TABANAN– Kabupaten Tabanan terancam kekurangan ratusan tenaga pengajar untuk pendidikan dasar dan menengah.
Ha ini menyusul dengan banyaknya para guru yang memasuki masa pensiun pada 2021.
Dari data Disdikpora, tercatat ada sekitar 148 orang yang akan pensiun pada tahun 2021 ini. Rinciannya 104 orang guru SD, dan sisanya yakni sebanyak 44 orang guru SMP
Bahkan krisis guru ini diprediksi akan berlangsung hingga 2023 mendatang
Terkait hal ini, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Nyoman Putra tak menampik.
Menurutnya, rata-rata guru yang pensiun tersebut merupakan guru kelas dan guru olahraga.
Sebagai solusi sementara ini, sekolah yang kekosongan guru, namun guru tersebut kebetulan guru bidang studi karena pensiun akan dirapelkan kepada guru lainnya dan masih bertugas.
Sedangkan untuk pimpinan atau kepala sekolah akan diisi oleh Plt atau pelaksana tugas kepala sekolah.
"Kita rapelkan ke guru lainnya yang berpotensi untuk mengajar sementara waktu," ungkapnya, Sabtu (5/9).
Mata pelajaran yang dirapelkan kepada guru yang ada, menurut dia, tidak bisa dihindari. Mengingat pengangkatan guru pengabdi sudah tidak memungkinkan lagi untuk dilakukan.
Namun kondisi ini sudah dilaporkan ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) setempat. Dengan harapan ada solusi permanen yang bisa diupayakan.
Bila ada rekrutmen CPNS, kuota untuk mengisi formasi guru yang kosong bisa diusulkan ke Pemerintah Pusat. Dan di saat yang sama, pihaknya juga memperbarui data tenaga pendidik setiap tahunnya.
"Sejauh ini untuk posisi kepala sekolah yang pensiun sudah diatasi dengan mengangkat Plt. Pada prinsipnya, jangan sampai sekolah kekosongan kepala sekolah," tukasnya.
Editor : Didik Dwi Pratono