27.6 C
Denpasar
Tuesday, January 31, 2023

Rabies Tetap Marak, Pemkab Buleleng Beri Sinyal Eleminasi Anjing Liar

SINGARAJA– Pemkab Buleleng memberi sinyal mengizinkan proses eleminasi anjing liar secara selektif. Langkah itu akan diambil pemerintah, menyusul kasus rabies yang terus meningkat. Bahkan pada bulan November saja, ada empat kasus rabies yang memicu warga Buleleng meninggal dunia.

Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, saat ini pemerintah berupaya mencegah kasus gigitan anjing liar. Sebab dari 12 kasus yang muncul sepanjang tahun ini, hanya satu kasus saja yang berkaitan dengan gigitan hewan peliharaan. Sementara sebelas kasus sisanya berkaitan dengan kasus gigitan anjing liar.

“Dalam kondisi saat ini, kami berupaya mencegah gimana caranya biar nggak digigit anjing. Maka anjing yang liar ini harus ditertibkan,” kata Suyasa.

Ia meminta agar masyarakat memperhatikan tata cara pemeliharaan anjing. Pemerintah sendiri telah mengatur prosedur pemeliharaan anjing sejak tahun 2009 lalu. Tepatnya lewat Perda Provinsi Bali Nomor 15 Tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies. Hal itu juga diikuti dengan Instruksi Bupati Buleleng Nomor 188.4/3653/Keswan/Distanak yang mengatur tata laksana pemeliharaan anjing.

Baca Juga:  Di Buleleng 90 Desa Masuk Zona Merah Rabies

Suyasa menegaskan masyarakat harus tunduk pada prosedur tata cara pemeliharaan anjing tersebut. Warga diminta tidak meliarkan anjing. Bila anjing itu dipelihara, maka harus diikat atau dikandangkan. Selain itu anjing juga harus divaksin secara berkala. Apabila hendak dilepaskan, maka anjing idealnya cukup dilepas di halaman saja.

Mantan Kadisdikpora itu tak menampik bila langkah tersebut sangat resisten. Bahkan berpotensi mendapat perlawanan dari kelompok pecinta anjing.

“Yang kami dorong kan menyelamatkan manusia. Bukan berarti memberantas anjing. Tapi anjingnya ditertibkan,” katanya.

Menurutnya kedisiplinan masyarakat memelihara anjing, menyulitkan tim vaksinasi. Idealnya anjing diikat atau dikandangkan, sehingga tidak bergaul dengan anjing liar. Dalam kondisi saat ini, tim vaksinasi dibuat kesulitan melakukan vaksinasi. Sebab masyarakat ogah mengikat maupun mengandangkan anjing.

Baca Juga:  Ternyata Tawuran di Jalan A. Yani Singaraja Dipicu Balap Liar

Tim vaksinasi sebenarnya telah melakukan vaksinasi dengan sistem tembak pada anjing liar. Namun upaya itu tak mudah. Sebab anjing liar cenderung kabur saat melihat manusia.

“Kalau memang cinta anjing,kami minta pelihara anjingnya di rumah. Anjingnya itu divaksin, kemudian diikat atau dikandangkan biar nggak berkeliaran dan menggigit orang. Kalau tidak bisa bawa ke dokter hewan, nanti tim vaksinasi yang datang ke rumah,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus rabies di Buleleng terus muncul. Sepanjang tahun 2022, ada 12 kasus rabies yang dilaporkan muncul di Buleleng.

Dari 12 kasus itu, 4 kasus diantaranya muncul pada bulan November. Seluruh korban meninggal dunia, tak lama setelah menunjukkan gejala yang identik seperti rabies. Seperti takut air dan sulit menelan air, ketakutan terhadap angin, serta cahaya lampu. (eka prasetya/radar bali)

 



SINGARAJA– Pemkab Buleleng memberi sinyal mengizinkan proses eleminasi anjing liar secara selektif. Langkah itu akan diambil pemerintah, menyusul kasus rabies yang terus meningkat. Bahkan pada bulan November saja, ada empat kasus rabies yang memicu warga Buleleng meninggal dunia.

Sekkab Buleleng Gede Suyasa mengatakan, saat ini pemerintah berupaya mencegah kasus gigitan anjing liar. Sebab dari 12 kasus yang muncul sepanjang tahun ini, hanya satu kasus saja yang berkaitan dengan gigitan hewan peliharaan. Sementara sebelas kasus sisanya berkaitan dengan kasus gigitan anjing liar.

“Dalam kondisi saat ini, kami berupaya mencegah gimana caranya biar nggak digigit anjing. Maka anjing yang liar ini harus ditertibkan,” kata Suyasa.

Ia meminta agar masyarakat memperhatikan tata cara pemeliharaan anjing. Pemerintah sendiri telah mengatur prosedur pemeliharaan anjing sejak tahun 2009 lalu. Tepatnya lewat Perda Provinsi Bali Nomor 15 Tahun 2009 tentang Penanggulangan Rabies. Hal itu juga diikuti dengan Instruksi Bupati Buleleng Nomor 188.4/3653/Keswan/Distanak yang mengatur tata laksana pemeliharaan anjing.

Baca Juga:  Baru Dua Parpol Bersurat ke KPUD Buleleng Terkait Dapil Pemilu 2024

Suyasa menegaskan masyarakat harus tunduk pada prosedur tata cara pemeliharaan anjing tersebut. Warga diminta tidak meliarkan anjing. Bila anjing itu dipelihara, maka harus diikat atau dikandangkan. Selain itu anjing juga harus divaksin secara berkala. Apabila hendak dilepaskan, maka anjing idealnya cukup dilepas di halaman saja.

Mantan Kadisdikpora itu tak menampik bila langkah tersebut sangat resisten. Bahkan berpotensi mendapat perlawanan dari kelompok pecinta anjing.

“Yang kami dorong kan menyelamatkan manusia. Bukan berarti memberantas anjing. Tapi anjingnya ditertibkan,” katanya.

Menurutnya kedisiplinan masyarakat memelihara anjing, menyulitkan tim vaksinasi. Idealnya anjing diikat atau dikandangkan, sehingga tidak bergaul dengan anjing liar. Dalam kondisi saat ini, tim vaksinasi dibuat kesulitan melakukan vaksinasi. Sebab masyarakat ogah mengikat maupun mengandangkan anjing.

Baca Juga:  Karena Tak Optimal, Dua Sumur Pompa Ditutup

Tim vaksinasi sebenarnya telah melakukan vaksinasi dengan sistem tembak pada anjing liar. Namun upaya itu tak mudah. Sebab anjing liar cenderung kabur saat melihat manusia.

“Kalau memang cinta anjing,kami minta pelihara anjingnya di rumah. Anjingnya itu divaksin, kemudian diikat atau dikandangkan biar nggak berkeliaran dan menggigit orang. Kalau tidak bisa bawa ke dokter hewan, nanti tim vaksinasi yang datang ke rumah,” tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus rabies di Buleleng terus muncul. Sepanjang tahun 2022, ada 12 kasus rabies yang dilaporkan muncul di Buleleng.

Dari 12 kasus itu, 4 kasus diantaranya muncul pada bulan November. Seluruh korban meninggal dunia, tak lama setelah menunjukkan gejala yang identik seperti rabies. Seperti takut air dan sulit menelan air, ketakutan terhadap angin, serta cahaya lampu. (eka prasetya/radar bali)

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru