Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pura di Pesisir Saba Rusak Diterjang Gelombang Laut

Yoyo Raharyo • Jumat, 12 November 2021 | 10:15 WIB
pura-di-pesisir-saba-rusak-diterjang-gelombang-laut
pura-di-pesisir-saba-rusak-diterjang-gelombang-laut

GIANYAR- Bangunan suci di Pantai Saba, Kecamatan Blahbatuh rusak diterjang abrasi. Bangunan berupa tembok dan candi bentar di Pura Alas Rengked rusak parah diterjang gelombang air laut. Apabila tidak mendapatkan penanganan, kerusakan dikhawatirkan bisa meluas sampai pelinggih.


 


Tembok pura yang mengalami kerusakan itu sepanjang kurang lebih 3,5 meter. Selain itu senderan penahan ombak juga hancur.


 


Beton yang digunakan untuk senderan telah terseret arus hingga bibir pantai. Bahkan bagian pondasinya sampai terangkat.


 


Salah satu pedagang Ni Wayan Gatri mengatakan, gelombang pasang berlangsung sejak beberapa hari lalu. Biasanya paling parah pada malam hari. Bahkan gelombang bisa mencapai wantilan tempatnya berjualan. "Itu tembok penyengker (pagar keliling) yang hancur Pura Alas Rengked namanya. Karena ombak besar beberapa hari ini," ujarnya Gatri yang kesehariannya berjualan di pantai tersebut.


 


Gatri berjualan di wantilan pura yang jaraknya tak jauh. "Kalau gelombang pasang di sini memang cukup parah. Airnya bisa menyentuh wantilan tempat saya berjualan," ujarnya.


 


Dia juga berharap ada solusi dari pihak terkait mengenai nasib pura dan pesisir pantai Saba. "Karena pura tempat sembahyang. Di pantai juga banyak warga datang ke sini, melancong," pungkasnya.


 


Selain gelombang tinggi, di wilayah pemukiman padat juga terjadi banjir. Sedangkan di wilayah dataran tinggi, terjadi pohon tumbang. Bencana yang terjadi tidak sampai menyebabkan korban jiwa.

Editor : Yoyo Raharyo
#pura rusak #pantai saba