alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Berangkat Akhir April, Vaksinasi Pekerja Migran Asal Bali Dipersingkat

DENPASAR – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang akan berangkat pada akhir April ini, selain dikebut untuk divaksinasi juga dipercepat proses vaksinasi dari tahap pertama dan kedua.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi PMI asal Bali, yang dilaksanakan di Taman Jepun, Denpasar Timur, kemarin.

Sebagaimana diketahui, sesuai ketentuan secara nasional, vaksinasi tahap pertama ke tahap kedua dilakukan setelah 28 hari.

Namun, Dewa Indra memberlakukan hal berbeda untuk para PMI. Ia mengatakan, khusus bagi PMI yang akan berangkat pada akhir bulan April atau awal bulan Mei diperkenankan melakukan vaksinasi setelah hari ke empat belas.

“Pemerintah akan fasilitasi dan upayakan bagi Pekerja Migran Indonesia yang akan berangkat pada akhir bulan April ini untuk mendapat prioritas kelanjutan vaksinasi tahap kedua,

Baca Juga:  Tukang Jahit di Bali Tewas usai Divaksin, Warga Dusun Heboh

jangan sampai lantaran menunggu 28 hari setelah vaksinasi pertama, pekerja migran Indonesia ini batal berangkat karena

harus menunggu jadwal (berhasil vaksin dua tahap namun ketinggalan pesawat sehingga batal bekerja),” ujar Dewa Indra.

“Jadi, sebaiknya lengkapi vaksinasi dua tahap dan berangkat sebagai pekerja migran dengan keamanan vaksinasi yang lengkap dalam tubuh,” lanjutnya.

Sejak melakukan peninjauan vaksinasi di hari pertama dan kedua, Sekda Dewa Indra memiliki beberapa catatan yang harus diperbaiki.

Yakni pemanggilan calon penerima vaksin harus di lengkapi dan diperjelas dengan pembagian waktu yang berjeda agar tidak terjadi penumpukan dan mereka

menunggu dalam waktu yang tidak terlalu lama (pada hari ini calon penerima vaksin sudah mulai bergelombang dan penumpukan tidak terjadi).

Bagi mereka yang berangkat akhir bulan April, sudah dikoordinasikan dengan Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali serta Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Cabang Bali I Dewa Putu Susila

Baca Juga:  AWAS!Bali Terkena Dampak Siklon Riley, Kecepatan Angin 70 - 130 Km/Jam

agar diberikan prioritas untuk melanjutkan vaksin tahap kedua pada 14 hari setelah vaksin pertama, karena ditakutkan mereka tidak bisa berangkat

akibat ketinggalan jadwal penerbangan, pendataan semeton pekerja migran Indonesia harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

Untuk memastikan para PMI yang pulang ke Bali tahun lalu mencapai belasan ribu orang, Sekda Dewa Indra meminta kepada Disnaker Provinsi Bali dan KPI Cabang Bali untuk memastikan

semua PMI tahu bahwa disediakan dan disiapkan tempat vaksinasi di Denpasar melalui link pendaftaran yang juga sudah tersedia.

Sehingga semua pihak harus menggali informasi, melakukan ricek dan menyebarkan informasi dari mulut ke mulut agar

mereka (PMI) yang akan berangkat dapat dipastikan sudah melakukan dan mendapatkan layanan vaksinasi lengkap. 


DENPASAR – Para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Bali yang akan berangkat pada akhir April ini, selain dikebut untuk divaksinasi juga dipercepat proses vaksinasi dari tahap pertama dan kedua.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi PMI asal Bali, yang dilaksanakan di Taman Jepun, Denpasar Timur, kemarin.

Sebagaimana diketahui, sesuai ketentuan secara nasional, vaksinasi tahap pertama ke tahap kedua dilakukan setelah 28 hari.

Namun, Dewa Indra memberlakukan hal berbeda untuk para PMI. Ia mengatakan, khusus bagi PMI yang akan berangkat pada akhir bulan April atau awal bulan Mei diperkenankan melakukan vaksinasi setelah hari ke empat belas.

“Pemerintah akan fasilitasi dan upayakan bagi Pekerja Migran Indonesia yang akan berangkat pada akhir bulan April ini untuk mendapat prioritas kelanjutan vaksinasi tahap kedua,

Baca Juga:  Ratusan Personel Pol PP dan Dishub Badung Turun Amankan Nyepi

jangan sampai lantaran menunggu 28 hari setelah vaksinasi pertama, pekerja migran Indonesia ini batal berangkat karena

harus menunggu jadwal (berhasil vaksin dua tahap namun ketinggalan pesawat sehingga batal bekerja),” ujar Dewa Indra.

“Jadi, sebaiknya lengkapi vaksinasi dua tahap dan berangkat sebagai pekerja migran dengan keamanan vaksinasi yang lengkap dalam tubuh,” lanjutnya.

Sejak melakukan peninjauan vaksinasi di hari pertama dan kedua, Sekda Dewa Indra memiliki beberapa catatan yang harus diperbaiki.

Yakni pemanggilan calon penerima vaksin harus di lengkapi dan diperjelas dengan pembagian waktu yang berjeda agar tidak terjadi penumpukan dan mereka

menunggu dalam waktu yang tidak terlalu lama (pada hari ini calon penerima vaksin sudah mulai bergelombang dan penumpukan tidak terjadi).

Bagi mereka yang berangkat akhir bulan April, sudah dikoordinasikan dengan Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali serta Ketua Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI) Cabang Bali I Dewa Putu Susila

Baca Juga:  Angka Positif Covid 19 di Bali Merosot, Tanda Fase Penurunan?

agar diberikan prioritas untuk melanjutkan vaksin tahap kedua pada 14 hari setelah vaksin pertama, karena ditakutkan mereka tidak bisa berangkat

akibat ketinggalan jadwal penerbangan, pendataan semeton pekerja migran Indonesia harus dilakukan dengan cepat dan tepat.

Untuk memastikan para PMI yang pulang ke Bali tahun lalu mencapai belasan ribu orang, Sekda Dewa Indra meminta kepada Disnaker Provinsi Bali dan KPI Cabang Bali untuk memastikan

semua PMI tahu bahwa disediakan dan disiapkan tempat vaksinasi di Denpasar melalui link pendaftaran yang juga sudah tersedia.

Sehingga semua pihak harus menggali informasi, melakukan ricek dan menyebarkan informasi dari mulut ke mulut agar

mereka (PMI) yang akan berangkat dapat dipastikan sudah melakukan dan mendapatkan layanan vaksinasi lengkap. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/