Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bupati Giri Prasta Nyumpangin Sekar Petapakan Ida Bhatara Ratu Gede

Didik Dwi Pratono • Jumat, 17 Desember 2021 | 02:00 WIB
bupati-giri-prasta-nyumpangin-sekar-petapakan-ida-bhatara-ratu-gede
bupati-giri-prasta-nyumpangin-sekar-petapakan-ida-bhatara-ratu-gede

BADUNG, radarbali.id- Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta menghadiri acara Nyulam Petapakan Ida Betara Ratu Gede di Pura Puseh Desa Adat Getasan, Petang, Kamis (16/12).


Turut mendampingi bupati, anggota DPRD Provinsi Bali I Bagus Alit Sucipta, anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, dan I Gusti Agung Ayu Inda Trimafo Yudha, Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha,


perwakilan Camat Petang beserta unsur Tripika Kecamatan Petang, Perbekel se-Kecamatan Petang dan tokoh masyarakat setempat.


Upakara Nyulam Petapakan Ida Betara Ratu Gede dipuput oleh Ida Pedanda Gede Diksa Singarsa dari Griya Gede Manuaba Babakan Cau Belayu.


Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya memberi apresiasi dan mendukung upakara Nyulam Petapakan Ida Bhatara Ratu Gede Pura Puseh Desa Adat Getasan yang didasari manah suci dan berdasarkan kesepakatan krama pangempon untuk memperbaiki Petapakan Ida Bhatara Ratu Gede dan menyucikan dengan upacara Melaspas.


“Pemerintah kabupaten selalu mendukung upacara ini. Semoga berjalan dengan baik, labda karya nemu paripurna,” ujarnya.


Dalam kesempatan ini Bupati Giri Prasta menjelaskan Ratu Sakti ini sebagai lambang Jaya Pangus dan Kang Cing Wie, kalau dibilang Kang Cing Wie ini berasal dari Tiongkok.


Itu ada dari tahun 1178 - 1181 Masehi kalau dihitung sekarang tahun 2021 berarti 843 tahun yang lalu Jaya Pangus dan Kang Cing Wie ini adalah Raja Bali pada Jaman Dinasti Warmadewa yang artinya sameton, saudara, masyarakat semua yang ada di Banjar Ubud Desa Adat Getasan ini memiliki Raja Jaya Pangus dan Kang Cing Wie yang buat berupa Petapakan Ratu Gede dan juga tidak semua banjar atau desa adat memiliki petapakan seperti di Pura ini.


 


“Untuk pura ini, seandainya diperbaiki diharapkan untuk direstorasi tidak dibongkar dibangun yang baru, tetapi lebih baik di restorasi seperti contoh Pura Giri Kusuma yang ada di depan pasar Blahkiuh,” harapnya seraya mengatakan perlambang dari Raja Pangus dan Kang Cing Wie merupakan Petapakan Barong Landung ada yang Cowok (Lanang) dan Cewek (Istri) yang berwarna putih itu adalah Cewek Kang Cing Wie dari Tiongkok dan yang Warna hitam adalah Jaya Pangus.


Dalam kesempatan ini Bupati Giri Prasta ikut serta Nyumpangin Sekar atau bunga di Petapakan Barong Landung dan sudah mendapat restu oleh Yajamana Karya Ida Pedanda Gede Diksa Singarsa.


 Untuk pelaksanaan kegiatan upacara ini Bupati Giri Prasta juga membantu dana sebesar Rp 60 juta dan untuk sekaa truna juga dibantu Rp 10 juta.


Sementara itu Panitia Karya I Ketut Umum Irjaya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Giri Prasta bersama para undangan yang sudah hadir di tengah-tengah masyarakat saat melaksanakan upacara Ngodakan/Nyulam Petapakan Ratu Gede yang beristana di Pura Puseh Desa Adat Getasan.


Untuk rangkaian karya sudah dilaksanakan mulai (23/11) dengan karya Nebas dan sekarang (16/12) dilaksanakan upacara Ngeratep Melaspas Ida Bhatara Ratu Gede dan pada (17/12) dilaksanakan upacara mesucian di Pantai Seseh.


Selanjutnya pada (18/12) Ida Bhatara Nunas Pasupati ring Pura Pucak Padang Dawa, dilanjutkan (22/12) Ida Bhatara Napak Pertiwi di Pura Dalem Basang Be dan selesai itu Ida Betara Mesineb Budal ke Payogan.


“Untuk pelaksanaan acara Ngodakan, Nyulam Petapakan Ratu Gede ini untuk biaya berasal dari bantuan Bupati Badung bersama undangan dan punia dari masyarakat,” ungkapnya. (rba)

Editor : Didik Dwi Pratono
#ajeg bali #badung #bupati giri prasta #petang #pura puseh