Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Cuaca Gerah, Panas di Bali, Begini Menurut BMKG

Hari Puspita • Jumat, 28 April 2023 | 00:05 WIB
EH, TETAP BERJEMUR : Seorang turis asing tetap santa berjemur di saat cuaca Bali panas dan gerah. (foto: ni kadek novi febriani/radar bali)
EH, TETAP BERJEMUR : Seorang turis asing tetap santa berjemur di saat cuaca Bali panas dan gerah. (foto: ni kadek novi febriani/radar bali)
DENPASARRadar Bali,id – Akhir-akhir ini cuaca terasa panas dan gerah dibandingkan biasanya. Masyarakat diimbau melindungi diri tidak terpapar langsung dengan sinar matahari. Kondisi panas ini dikarenakan  memasuki musim kemarau. Dari empat stasiun pengamatan di Bali pada 24 April 2023, suhu udara berkisar 23 - 34 Celsius.

“Ini masih dalam rentang normalnya. Rata-rata suhu udara maksimum berdasar empat pengamatan stasiun di Bali April 2023 berkisar antara 30.5 - 32.7 Celsius dan itu masih kategori normal,” ucap Prakirawan BMKG Wilayah III Denpasar, Kadek Setiya Dewi saat diwawancarai Jawa Pos Radar Bali.

Suhu udara dikatakan ekstrem jika mengalami kenaikan tiga derajat celcius di atas rata - rata nya. Lebih lanjut dijelaskan, untuk di Bali kondisi suhu udara dari data pengamatan terakhir masih normal dengan suhu minimal  23 derajat dan maksimum 34 derajat.

Setiya Dewi mengatakan, panas yang terjadi di wilayah Bali disebabkan karena wilayah Bali sudah memasuki musim kemarau. Cuaca panas dan gerah saat ini dipengaruhi masa udara yang bergerak dari Benua Australia menuju Benua Asia yang melewati Indonesia.

“Kondisi masa udara yang berasal dari Benua Australia cenderung kering. Saat melewati Indonesia khususnya Bali, cenderung menghasilkan kondisi yang lebih panas dari biasanya,” paparnya.

Kondisi langit beserta keberadaan awan. Jika langit cerah dan tidak berawan, maka akan terjadi suhu tinggi atau panas. Hal ini menyebabkan radiasi matahari tidak terhalang dan bisa masuk ke permukaan Bumi.

Imbauan untuk masyarakat menggunakan pelindung agar tidak terpapar langsung sinar matahari seperti tabir surya, topi, payung, jaket saat melakukan aktivitas di luar ruangan

Selanjutnya,  mengonsumsi air mineral dan diimbangi dengan buah dan sayuran. Juga menggunakan pakaian yang longgar dengan bahan yang mudah menyerap keringat. [ni kadek novi febriani/radar bali]

  Editor : Hari Puspita
#cuaca #pancaroba #cuaca ekstrem #Bali bercuaca panas