alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Gubernur Koster Buka Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022

DENPASAR, radarbali.id- Pemerintah Provinsi Bali kembali menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022. Bulan Bahasa Bali merupakan salah satu program prioritas Pemprov Bali dalam upaya pelestarian, pengembangan, dan pemajuan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Hal ini membuktikan bahwa Pemprov Bali sangat peduli terhadap usaha penguatan dan pemajuan bahasa, aksara, sastra Bali.

“Meskipun kita masih dalam situasi gering agung Covid-19 seperti sekarang ini, usaha pelestarian dan pengembangan bahasa, aksara, sastra Bali tidak boleh berhenti. Karena tiga unsur inilah yang merupakan akar kebudayaan Bali. Hanya dengan bahasa, aksara, dan sastra Bali yang merupakan sari-sari pemikiran para leluhur dan lelangit Bali, kita mampu memahami inti kebudayaan Bali sesungguhnya,” ucap Gubernur Bali, Wayan Koster, Selasa, Anggara Pon, Menail (1/2).

Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022 mengusung tema “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”, Air Sumber Pengetahuan, bermakna Bulan Bahasa Bali sebagai representasi pengetahuan yang mengalir tiada henti memancarkan kebajikan, kesejahteraan, dan kemuliaan dunia. Acara ini merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala. Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali IV adalah untuk membumikan visi Pemprov Bali hingga ke seluruh desa adat di Bali.

Baca Juga:  Kuliah di Unud Itu Berat, Mahal! Kamu Nggak Akan Kuat, Ini Alasannya…

Agenda Bulan Bahasa Bali tahun ini dibagi menjadi 6 kegiatan pokok, yaitu Krialoka (workshop), Widya Tula (seminar), Wimbakara (lomba), Sesolahan (pagelaran), Reka Aksara (pameran), dan penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan membumikan tema “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”, Air Sumber Pengetahuan. Oleh sebab itu, selain sebagai usaha pelestarian dan pengembangan bahasa, aksara, sastra Bali, acara Bulan Bahasa Bali IV sekaligus sebagai media untuk mengetuk hati krama Bali agar senantiasa menjaga, menyucikan, dan memuliakan danau, mata air, sungai, dan laut sebagai sumber kehidupan.

“Semoga penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali ini memberikan manfaat bagi krama Bali. Apabila seluruh krama Bali, generasi muda bersemangat dan guyub melestarikan dan mengembangkan bahasa, aksara, sastra Bali sebagai warisan budaya, sudah tentu kita tidak perlu khawatir terhadap dampak dari dinamika perkembangan zaman saat ini, dengan segala permasalahan dan tantangannya. Astungkara, Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022 dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” tegas Gubernur Koster.

Baca Juga:  Kesadaran Bermasker di Badung Rendah, Warga Lokal dan Asing Sama Saja

 

“Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat menjadi pemicu semangat kita semua untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa, aksara, dan sastra Bali, guna menguatkan dan memajukan kebudayaan Bali. Dengan mengucapkan Om Awighnamastu Namo Siddham, acara Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022 saya nyatakan dibuka secara resmi,” ungkap orang nomor satu di Pulau Dewata itu. (arb/ken)



DENPASAR, radarbali.id- Pemerintah Provinsi Bali kembali menyelenggarakan Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022. Bulan Bahasa Bali merupakan salah satu program prioritas Pemprov Bali dalam upaya pelestarian, pengembangan, dan pemajuan bahasa, aksara, dan sastra Bali. Hal ini membuktikan bahwa Pemprov Bali sangat peduli terhadap usaha penguatan dan pemajuan bahasa, aksara, sastra Bali.

“Meskipun kita masih dalam situasi gering agung Covid-19 seperti sekarang ini, usaha pelestarian dan pengembangan bahasa, aksara, sastra Bali tidak boleh berhenti. Karena tiga unsur inilah yang merupakan akar kebudayaan Bali. Hanya dengan bahasa, aksara, dan sastra Bali yang merupakan sari-sari pemikiran para leluhur dan lelangit Bali, kita mampu memahami inti kebudayaan Bali sesungguhnya,” ucap Gubernur Bali, Wayan Koster, Selasa, Anggara Pon, Menail (1/2).

Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022 mengusung tema “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”, Air Sumber Pengetahuan, bermakna Bulan Bahasa Bali sebagai representasi pengetahuan yang mengalir tiada henti memancarkan kebajikan, kesejahteraan, dan kemuliaan dunia. Acara ini merupakan implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia sekala-niskala. Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali IV adalah untuk membumikan visi Pemprov Bali hingga ke seluruh desa adat di Bali.

Baca Juga:  Ketua MPR RI Bamsoet Ajak Kepala Daerah Lain Contoh Gubernur Koster

Agenda Bulan Bahasa Bali tahun ini dibagi menjadi 6 kegiatan pokok, yaitu Krialoka (workshop), Widya Tula (seminar), Wimbakara (lomba), Sesolahan (pagelaran), Reka Aksara (pameran), dan penganugerahan Bali Kerthi Nugraha Mahottama. Seluruh kegiatan tersebut bertujuan membumikan tema “Danu Kerthi: Gitaning Toya Ening”, Air Sumber Pengetahuan. Oleh sebab itu, selain sebagai usaha pelestarian dan pengembangan bahasa, aksara, sastra Bali, acara Bulan Bahasa Bali IV sekaligus sebagai media untuk mengetuk hati krama Bali agar senantiasa menjaga, menyucikan, dan memuliakan danau, mata air, sungai, dan laut sebagai sumber kehidupan.

“Semoga penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali ini memberikan manfaat bagi krama Bali. Apabila seluruh krama Bali, generasi muda bersemangat dan guyub melestarikan dan mengembangkan bahasa, aksara, sastra Bali sebagai warisan budaya, sudah tentu kita tidak perlu khawatir terhadap dampak dari dinamika perkembangan zaman saat ini, dengan segala permasalahan dan tantangannya. Astungkara, Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022 dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” tegas Gubernur Koster.

Baca Juga:  Dua Bulan Target Vaksin JE 95 Persen, Sekarang Baru 39,61 Persen

 

“Demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga dapat menjadi pemicu semangat kita semua untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa, aksara, dan sastra Bali, guna menguatkan dan memajukan kebudayaan Bali. Dengan mengucapkan Om Awighnamastu Namo Siddham, acara Bulan Bahasa Bali IV Tahun 2022 saya nyatakan dibuka secara resmi,” ungkap orang nomor satu di Pulau Dewata itu. (arb/ken)


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/