purnama Wirahadi dengan melibatkan sebanyak 16 personel gabungan dari berbagai satuan di lingkungan Kepolisian Daerah Bali.

Personel yang terlibat berasal dari satuan Brimob, Lalu Lintas, Polairud, Samapta, dan Pamobvit.

Dalam kunjungan tersebut, aparat kepolisian melakukan dialog langsung dengan sekitar 15 karyawan PT. Mirah. Dalam kesempatan itu, petugas memberikan imbauan kepada para pekerja agar selalu mengutamakan aspek keselamatan kerja, terutama dalam penanganan tabung gas elpiji yang memiliki potensi risiko tinggi jika tidak dikelola dengan baik.

Petugas mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai potensi bahaya yang dapat muncul selama proses distribusi dan penyimpanan elpiji.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah kemungkinan kebocoran tabung gas yang dapat memicu kebakaran serta membahayakan keselamatan pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi distribusi.

Selain memberikan imbauan terkait keselamatan kerja, aparat juga melakukan pengecekan terhadap ketersediaan stok serta harga jual gas elpiji di distributor tersebut. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, stok gas elpiji ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram masih berada dalam kondisi aman.

 Baca Juga: Dua Hari Beruntun Cuaca Ekstrem Terjang Tabanan: Pohon Tumbang Timpa Mobil hingga Nelayan Berhenti Melaut

Harga jual juga terpantau stabil. Untuk elpiji ukuran 3 kilogram dijual dengan harga Rp18.000 per tabung, sedangkan elpiji ukuran 12 kilogram berada di kisaran Rp215.000 per tabung.

Petugas juga memastikan tidak ditemukan praktik ilegal seperti pengoplosan gas elpiji di lokasi tersebut. Praktik pengoplosan dinilai sangat berbahaya karena tidak hanya merugikan masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko keselamatan yang serius.

Sementara itu, Kabid Humas Kepolisian Daerah Bali, Ariasandy menegaskan bahwa pengawasan terhadap distribusi gas elpiji menjadi salah satu fokus utama pengamanan menjelang hari raya keagamaan.

Menurutnya, gas elpiji merupakan kebutuhan vital bagi masyarakat, baik untuk rumah tangga maupun bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang bergantung pada bahan bakar tersebut untuk menjalankan aktivitas usaha.

 Baca Juga: Puluhan Terdakwa Kasus ITE Lintas Negara Divonis Berbeda, Pertimbangan Hakim PN Denpasar Bikin Haru

”Gas elpiji merupakan kebutuhan vital rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Jika sampai terjadi kelangkaan, dampaknya bisa sangat besar, mulai dari terganggunya aktivitas memasak di rumah tangga, terhambatnya usaha kuliner, hingga berpotensi memicu keresahan di tengah masyarakat, terlebih saat momentum hari raya ketika kebutuhan meningkat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kepolisian akan terus melakukan patroli dan pengawasan terhadap jalur distribusi elpiji guna memastikan tidak terjadi penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat. Pengawasan ini juga bertujuan mencegah praktik pengoplosan maupun penyalahgunaan distribusi yang dapat mengganggu stabilitas pasokan di pasaran.

Selain pengawasan oleh aparat, pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan distribusi gas elpiji.

 Baca Juga: Seksi I Gilimanuk–Pekutatan Resmi Dibatalkan, Komisi III DPRD Bali Pertanyakan Dinas PUPR Tagih Kejelasan Tol

”Apabila masyarakat mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau tindak kriminal lainnya yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, segera laporkan melalui layanan call center Polri di nomor 110. Layanan tersebut dapat diakses selama 24 jam dan tidak dipungut biaya,” tegasnya.

Melalui kegiatan patroli dan pengecekan ini, Kepolisian Daerah Bali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menjaga stabilitas kebutuhan pokok. Kepolisian juga memastikan distribusi gas elpiji tetap berjalan lancar, aman, dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, khususnya menjelang momentum hari raya keagamaan ketika permintaan masyarakat meningkat.***

 

Editor : M.Ridwan
#elpiji langka #polda bali #cek stok