alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Kata Pak Gub, Imigrasi Bandara Tak Ramah dengan Lansia

RadarBali.com – Layanan keimigrasian di Bandara Ngurah Rai kembali mendapat sorotan. Kali ini adalah ketersediaan fasilitas khusus penumpang dan wisatawan lanjut usia atau lansia.

Keluhan para lansia atas fasilitas imigrasi itu diungkapkan langsung Gubernur Pastika. Dikatakan Pastika, dirinya menerima komplain langsung dari penumpang yang usianya di atas 60 tahun.

Meski jumlah lansia tidak banyak, namun keluhan yang disampaikan kepada Pastika cukup sering. Wisatawan atau penumpang lansia tidak lagi kuat berdiri lama ikut antre pemeriksaan imigrasi.

“Karena faktor umur, mereka sudah tak kuat kalau harus berdiri lama. Kalau mereka  sampai duduk lesehan, kan tidak enak dilihat,” ujar Pastika saat menerima Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali, Mariyoto Sumadi, kemarin (31/8).

Baca Juga:  Libur Imlek, Wisman Tiongkok ke Bali Turun 7 Persen

Pastika mengusulkan adanya jalur khusus bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun. Menurut Pastika, jika keluhan wisatawan lansia tidak direspon, akan mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Pastika yakin dunia internasional akan memberi apresiasi bila usulnya itu terealisasi. Terlebih layanan khusus lansia di sejumlah negara maju sudah diterapkan.

“Itu sebuah inovasi yang sangat bagus. Citra positif Bali sebagai daerah pariwisata pun akan ikut terangkat,” tukas gubernur kelahiran Buleleng itu.

Pastika juga meminta mutu pelayanan keimigrasian di bandara ditingkatkan. Sebab, layanan keimigrasian di Bandara memberi kesan pertama bagi wisatawan.

Begitu turun dari pesawat, mereka akan langsung berhadapan dengan layanan imigrasi. “Jadi baik buruknya kesan pertama mereka terhadap Bali sangat tergantung pada layanan yang diberikan petugas kita di sana,” imbuhnya.

Baca Juga:  Selundupkan 10 Butir Peluru, Gagal Lewati X-Ray, Bule Meksiko Diciduk


RadarBali.com – Layanan keimigrasian di Bandara Ngurah Rai kembali mendapat sorotan. Kali ini adalah ketersediaan fasilitas khusus penumpang dan wisatawan lanjut usia atau lansia.

Keluhan para lansia atas fasilitas imigrasi itu diungkapkan langsung Gubernur Pastika. Dikatakan Pastika, dirinya menerima komplain langsung dari penumpang yang usianya di atas 60 tahun.

Meski jumlah lansia tidak banyak, namun keluhan yang disampaikan kepada Pastika cukup sering. Wisatawan atau penumpang lansia tidak lagi kuat berdiri lama ikut antre pemeriksaan imigrasi.

“Karena faktor umur, mereka sudah tak kuat kalau harus berdiri lama. Kalau mereka  sampai duduk lesehan, kan tidak enak dilihat,” ujar Pastika saat menerima Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bali, Mariyoto Sumadi, kemarin (31/8).

Baca Juga:  Enam Objek Wisata Dipasang GeNose C19, Sudah Beroperasi di Uluwatu

Pastika mengusulkan adanya jalur khusus bagi mereka yang berusia di atas 60 tahun. Menurut Pastika, jika keluhan wisatawan lansia tidak direspon, akan mempengaruhi citra pariwisata Bali.

Pastika yakin dunia internasional akan memberi apresiasi bila usulnya itu terealisasi. Terlebih layanan khusus lansia di sejumlah negara maju sudah diterapkan.

“Itu sebuah inovasi yang sangat bagus. Citra positif Bali sebagai daerah pariwisata pun akan ikut terangkat,” tukas gubernur kelahiran Buleleng itu.

Pastika juga meminta mutu pelayanan keimigrasian di bandara ditingkatkan. Sebab, layanan keimigrasian di Bandara memberi kesan pertama bagi wisatawan.

Begitu turun dari pesawat, mereka akan langsung berhadapan dengan layanan imigrasi. “Jadi baik buruknya kesan pertama mereka terhadap Bali sangat tergantung pada layanan yang diberikan petugas kita di sana,” imbuhnya.

Baca Juga:  HORE! Setelah Semprot Eksekutif, DPRD Badung Kecipratan Hibah APBD

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/