alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Akibat Bentrok AMP Vs PGN, Belasan Mahasiswa Papua Luka-Luka

Bentrokan antara anggota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Patriot Garuda Nusantara (PGN)) mengakibatkan belasan mahasiswa Papua luka-luka.

I WAYAN WIDYANTARA, Denpasar

 

RENCANA demonstrasi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Bali sudah sudah tersebar di kalangan wartawan Selasa (30/11). Menurut surat undangan yang tersebar dari AMP itu bernomor 03/AMP-KK-BALI/III/2021.

 

Dalam undangan itu, disebutkan waktu aksi Pukul 10.00 Wita. Entah bagaimana ceritanya, ternyata massa aksi sudah bergerak dari Parkir Timur Lapangan Renon mulai sekitar Pukul 09.00 Wita menuju Kantor Konsulat Amerika Serikat di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.

 

Menurut Ketua AMP Bali, Yesaya Gobay, ketika sampai di Jalan Raya Puputan, persisnya depan Restoran Casa Bunga, mereka dihadang puluhan anggota ormas PGN.

Baca Juga:  Telepon Sang Kakak Sebelum Alami Kecelakaan saat Kawal Jenderal Dudung

 

“Dalam perjalanan aksi tadi, pas di pertengahan jalan menuju titik aksi, kami dihadang oleh pihak ormas PGN (Patriot Garuda Nusantara),” ungkapnya saat dikonfirmasi radarbali.id usai bentrok.

 

Pertemuan kedua kelompok massa itu akhirnya memicu cekcok. Dari cekcok itu, mereka pun akhirnya saling pukul dan tendang.

 

Yesaya menyebut, keributan terjadi karena spanduk dan sejumlah peserta aksi dipukuli oleh anggota ormas PGN. Massa aksi juga naik pitam karena kaca mobil komando aksi pecah dan sound system juga mengalami kerusakan.

 

Menurut Yesaya, setidaknya, dari pihak AMP ada sebanyak 12 orang yang mengalami luka-luka dan bengkak pada bagian kepala dan dada.

Baca Juga:  Cattamaran Beach Club Bikin Sulit “Move On”

 

“Kami sekarang sedang proses pendataan (korban). Kalau ada yang luka berat akan kami bawa ke rumah sakit,” terangnya.

 

Dia mengatakan, meski sempat terjadi bentrok, tidak ada anggotanya yang ditangkap aparat kepolisian.

 

Gak ada ditangkap,” terang dia.

- Advertisement -

- Advertisement -

Bentrokan antara anggota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Patriot Garuda Nusantara (PGN)) mengakibatkan belasan mahasiswa Papua luka-luka.

I WAYAN WIDYANTARA, Denpasar

 


RENCANA demonstrasi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Bali sudah sudah tersebar di kalangan wartawan Selasa (30/11). Menurut surat undangan yang tersebar dari AMP itu bernomor 03/AMP-KK-BALI/III/2021.

 

Dalam undangan itu, disebutkan waktu aksi Pukul 10.00 Wita. Entah bagaimana ceritanya, ternyata massa aksi sudah bergerak dari Parkir Timur Lapangan Renon mulai sekitar Pukul 09.00 Wita menuju Kantor Konsulat Amerika Serikat di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar.

 

Menurut Ketua AMP Bali, Yesaya Gobay, ketika sampai di Jalan Raya Puputan, persisnya depan Restoran Casa Bunga, mereka dihadang puluhan anggota ormas PGN.

Baca Juga:  Pencurian Pratima Kumat, Dua Pura di Abiansemal Disatroni Maling

 

“Dalam perjalanan aksi tadi, pas di pertengahan jalan menuju titik aksi, kami dihadang oleh pihak ormas PGN (Patriot Garuda Nusantara),” ungkapnya saat dikonfirmasi radarbali.id usai bentrok.

 

Pertemuan kedua kelompok massa itu akhirnya memicu cekcok. Dari cekcok itu, mereka pun akhirnya saling pukul dan tendang.

 

Yesaya menyebut, keributan terjadi karena spanduk dan sejumlah peserta aksi dipukuli oleh anggota ormas PGN. Massa aksi juga naik pitam karena kaca mobil komando aksi pecah dan sound system juga mengalami kerusakan.

 

Menurut Yesaya, setidaknya, dari pihak AMP ada sebanyak 12 orang yang mengalami luka-luka dan bengkak pada bagian kepala dan dada.

Baca Juga:  Telepon Sang Kakak Sebelum Alami Kecelakaan saat Kawal Jenderal Dudung

 

“Kami sekarang sedang proses pendataan (korban). Kalau ada yang luka berat akan kami bawa ke rumah sakit,” terangnya.

 

Dia mengatakan, meski sempat terjadi bentrok, tidak ada anggotanya yang ditangkap aparat kepolisian.

 

Gak ada ditangkap,” terang dia.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/