Robert Paul Evans, warga Amerika Serikat ini sepertinya memiliki kenangan yang kuat dengan Ubud, Gianyar, Bali. Itu terlihat dari surat wasiat yang ditinggalkannya sebelum ditemukan tewas gantung diri di pohon Monkey Forest.
IB INDRA PRASETIA, Ubud
ROBERT Paul Evans memiliki banyak kawan di Ubud, Gianyar. Dia bukan sekadar tamu yang meninap di hotel. Buktinya, ia menyebutkan beberapa nama yang dikenalnya selama tinggal di Ubud.
Hal itu terungkap dari kematiannya. Dari penyelidikan kepolisian, akhirnya terungkap bahwa dia meninggalkan surat wasiat. Surat wasiat itu ada di kamar hotel tempatnya menginap.
Diketahui, Robert ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di Monkey Forest, Senin (18/10) Pukul 09.55. Dua orang karyawan Monkey Forest yang sedang memantau monyet menemukan tubuh Robert tergantung dengan menggunakan tali tambang plastik warna biru.
Hal itu dilaporkan ke Pos Pecalang Lingkungan Padangtegal. Dua pecalang Padangtegal, yakni Gede Pastika dan Pak Swata pun segera menuju lokasi. Kemudian, temuan ini dilaporkan ke Bhabinkamtibmas Kelurahan Ubud.
Kapolsek Ubud, AKP Made Tama mengungkapkan, sejumlah unit di Polsek Ubud diterjunkan ke lokasi kejadian. Diketahui, korban Robert berkepala plontos, kedua tangan terdapat tato, dan mengenakan baju kaus dan celana panjang.
Dari penelusuran polisi, akhirnya diketahui bahwa Robert tinggal sementara di Hotel Tegal Sari, Jalan Hanoman, Desa Padangtegal Klod, Kelurahan Ubud. Muncul dugaan motif korban mengakhiri hidupnya karena depresi atas penyakit yang dideritanya.
"Sebab-sebab kematian korban belum diketahui secara pasti. Namun diduga korban mengalami depresi akibat penyakit Multiple Sclerosis (gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang) sesuai keterangan management Hotel Tegal Sari tempat korban menginap," ujar Tama.
Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan hasil penelusuran kepolisian di tempat menginapnya, selama korban mengaku memiliki riwayat penyakit Multiple Sclerosis.
"Korban sempat mengatakan ingin mengakhiri hidupnya," jelasnya.
Dari olah TKP pihak kepolisian di kamar 15 tempat korban meningap di Hotel Tegal Sari, ditemukan surat wasiat. Diduga surat itu ditulis tangan oleh Robert. Surat itu bertulis tangan dalam Bahasa Inggris.
Surat itu terdiri dari dua lembar kertas. Salah satunya menyebut agar pakaiannya disumbangkan.
“Tegal Sari,” demikian Robert memulai suratnya, “saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan untuk segalanya. Waktu saya di Tegal Sari adalah yang terbaik yang pernah saya miliki selama ini. Tolong jangan bersedih.”
Robert melanjutkan, “Tolong beri tahu Kadek bahwa dia akan menerima pembayaran dari teman saya Michael Sharpe di Amerika. Saya tidak dapat mengucapkan terima kasih satu per satu kepada semua orang.”
“Tolong sumbangkan pakaian saya. Satu lagi, tolong berikan bluetooth speaker untuk Naren. Selalu cinta Wayan Adahy," tulis Robert.
Editor : Yoyo Raharyo