25.4 C
Denpasar
Saturday, April 1, 2023

Turis Asing Nyambi Bekerja Jadi Sorotan, Tim Pora Badung Janji Perketat Pengawasan

MANGUPURA, Radar Bali.id – Belakangan ini banyak wisatawan asing yang nyambi menjalankan usaha di Bali khususnya Badung. Tak heran, bisnis ini pun mendapat sorotan dari warganet dan juga kalangan masyarakat Bali terkait izin usaha mereka.

Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Badung juga segara melakukan pengawasan dan bahkan siap untuk memberikan sanksi jika ditemukan wisatawan asing yang menyalahgunakan izin tinggal mereka dengan berbisnis.

Informasi yang santer beredar di dunia maya maupun masyarakat bahwa keberadaan wisatawan tersebut datang ke Bali bukan hanya saja berlibur, melainkan menjalankan sejumlah bisnis jasa.  Seperti usaha rental sepeda motor, jasa photographer, jasa guide atau traveling, sewa villa dan sejumlah usaha lainnya. Bisnis ini juga kerap dipromosikan melalui media sosial. Izin usaha mereka pun menjadi tanda tanya public. Bahkan banyak menduga mereka menjalankan usaha tanpa mengantongi izin  dan juga tidak sesuai dengan ijin kerja atau yang tertera dalam Kitas WNA tersebut. Sementara untuk WNA menggunakan nomor polisi (nopol) tidak sesuai dengan dokumen kendaraannya, bahkan ada juga memasang sejumlah nama juga telah dilakukan penindakan oleh kepolisian.

Baca Juga:  Tumben Ngajak Istri dan Tetangga, Dicari Pakai Kano, Pemancing Tewas Tenggelam

I Nyoman Suendi selaku Ketua TIM Pora Badung mengakui  untuk SK Pora ia baru mendapatkan nomor dan juga sedang  melakukan persiapan rapat pada Selasa, 14 Maret 2023 mendatang. “Kita akan menegaskan fungsi kita masing-masing dan kita akan membuat jadwal kunjungan ke desa dan kelurahan,” terang Suendi yang dikonfirmasi, Senin (6/3/2023).

Sementara banyaknya WNA yang menjalankan usaha, Suendi yang juga Kepala Kesbangpol Badung ini juga menduga ada potensi mereka menyalahgunakan izin tinggal. Sehingga hal ini pun perlu dilakukan pendataan dan juga penindakan. “Yang kita prediksi ada potensi penyalahgunaan ijin tinggal, dan masing-masing anggota  untuk menentukan sanksi sesuai kewenangan anggota,” pungkasnya. [made dwija putra/radar bali]

Baca Juga:  Koster Buka Suara Soal Sampah, Pantai Berawa Langsung Dibersihkan Atlas Beach Fest dan Avani

 

 



MANGUPURA, Radar Bali.id – Belakangan ini banyak wisatawan asing yang nyambi menjalankan usaha di Bali khususnya Badung. Tak heran, bisnis ini pun mendapat sorotan dari warganet dan juga kalangan masyarakat Bali terkait izin usaha mereka.

Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Badung juga segara melakukan pengawasan dan bahkan siap untuk memberikan sanksi jika ditemukan wisatawan asing yang menyalahgunakan izin tinggal mereka dengan berbisnis.

Informasi yang santer beredar di dunia maya maupun masyarakat bahwa keberadaan wisatawan tersebut datang ke Bali bukan hanya saja berlibur, melainkan menjalankan sejumlah bisnis jasa.  Seperti usaha rental sepeda motor, jasa photographer, jasa guide atau traveling, sewa villa dan sejumlah usaha lainnya. Bisnis ini juga kerap dipromosikan melalui media sosial. Izin usaha mereka pun menjadi tanda tanya public. Bahkan banyak menduga mereka menjalankan usaha tanpa mengantongi izin  dan juga tidak sesuai dengan ijin kerja atau yang tertera dalam Kitas WNA tersebut. Sementara untuk WNA menggunakan nomor polisi (nopol) tidak sesuai dengan dokumen kendaraannya, bahkan ada juga memasang sejumlah nama juga telah dilakukan penindakan oleh kepolisian.

Baca Juga:  Banyak Turis Nyambi Bekerja, Imigrasi Diminta Cegah Penyalahgunaan VOA

I Nyoman Suendi selaku Ketua TIM Pora Badung mengakui  untuk SK Pora ia baru mendapatkan nomor dan juga sedang  melakukan persiapan rapat pada Selasa, 14 Maret 2023 mendatang. “Kita akan menegaskan fungsi kita masing-masing dan kita akan membuat jadwal kunjungan ke desa dan kelurahan,” terang Suendi yang dikonfirmasi, Senin (6/3/2023).

Sementara banyaknya WNA yang menjalankan usaha, Suendi yang juga Kepala Kesbangpol Badung ini juga menduga ada potensi mereka menyalahgunakan izin tinggal. Sehingga hal ini pun perlu dilakukan pendataan dan juga penindakan. “Yang kita prediksi ada potensi penyalahgunaan ijin tinggal, dan masing-masing anggota  untuk menentukan sanksi sesuai kewenangan anggota,” pungkasnya. [made dwija putra/radar bali]

Baca Juga:  Percepat Transformasi Ekonomi dan Investasi, Wabup Suiasa Buka Musrenbang RKPD Badung 2024

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru