DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kondisi tanaman mangrove yang berada di dalam wilayah konservasi yang dikelola oleh Sahabat Mangrove Ranger Indonesia berangsur mulai pulih.
Letak kawasan yang dilakukan konservasi ini terletak di Arboretum Park, Tahura Ngurah Rai, sebelah timur dekat pintu masuk tol Bali Mandara, Benoa Denpasar.
Sebelumnya sekitar di tahun 2019 sekitar 18 hektar hutan mangrove di kawasan itu mengalami kerusakan yang cukup parah.
Sahabat Mangrove Ranger Indonesia kemudian mulai melakukan konservasi dengan membuat barrier seluas 3 hektar.
Dari tahun ke tahun, luas kawasan yang telah ditanami ribuan pohon mangrove pun makin bertambah.
”Sampai sekarang, kan kita masih tetap maintenance kita tetap jaga kita tetap rawat. Pohon yang mati kami tanam lagi," kata Ni Nyoman Sweet Juniartini selaku Ketua Sahabat Mangrove Ranger Indonesia di sela kegiatan penanaman mangrove yang digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali, Senin (9/3).
Dia melanjutkan, setidaknya ada belasan jenis pohon mangrove yang ditanam di kawasan konservasi seluas 18 hektar tersebut. Bibit jenis-jenis ini sebagai didatangkan dari luar pulau Bali. Proses yang dilalui agar pohon mangrove bisa tumbuh dengan baik pun cukup rumit.
Pihak ranger melakukan perawatan berkala mulai dari pemupukan, hingga penyemprotan nutrisi. Lanjut dia, metode perawatan mangrove tak jauh beda dengan perawatan tanaman jenis lain.
”Sebenarnya berlaku sama seperti tanaman yang lain, dia sebenarnya butuh pupuk. Dia juga butuh nutrisi. Dia juga butuh perhatian, sama seperti tanaman lain," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta juga turut serta dalam 'Aksi Tanam 1.000 Mangrove' yang diselenggarakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bali di Arboretum Park, Tahura Ngurah Rai, Denpasar, Senin, 9 Maret 2026.
Dalam kesempatan itu, Giri Prasta yang juga turun langsung melakukan penanaman mangrove mengatakan, akan turut memberikan perhatian khusus terhadap proses revitalisasi kawasan itu.
”Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan sesuai kebutuhan yang ada. Salah satunya membantu membuatkan jembatan di Arboretum untuk edukasi. Serta untuk akses aman dan mengantisipasi pasang surut air laut," katanya kepada awak media.
Lanjut Giri Prasta, bahwa mangrove memiliki banyak manfaat bagi manusia. Seperti menahan gelombang, pencegah abrasi, dan menjadi rumah bagi biota laut. Selain itu juga menghasilkan oksigen berkualitas.
”Dalam visi Bali Era Baru yang dicanangkan Gubernur Bali, menjaga alam beserta isinya ini, harus dilakukan secara bersama-sama. Menjaga mangrove dengan baik, maka semesta akan berpihak kepada kita.
Saya juga apresiasi kepada SMSI Bali yang memilih kegiatan merawat Pertiwi pada hari jadinya yang kesembilan dan rangkaian hari pers nasional 2026," pungkasnya.
Editor : Rosihan Anwar