Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Baru Diseriusi 3 Bulan, Buah Stroberi Bisa Seukuran Telur Ayam Buras

Didik Dwi Pratono • Minggu, 5 September 2021 | 06:15 WIB
baru-diseriusi-3-bulan-buah-stroberi-bisa-seukuran-telur-ayam-buras
baru-diseriusi-3-bulan-buah-stroberi-bisa-seukuran-telur-ayam-buras

PETANI stroberi di Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Buleleng semakin inovatif. Kali ini, mereka berhasil mengembangkan varietas stroberi jumbo.


Tak main-main, ukuran buahnya bisa mencapai seukuran telur ayam buras. Lalu seperti apa cerita di balik stroberi jumbo Pancasari yang kini sedang viral itu?


EKA PRASETYA, Buleleng


VARIETAS stroberi jumbo sebenarnya sudah ada sejak setahun terakhir. Hanya saja pengembangannya belum terlalu serius.


Para petani di Pancasari mengaku baru serius mengembangkan bibit tersebut sejak tiga bulan terakhir. Tak disangka, permintaan bibit stroberi jumbo datang dari seantero Indonesia dan mendadak viral.


Salah satunya seperti diungkapkan seorang petani stroberi asal Pancasari, Gede Adi Mustika.


Saat ditemui, Sabtu (4/9) ia mengungkapkan, stroberi berukuran jumbo sangat jarang di Indonesia.


Biasanya stroberi seperti itu tumbuh di dataran Eropa dan Amerika. Apalagi dataran tersebut sangat cocok dengan stroberi yang tumbuh di wilayah sub tropis.


Awalnya, stroberi jumbo ditanam pada media tanah. Dirinya memutuskan memberikan perlakuan khusus.


Bibit ditanam pada media tanam khusus, serta diberikan perlakuan organik. Ternyata hasilnya lebih optimal. Buah yang tadinya memiliki berat 40-50 gram per biji, meningkat hingga 20 persen.


“Kalau dengan perlakuan organik itu beratnya bisa sampai 68 gram per biji. Itu terbesar yang pernah saya timbang. Kalau rata-rata, yang organik sudah pasti di atas 50 gram per biji. Jadi sekilo itu naiknya maksimal 22 biji,” kata pria yang akrab disapa Yock itu.


Ia bahkan pernah membuat perbandingan tersendiri. Buah terkecil pada varietas jumbo, setara dengan buah kelas A pada varietas Rosalina.


Disamping itu produktivitas buah juga lebih tinggi nyaris dua kali lipat.


“Kalau Rosalinda itu kita dapatnya 600 gram sampai 800 gram per tahun per pohon. Tapi kalau yang jumbo ini, minimal dapat 1,2 kilogram per pohon. Bisa juga 1,5 kilogram,” imbuhnya.


Bagaimana dengan harga jual? Menurutnya hal itu tergantung dengan perlakuan dalam proses penanaman.


Buah stroberi organik, kata Yock biasanya laku dijual seharga Rp 60 ribu per kilogram. Namun stroberi dengan perlakuan biasa, hanya laku seharga Rp 25 ribu per kilogram.


Yock yang juga Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pancasari itu berharap varietas tersebut terus dikembangkan.


Sehingga petani merasakan dampak yang lebih besar khususnya dampak ekonomi dari budidaya stroberi ini.


 

Editor : Didik Dwi Pratono
#petani pancasari