alexametrics
26.5 C
Denpasar
Tuesday, August 16, 2022

Ditolak Warga, Satu Keluarga di Badung Dikarantina di Rumah Singgah

MANGUPURA – Pandemi corona virus disease (Covid-19) sangat mengkhawatirkan masyarakat. Apalagi sampai saat ini obat maupun vaksin Covid-19 belum ditemukan.

Tak heran, kian hari terus saja ada penambahan kasus positif maupun yang sembuh. Yang mengejutkan,

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Badung terpaksa mengarantina satu keluarga di rumah singgah Kamis (30/4) kemarin.

Koordinator Satuan Tugas Operasi dalam Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid -19 Badung dr. I Nyoman Gunarta mengakui  di Badung ada sejumlah dinamika lapangan.

Pihaknya terpaksa mengarantina satu keluarga yakni seorang ibu dengan dua anak kecil. Mereka datang dari latarbelakang keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) yang hasil swab-nya positif.

Walaupun keluarga yang bersangkutan hasil rapid test menunjukkan negative, namun karena ada penolakan warga sekitar di Kecamatan Mengwi, keluarga tersebut ditempatkan di rumah singgah.

Baca Juga:  Transmisi Lokal Melejit, 7 Warga Denpasar Positif Covid-19

“Sementara kami tempatkan satu keluarga tersebut di rumah singgah di Aston,” jelas dr. Nyoman Gunarta, kemarin.

Selain itu, terjadi juga penolakan terhadap warga ber KTP – Badung yang menimpa seorang PMI yang sudah selesai menjalani masa karantina  dengan hasil swab negatif.

Jalan terakhir, PMI tersebut Kembali ditempatkan di rumah singgah di Aston. “Dengan  demikian,  total kapasitas kamar yang masih tersedia sebanyak 64 kamar oleh karena rumah singgah

di Aston sudah terisi 3 kamar mengingat dari 4 orang di Aston 1 orang masih bayi sehingga masih sekamar dengan ibunya, ” Kadis Kesehatan Badung ini. 



MANGUPURA – Pandemi corona virus disease (Covid-19) sangat mengkhawatirkan masyarakat. Apalagi sampai saat ini obat maupun vaksin Covid-19 belum ditemukan.

Tak heran, kian hari terus saja ada penambahan kasus positif maupun yang sembuh. Yang mengejutkan,

Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Badung terpaksa mengarantina satu keluarga di rumah singgah Kamis (30/4) kemarin.

Koordinator Satuan Tugas Operasi dalam Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid -19 Badung dr. I Nyoman Gunarta mengakui  di Badung ada sejumlah dinamika lapangan.

Pihaknya terpaksa mengarantina satu keluarga yakni seorang ibu dengan dua anak kecil. Mereka datang dari latarbelakang keluarga pekerja migran Indonesia (PMI) yang hasil swab-nya positif.

Walaupun keluarga yang bersangkutan hasil rapid test menunjukkan negative, namun karena ada penolakan warga sekitar di Kecamatan Mengwi, keluarga tersebut ditempatkan di rumah singgah.

Baca Juga:  Bali Berhasil Ekspor Buah Manggis dan Kulit Ular

“Sementara kami tempatkan satu keluarga tersebut di rumah singgah di Aston,” jelas dr. Nyoman Gunarta, kemarin.

Selain itu, terjadi juga penolakan terhadap warga ber KTP – Badung yang menimpa seorang PMI yang sudah selesai menjalani masa karantina  dengan hasil swab negatif.

Jalan terakhir, PMI tersebut Kembali ditempatkan di rumah singgah di Aston. “Dengan  demikian,  total kapasitas kamar yang masih tersedia sebanyak 64 kamar oleh karena rumah singgah

di Aston sudah terisi 3 kamar mengingat dari 4 orang di Aston 1 orang masih bayi sehingga masih sekamar dengan ibunya, ” Kadis Kesehatan Badung ini. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/