Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Permintaan Tinggi, Garam Lokal Bali Diklaim Digemari Pasar Eropa, Begini Alasannya

M.Ridwan • Senin, 5 Juni 2023 | 10:00 WIB
PERMINTAAN TINGGI: Garam lokal yang diolah secara tradisional di Kusamba Klungkung
PERMINTAAN TINGGI: Garam lokal yang diolah secara tradisional di Kusamba Klungkung
DENPASARradarbali.id – Permintaan atas garam tradisional Bali terus meningkat. Bahkan, merambah ke pangsa pasar Eropa.  Permintaan juga meningkat dibandingkan garam dari luar Bali, hal ini dikarenakan pengembangan garam dengan rumah kaca yang tidak tergantung dengan cuaca. Pemerintah Provinsi Bali berencana akan mengembangkan metode serupa di daerah pesisi lain.

Garam juga masuk industri pariwisata. Hal itu diungkapkan
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Putu Sumardiana kemarin (4/6). Sumardiana mengungkapkan garam Bali jadi primadona salah satu produksi garam di Kusamba.  "Garam Bali  yang di Kusamba Klungkung  jadi primadona," ucapnya.

Pria kelahiran Singaraja ini mengatakan, petani garam di Kusamba produksi garamnya konsisten  dan juga telah memiliki rumah kaca sebagai metode produksi. Diakuinya, hasil produksinya bisa dua kali lipat.

"Karena ada rumah tidak tergantung cuaca. Hujan tetap produksi, stabil dia. Ada dua tempat dengan produksi rumah kaca, yakni Amed dan Kusamba," jelasnya.

Pihaknya juga berencana bakal mengembangkan rumah kaca ini ke wilayah lain di pesisir Bali. "Nanti kami kembangkan di Tejakula dan sebagainya," ujarnya. (feb/rid) Editor : M.Ridwan
#garam lokal bali #garam tradisional #permintaan garam #pasar eropa #garam kusamba