“Total ada 26 kepala negara yang hadir langsung, yaitu 17 kepala negara dari anggota G20 dan 9 kepala negara undangan di luar negara G20,” ucap Gubernur Koster dalam jumpa pers, Jumat (18/11) sembari merinci satu per satu nama kepala negara dimaksud termasuk pimpinan 14 lembaga internasional.
Tegas Gubernur Kosterb kesusksesan penyelenggaraan rangkaian pertemuan Presidensi G20 berkat arahan detail dari Presiden RI, Ir. Joko Widodo, kebersamaan, kekompakan, soliditas, koordinasi, dan kerja sama yang sangat baik antara pemerintah pusat dan Pemprov Bali dalam menyiapkan segala hal yang diperlukan untuk penyelenggaraan Presidensi G20, antara lain tempat pertemuan para kepala negara di Hotel Apurva Kempinski, Gala Dinner di Garuda Wisnu Kencana, penanaman mangrove di Tahura, meningkatkan kualitas infrastruktur, sarana prasarana, dan memperindah semua jalur menuju lokasi acara Presidensi G20.
Gubernur Koster menegaskan pihaknya secara niskala dan sekala, bekerja dengan sungguh-sungguh, totalitas, dan secara langsung memimpin persiapan yang ditugaskan kepada Pemprov Bali dengan melibatkan Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, jajaran Pemprov Bali, Pemkab Badung, dan Pemkot Denpasar.
Diakui Gubernur Koster secara niskala, Pemprov Bali melaksanakan Upacara Ngrastiti Bhakti, nunas ica, secara khusus memohon agar penyelenggaraan pertemuan Presidensi G20 berjalan dengan lancar, nyaman, aman, damai, dan sukses, serta memohon agar tidak ada hujan selama berlangsungnya Pertemuan Presidensi G20. Upacara Ngrastiti Bhakti ini digelar di 23 Pura Kahyangan Jagat. Gubernur Koster juga menugaskan semua bendesa adat di Kecamatan Kuta Utara, Kuta, Kuta Selatan, dan Denpasar Selatan bersama-sama nmgrastiti bhakti sekaligus Nyejer pada 12-17 November 2022.
Selain itu juga digelar doa bersama pada 26 Oktober 2022 yang melibatkan 1.300 pemangku dihadiri oleh Menko Maritim dan Investasi, Luhut B. Panjaitan dipimpin oleh Ida Shri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun diikuti serentak di 1.493 desa adat se-Bali. Secara sekala, Gubernur Koster mendapat tugas dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Ir. Basuki Hadi Mulyono, untuk melakukan pengawasan dan percepatan pembangunan serta penataan infrastruktur atau sarana-prasarana strategis.
Ungkap Gubernur Koster Presidensi G20 memberi manfaat langsung dan tidak langsung. Untuk manfaat langsung, Bali memperoleh pembangunan infrastruktur atau sarana-prasarana dengan total anggaran lebih dari Rp800 miliar dari APBN. Manfaat tidak langsung antara lain menunjukkan kekayaan, keunikan, dan keunggulan budaya Bali di hadapan masyarakat dunia; semakin memperkokoh posisi Bali sebagai destinasi utama wisata dunia; semakin memperkuat kepercayaan masyarakat dunia, bahwa Bali mampu mengelola event berskala internasional dengan nyaman, aman, damai, dan sukses; menunjukkan keramah-tamahan masyarakat Bali yang luar biasa di hadapan masyarakat dunia; dan pariwisata Bali menjadi semakin naik kelas, semakin dipercaya, dan semakin mendunia.
Atas perjuangan Gubernur Koster menyukseskan KTT G20 sekala niskala ini banyak apresiasi tertuju padanya. Bahkan secara khusus, apresiasi diberikan kepada Gubernur Koster, yang disampaikan pada saat melepas keberangkatan para kepala negara dan pimpinan lembaga internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, pada 16-17 November 2022. Apresiasi ini disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat, Joe Biden; Presiden China, Xi Jinping; Presiden Korea Selatan, Yoon Suk-yeol; Presiden Australia, Anthony Albanese; PM India, Narendra Damodardas Modi; Presiden Prancis, Emmanuel Macron; Presiden Argentina, Alberto Ángel Fernández; Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan; Kanselir Jerman, Olaf Scholz; PM Jepang, Fumio Kishida; PM Kanada, Justin Pierre James Trudeau; PM Inggris, Rishi Sunak; PM Italia, Giorgia Meloni; Putra Mahkota Raja Saudi Arabia, Muhammad bin Salman bin Abdulaziz bin Abdul Al-Saud; dan delegasi lainnya. (adv/ken) Editor : Rosihan Anwar