alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Ngereh 3 Februari Malam, Semua Bar di Legian Wajib Matikan Musik

BADUNG – Jika biasanya kita melewati jalur Legian akan diramaikan dengan suara dengungan musik, seperti di Jalan Dewi Sri dan lainnya, kali ini kita akan mendapatkan situasi berbeda.

 

Sebab, pada Kamis (3/2/2022) mendatang, pihak Desa Adat Legian akan menggelar upacara ngerehan Ida Betara. Seluruh tempat hiburan pun diminta hening dari pukul 20.00 – 02.00 WITA.

 

“Semua tempat musik yang menimbulkan suara, untuk di off (matikan) kan dulu seperti angkringan Jalan Dewi Sri dan lainnya. Semua hening saat itu,” ujar Puspa Negara selaku Ketua LPM Legian pada Senin (31/1/2022).

 

Pihaknya sudah bersurat kepada seluruh pengelola tempat hiburan malam. Klaimnya, tidak ada yang keberatan soal mematikan musik untuk puncak upacara nantinya.

 

Selain hening akan suara musik, ketika pelaksanakan Upacara Ngerehan nanti juga dilakukan pemadaman lampu dan juga penutupan jalan Legian, jalan Sriwijaya, jalan Patih Jelantik, sebagian jalan Majapahit (bagian Utara).

Baca Juga:  25 Kamar Kos di Denpasar Dilalap Api, Kerugian Miliaran Rupiah

 

“Nanti pengendara yang menuju ke Legian, ada jalan alternatif di jalan ke pantai dan juga jalan alternatif lainnya sudah disiapkan,” jelasnya.

 

Di sisi lain, lonjakan kasus positif Covid 19 di Bali membuat sejumlah pihak perlu mengantisipasi guna menekan akan kasus tersebut. Salah satunya akibat dari lonjakan kasus dari kegiatan beragama.

 

Dalam upacara ngerehan yang akan dilakukan oleh Desa Adat Legian, Kabupaten Badung, Bali pada Kamis (3/2/2022) mendatang, pihak dari pemerintah melalui Lurah Legian pun melakukan antisipasi dengan melakukan cek kesehatan.

 

“Selain mempersiapkan Linmas yang akan bekerjasama dengan pihak pecalang nanti, kami juga menyediakan pelayanan kesehatan dengan pengecekan tensi terhadap prajuru dan pengayah yang terlibat nanti,” ujarnya.

Baca Juga:  Utang Proyek Rp 700 M, Bupati Giri Janjikan Bedah 2.000 Rumah se-Bali

 

Diketahui, Upacara ngerehan ini pun akan melibatkan 694 KK dari lima ribuan warga yang ada di Desa Adat Legian.

 

Untuk itulah, sebelum digelarnya upacara nanti, pihak pemerintah melakukan antisipasi dengan memberikan suntikan vitamin dan juga cek kesehatan secara gratis kepada warga yang akan terlibat nanti.

 

“Prosesi pengerehan ini merupakan ritual suci untuk menghidupkan Taksu dari tapakan di Desa Adat Legian. Untuk itu perlu kita jaga dan juga melakukan segenap usaha antipasi mengingat kita masih dalam situasi pandemi,” ungkapnya.

 

Selain cek kesehatan, pihak Lurah juga sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan yang berkaitan dengan arus lalu lintas termasuk pemadaman lampu yang akan dilakukan saat upacara digelar pada pukul 20.00-02.00.



BADUNG – Jika biasanya kita melewati jalur Legian akan diramaikan dengan suara dengungan musik, seperti di Jalan Dewi Sri dan lainnya, kali ini kita akan mendapatkan situasi berbeda.

 

Sebab, pada Kamis (3/2/2022) mendatang, pihak Desa Adat Legian akan menggelar upacara ngerehan Ida Betara. Seluruh tempat hiburan pun diminta hening dari pukul 20.00 – 02.00 WITA.

 

“Semua tempat musik yang menimbulkan suara, untuk di off (matikan) kan dulu seperti angkringan Jalan Dewi Sri dan lainnya. Semua hening saat itu,” ujar Puspa Negara selaku Ketua LPM Legian pada Senin (31/1/2022).

 

Pihaknya sudah bersurat kepada seluruh pengelola tempat hiburan malam. Klaimnya, tidak ada yang keberatan soal mematikan musik untuk puncak upacara nantinya.

 

Selain hening akan suara musik, ketika pelaksanakan Upacara Ngerehan nanti juga dilakukan pemadaman lampu dan juga penutupan jalan Legian, jalan Sriwijaya, jalan Patih Jelantik, sebagian jalan Majapahit (bagian Utara).

Baca Juga:  Disiplinkan Warga saat PPKM Darurat, Koster Kembali Gerakkan Desa Adat

 

“Nanti pengendara yang menuju ke Legian, ada jalan alternatif di jalan ke pantai dan juga jalan alternatif lainnya sudah disiapkan,” jelasnya.

 

Di sisi lain, lonjakan kasus positif Covid 19 di Bali membuat sejumlah pihak perlu mengantisipasi guna menekan akan kasus tersebut. Salah satunya akibat dari lonjakan kasus dari kegiatan beragama.

 

Dalam upacara ngerehan yang akan dilakukan oleh Desa Adat Legian, Kabupaten Badung, Bali pada Kamis (3/2/2022) mendatang, pihak dari pemerintah melalui Lurah Legian pun melakukan antisipasi dengan melakukan cek kesehatan.

 

“Selain mempersiapkan Linmas yang akan bekerjasama dengan pihak pecalang nanti, kami juga menyediakan pelayanan kesehatan dengan pengecekan tensi terhadap prajuru dan pengayah yang terlibat nanti,” ujarnya.

Baca Juga:  Telepon Minta Diantar ke Tukang Pijat, Satpam di Kuta Ditemukan Tewas

 

Diketahui, Upacara ngerehan ini pun akan melibatkan 694 KK dari lima ribuan warga yang ada di Desa Adat Legian.

 

Untuk itulah, sebelum digelarnya upacara nanti, pihak pemerintah melakukan antisipasi dengan memberikan suntikan vitamin dan juga cek kesehatan secara gratis kepada warga yang akan terlibat nanti.

 

“Prosesi pengerehan ini merupakan ritual suci untuk menghidupkan Taksu dari tapakan di Desa Adat Legian. Untuk itu perlu kita jaga dan juga melakukan segenap usaha antipasi mengingat kita masih dalam situasi pandemi,” ungkapnya.

 

Selain cek kesehatan, pihak Lurah juga sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan yang berkaitan dengan arus lalu lintas termasuk pemadaman lampu yang akan dilakukan saat upacara digelar pada pukul 20.00-02.00.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/