Di tengah kondisi serba terbatas karena pandemi Covid-19, Mangku Nengah Muriati yang merupakan seniman lukis gaya wayang Kamasan berusaha tetap berkarya. Menariknya, karya yang dia buat bertema pandemi Covid-19.
DEWA AYU PITRI ARISANTI, Semarapura
MANGKU Nengah Muriati mengaku merasakan betul dampak pandemi Covid-19 terhadap kehidupannya. Terutama dari segi ekonomi.
Akibat wabah virus ini sejak tahun 2020, kediaman seniman berusia 56 tahun itu sepi kunjungan wisatawan yang ingin melihat dan membeli karya lukisannya. Sehingga selama dua tahun ini, ia tanpa pemasukan.
“Dua tahun lewat, kami tidak pernah ada pemasukan,” ungkap Muriati saat ditemui di kediamannya, Banjar Siku, Desa Kamasan, Klungkung, Bali, Rabu (26/1)
Meski begitu, Nengah Muriati mengaku tetap berkarya. Sebab cukup lucu dirasakannya bila kondisi itu menjadi penyebab ia berhenti berkarya. Ia merasa mendapat kepuasan tersendiri ketika berhasil membuat sebuah karya.
“Kalau berkarya ketika ada pesanan, tidak begitu seorang seniman,” katanya.
Selama terkurung dalam rumah akibat pandemi, tangannya tetap bergerak menuangkan ide ke dalam kanvas. Namun bukannya membuat lukisan wayang Kamasan dengan konsep cerita pewayangan seperti Mahabarata, ia menjadikan kondisi masyarakat selama pandemi Covid-19 sebagai konsep lukisannya.
“Ketika tidak laku terjual, lukisan ini bisa dijadikan dokumen,” jelas wanita yang serius menekuni seni lukis wayang Kamasan sejak tahun 1999 itu,
Dua lukisan berukuran masing-masing sekitar 120 cm kali 80 cm itu bercerita peristiwa yang terjadi saat awal-awal pandemi Covid-19 hingga kebiasaan yang terjadi akibat pandemi.
Yakni mulai dari banyaknya wisatawan mancanegara yang pulang ke negaranya menggunakan pesawat, keluarnya imbauan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan, menjaga imun tubuh dengan berolahraga, pengecekan suhu tubuh, penyemprotan desinfektan, termasuk anak-anak yang mulai belajar dengan sistem daring.
Tidak hanya itu, prosesi pemakaman bagi warga yang terpapar Covid-19 pun diceritakan dalam lukisan tersebut.
“Sampai vaksinasi saya juga buat lukisannya. Dua karya itu saya buat cukup lama. Mulai dari awal tahun 2020 hingga tahun 2021,” ungkap wanita lulusan sarjana Program Studi Seni Rupa dan Disain (PSSRD) Universitas Udayana itu.
Editor : Yoyo Raharyo