alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Gus Nuril: Yang Nuding Cebong dan Kampret Itu Pengkhianat Pancasila

DENPASAR – Dalam rangka menyambut hari Lahirnya Pancasila pada 1 Juni 2021, Kyai Haji Nuril Arifin Husein atau yang akrab disapa Gus Nuril menggelar dialog kebangsaan di Denpasar, Senin (31/5/2021) malam. Dialog itu dihadiri oleh puluhan anggota Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Banser di Denpasar. 

 

Dalam dialog itu, Gus Nuril membahas tentang persatuan dan kesatuan sebagai warga negara. kata dia, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harusnya dipegang teguh oleh semua elemen bangsa. 

 

Tak pelak, Gus Nuril juga menyinggung soal sebutan cebong dan kampret. Kedua istilah itu telah muncul sejak Pilkada Jakarta hingga pemilihan presiden. Menurut dia, sekarang ini banyak warga negara yang mengaku Pancasilais. Namun tidak diterapkan dalam kehidupan bersama..

Baca Juga:  CATAT, PHDI Bali Sebut Nyepi Internet Pas Nyepi Sebatas Imbauan

 

“Bilangnya saya Pancasila, saya Indonesia. Tapi masih suka menuduh saudaranya kadrun, kampret dan cebong. Kalau seperti itu terus, artinya kamu masih pengkianat Pancasila,” tegas salah satu ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) ini. 

 

Menurut dia saat ini, tidak sedikit masyarakat yang masih terbawa situasi pilpres dan Pilkada DKI Jakarta. Sehingga hal itu berpotensi memecah belah kerukunan antara anak bangsa. “Ini tidak boleh dianggap enteng. Logikanya Pilpres ini sudah selesai, Pak Jokowi sudah jadi presiden, Pak Prabowo jadi menterinya, selesai,” imbuhnya. 

 

Gus Nuril pun mengajak agar bangsa Indonesia bersatu padu menjaga ketentraman dan keutuhan bangsa. Jangan ada lagi perpecahan antar golongan, agama hingga ras.

Baca Juga:  Jaga Empat Pilar Kebangsaan Wujudkan Masyarakat Adil Makmur

DENPASAR – Dalam rangka menyambut hari Lahirnya Pancasila pada 1 Juni 2021, Kyai Haji Nuril Arifin Husein atau yang akrab disapa Gus Nuril menggelar dialog kebangsaan di Denpasar, Senin (31/5/2021) malam. Dialog itu dihadiri oleh puluhan anggota Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Banser di Denpasar. 

 

Dalam dialog itu, Gus Nuril membahas tentang persatuan dan kesatuan sebagai warga negara. kata dia, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila harusnya dipegang teguh oleh semua elemen bangsa. 

 

Tak pelak, Gus Nuril juga menyinggung soal sebutan cebong dan kampret. Kedua istilah itu telah muncul sejak Pilkada Jakarta hingga pemilihan presiden. Menurut dia, sekarang ini banyak warga negara yang mengaku Pancasilais. Namun tidak diterapkan dalam kehidupan bersama..

Baca Juga:  Pemkot Akui akan Gusur Pedagang Terminal, DPRD Denpasar Belum Bersikap

 

“Bilangnya saya Pancasila, saya Indonesia. Tapi masih suka menuduh saudaranya kadrun, kampret dan cebong. Kalau seperti itu terus, artinya kamu masih pengkianat Pancasila,” tegas salah satu ulama dari Nahdlatul Ulama (NU) ini. 

 

Menurut dia saat ini, tidak sedikit masyarakat yang masih terbawa situasi pilpres dan Pilkada DKI Jakarta. Sehingga hal itu berpotensi memecah belah kerukunan antara anak bangsa. “Ini tidak boleh dianggap enteng. Logikanya Pilpres ini sudah selesai, Pak Jokowi sudah jadi presiden, Pak Prabowo jadi menterinya, selesai,” imbuhnya. 

 

Gus Nuril pun mengajak agar bangsa Indonesia bersatu padu menjaga ketentraman dan keutuhan bangsa. Jangan ada lagi perpecahan antar golongan, agama hingga ras.

Baca Juga:  Disidak, Satpol PP Temukan Empat Toko Tiongkok Tak Berizin

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/