alexametrics
28.7 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Sekali Selamat saat Spearfishing, Kali Ini Nicholas Ditemukan Tewas

RadarBali.com – Nicholas Reg, 32 warga Indonesia yang beralamat di Sanur, Denpasar, yang dikabarkan tenggelam saat melakukan spearfishing atau menembak ikan di perairan Pantai Batu Bolong, Nusa Penida, Rabu (30/8) akhirnya ditemukan Kamis (31/8) kemarin siang.

Namun, korban ditemukan tak bernyawa di kedalaman 50 meter dari permukaan pada koordinat 08 46,421 S – 115 29,126 E.

Pencarian korban kemarin dilakukan setelah upaya Rabu lalu gagal menemukan korban. Evakuasi korban melibatkan Tim Rescue Basarnas Kantor SAR Denpasar.

 “Tiga unit speed boat dikerahkan untuk mencari korban,” ujar Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada kepada Jawa Pos Radar Bali.

Upaya pencarian difokuskan di sekitar area ditemukan pelampung korban dan seputar perairan Pantai Batu Bolong.

Baca Juga:  Radius Bahaya Diturunkan, PVMBG: Aktivitas Gunung Agung Mengecil

Tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran di permukaan air laut. “Akhirnya pada pukul 10.30, tim penyelam berhasil menemukan korban, tapi sudah meninggal,” ujar Putu Widiada.

Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke atas boat dan selanjutnya dibawa menuju Pantai Semawang, Sanur.

“Setiba di darat, oleh keluarga jenazah korban dibawa ke RS Sanglah,” bebernya. Berdasar informasi yang berhasil didapat dari media sosial milik korban, hilangnya korban di perairan tersebut bukan kali pertama.

Yang menarik, pada tahun 1998, korban dan dua saudaranya pernah tenggelam terseret arus. Bahkan pada saat itu korban dan kedua saudaranya dinyatakan meninggal dua karena tidak berhasil ditemukan.

Namun, setelah dua hari terombang-ambing di laut, akhirnya mereka bertiga berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Baca Juga:  Pelajar SMA di Nusa Penida Curi Belasan Aki untuk Biaya Hidup


RadarBali.com – Nicholas Reg, 32 warga Indonesia yang beralamat di Sanur, Denpasar, yang dikabarkan tenggelam saat melakukan spearfishing atau menembak ikan di perairan Pantai Batu Bolong, Nusa Penida, Rabu (30/8) akhirnya ditemukan Kamis (31/8) kemarin siang.

Namun, korban ditemukan tak bernyawa di kedalaman 50 meter dari permukaan pada koordinat 08 46,421 S – 115 29,126 E.

Pencarian korban kemarin dilakukan setelah upaya Rabu lalu gagal menemukan korban. Evakuasi korban melibatkan Tim Rescue Basarnas Kantor SAR Denpasar.

 “Tiga unit speed boat dikerahkan untuk mencari korban,” ujar Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada kepada Jawa Pos Radar Bali.

Upaya pencarian difokuskan di sekitar area ditemukan pelampung korban dan seputar perairan Pantai Batu Bolong.

Baca Juga:  Rawan Tumbang, Pemkot Anggarkan Dana Asuransi Rp 100 Juta Untuk Pohon

Tim SAR gabungan juga melakukan penyisiran di permukaan air laut. “Akhirnya pada pukul 10.30, tim penyelam berhasil menemukan korban, tapi sudah meninggal,” ujar Putu Widiada.

Setelah ditemukan, jenazah korban dievakuasi ke atas boat dan selanjutnya dibawa menuju Pantai Semawang, Sanur.

“Setiba di darat, oleh keluarga jenazah korban dibawa ke RS Sanglah,” bebernya. Berdasar informasi yang berhasil didapat dari media sosial milik korban, hilangnya korban di perairan tersebut bukan kali pertama.

Yang menarik, pada tahun 1998, korban dan dua saudaranya pernah tenggelam terseret arus. Bahkan pada saat itu korban dan kedua saudaranya dinyatakan meninggal dua karena tidak berhasil ditemukan.

Namun, setelah dua hari terombang-ambing di laut, akhirnya mereka bertiga berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.

Baca Juga:  PKM Lebih Ketat, Walikota Rai Mantra: Ada Sanksi Bagi yang Melanggar

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/