29.8 C
Denpasar
Saturday, February 4, 2023

Pengamanan Usai Kejadian Pemalakan dan Penganiayaan di Kuta:Satgas Pantai Awasi Gelagat Kriminal

Peristiwa pemalakan dan penganiayaan di kawasan liburan utama ini telah mencoreng citra pariwisata. Tak mau kecolongan lagi, Tim Satuan Tugas (Satgas) Pantai Kuta kini mulai rutin melakukan pemantauan.

 AKSI  pengeroyokan dan pemalakan tujuh anak buah kapal (ABK) terhadap mahasiswa nahas yang sedang berpacaran menikmati malam di Pantai Kuta, Jalan Raya Pantai Kuta Badung, Senin (16/1) sekitar pukul 01.00 sontak menyentak perhatian. Ini sangat mengejutkan lantaran terjadi di wilayah kampung turis, Kuta.

Tak hanya itu, akibat aksi brutal itu, mahasiswa tersebut harus menjalani operasi karena tulang hidup patah. Motifnya, menolak digeledah dan korban tak mau memberikan uang rokok. Makanya, agar kejadian serupa tidak terulang kembali, tim Satgas Pantai Kuta melakukan pengawasan ketat.

“Kami intensifkan pengawasan terhadap pengunjung,” tutur Komandan Regu IV Satgas Pantai,  I Made Oka, Senin (23/1/2023).

Baca Juga:  Astaga!, Bule Rusia Tewas Didasar Kolam Vila, Darah Meleleh dari Hidung

Lebih lanjut dikatakan bahwa ke depan petugas akan melakukan pengecekan secara acak terhadap barang bawaan pengunjung yang dicurigai. “Kami sangat menyayangkan kejadian pemalakan dan pengeroyokan oleh sekelompok pemuda yang diduga sebagai ABK tersebut,” tutur I Made Oka. Diakui, kejadian ini memmbuat citra pariwisata khususnya di Pantai Kuta tercoreng.

Menurutnya, selama ini pihaknya sudah melakukan pengawasan semaksimal mungkin di Pantai Kuta agar tidak adanya kejadian semacam itu. Tapi, di antara sekian banyak pengunjung, ada saja kejadian di luar dugaan maca mini.

 

Kini pengamanan semakin diperketat. Menurutnya, para pelaku diduga sudah mengamati, sudah terlebih dulu membaca dan memanfaatkan waktu ketika petugas Satgas Pantai usai melakukan patroli.

Baca Juga:  Dua Tahun Tutup, Akomodasi Wisata Nusa Penida Kembali Dibuka

Pasalnya, sebelum kejadian itu, petugas baru selesai melakukan patroli sepanjang Pantai Kuta. Yang lebih memprihatinkan, kata dia, aksi yang terjadi pada pukul 01.30  itu terjadi di depan Hard Rock, yang berdekatan dengan kantor Satgas Pantai.

Setelah adanya kejadian tersebut, pihaknya lebih waspada dan hati-hati dengan keberadaan mereka. Ke depannya, personel Satgas Pantai Kuta akan mengintensifkan lagi pemantauan di sepanjang pantai.

Tidak hanya itu, personel juga ditambah untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Kalau sebelumnya tim patroli itu beranggotakan 2-3 orang, maka setelah kejadian ditambah jadi 5 orang. Ini khusus personel yang jaga malam hingga pagi. “Ya, ini untuk mencegah berbagai kemungkinan yang bisa saja muncul,” terang Made Oka. [andre sulla/radar bali]

 



Peristiwa pemalakan dan penganiayaan di kawasan liburan utama ini telah mencoreng citra pariwisata. Tak mau kecolongan lagi, Tim Satuan Tugas (Satgas) Pantai Kuta kini mulai rutin melakukan pemantauan.

 AKSI  pengeroyokan dan pemalakan tujuh anak buah kapal (ABK) terhadap mahasiswa nahas yang sedang berpacaran menikmati malam di Pantai Kuta, Jalan Raya Pantai Kuta Badung, Senin (16/1) sekitar pukul 01.00 sontak menyentak perhatian. Ini sangat mengejutkan lantaran terjadi di wilayah kampung turis, Kuta.

Tak hanya itu, akibat aksi brutal itu, mahasiswa tersebut harus menjalani operasi karena tulang hidup patah. Motifnya, menolak digeledah dan korban tak mau memberikan uang rokok. Makanya, agar kejadian serupa tidak terulang kembali, tim Satgas Pantai Kuta melakukan pengawasan ketat.

“Kami intensifkan pengawasan terhadap pengunjung,” tutur Komandan Regu IV Satgas Pantai,  I Made Oka, Senin (23/1/2023).

Baca Juga:  Astungkara, Kunjungan Wisatawan Mulai Meningkat ke Ulun Danu Beratan

Lebih lanjut dikatakan bahwa ke depan petugas akan melakukan pengecekan secara acak terhadap barang bawaan pengunjung yang dicurigai. “Kami sangat menyayangkan kejadian pemalakan dan pengeroyokan oleh sekelompok pemuda yang diduga sebagai ABK tersebut,” tutur I Made Oka. Diakui, kejadian ini memmbuat citra pariwisata khususnya di Pantai Kuta tercoreng.

Menurutnya, selama ini pihaknya sudah melakukan pengawasan semaksimal mungkin di Pantai Kuta agar tidak adanya kejadian semacam itu. Tapi, di antara sekian banyak pengunjung, ada saja kejadian di luar dugaan maca mini.

 

Kini pengamanan semakin diperketat. Menurutnya, para pelaku diduga sudah mengamati, sudah terlebih dulu membaca dan memanfaatkan waktu ketika petugas Satgas Pantai usai melakukan patroli.

Baca Juga:  Akhirnya, PAD Badung Mulai Membaik dan Melebihi Target

Pasalnya, sebelum kejadian itu, petugas baru selesai melakukan patroli sepanjang Pantai Kuta. Yang lebih memprihatinkan, kata dia, aksi yang terjadi pada pukul 01.30  itu terjadi di depan Hard Rock, yang berdekatan dengan kantor Satgas Pantai.

Setelah adanya kejadian tersebut, pihaknya lebih waspada dan hati-hati dengan keberadaan mereka. Ke depannya, personel Satgas Pantai Kuta akan mengintensifkan lagi pemantauan di sepanjang pantai.

Tidak hanya itu, personel juga ditambah untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan. Kalau sebelumnya tim patroli itu beranggotakan 2-3 orang, maka setelah kejadian ditambah jadi 5 orang. Ini khusus personel yang jaga malam hingga pagi. “Ya, ini untuk mencegah berbagai kemungkinan yang bisa saja muncul,” terang Made Oka. [andre sulla/radar bali]

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru