alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Bentrok Vs Mahasiswa Papua, Ketua PGN Bali: Dari Kami Banyak Berdarah

DENPASAR – Bentrokan antara pihak Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Patriot Garuda Nusantara (PGN) dalam aksi demonstrasi dalam rangka memperingati 60 tahun Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat di Renon Denpasar pada Rabu (1/12/2021) berujung bentrok. Tidak hanya itu, kedua pihak juga saling menyalahkan.

Ketua PGN Bali, Pariyadi atau akrab dipanggil Gus Yadi menyatakan bahwa ketika didorong mundur oleh aparat justru mereka (AMP) melempari batu dan memukul dengan bambu dan busur yang sudah disediakan di dalam mobil komandonya.

 

“Dan akhirnya kita lakukan perlawanan. Karena PGN dengan tangan kosong, akhirnya 70 persen rekan-rekan PGN terluka kena lemparan batu dan pukulan bambu,” ujarnya.

Baca Juga:  Peringati Perjanjian New York, AMP Papua Serukan 10 Poin Tuntutan

 

Gus Yadi sendiri mengaku mengalami luka pada tulang kaki dan punggung keseleo dan luka dalam.

“Dari kami banyak yang berdarah, luka, bengkak dan termasuk saya dianiaya bambu, kayu dan batu. Pihak kepolisian harus tegas memanggil,” ujarnya.

- Advertisement -

Di sisi lain, pihak AMP Bali sebelumnya melalui ketuanya Yesaya Gobay mengatakan bentrok karena spanduk aksi dirampas dan sejumlah peserta aksi dari pihak mereka dipukuli.

Yesaya juga menyebut akibat bentrokan itu ada 12 anggotanya yang luka-luka dan bengkak pada bagian kepala dan dada.

“Kami sekarang sedang proses pendataan (korban). Kalau ada yang luka berat akan kami bawa ke rumah sakit,” terang Yesaya.

- Advertisement -

DENPASAR – Bentrokan antara pihak Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Patriot Garuda Nusantara (PGN) dalam aksi demonstrasi dalam rangka memperingati 60 tahun Deklarasi Kemerdekaan Papua Barat di Renon Denpasar pada Rabu (1/12/2021) berujung bentrok. Tidak hanya itu, kedua pihak juga saling menyalahkan.

Ketua PGN Bali, Pariyadi atau akrab dipanggil Gus Yadi menyatakan bahwa ketika didorong mundur oleh aparat justru mereka (AMP) melempari batu dan memukul dengan bambu dan busur yang sudah disediakan di dalam mobil komandonya.

 

“Dan akhirnya kita lakukan perlawanan. Karena PGN dengan tangan kosong, akhirnya 70 persen rekan-rekan PGN terluka kena lemparan batu dan pukulan bambu,” ujarnya.

Baca Juga:  PGN Bali Tuding AMP Tak Konsisten, Izin Pukul 10.00, Tapi Aksi 06.00

 

Gus Yadi sendiri mengaku mengalami luka pada tulang kaki dan punggung keseleo dan luka dalam.

“Dari kami banyak yang berdarah, luka, bengkak dan termasuk saya dianiaya bambu, kayu dan batu. Pihak kepolisian harus tegas memanggil,” ujarnya.

Di sisi lain, pihak AMP Bali sebelumnya melalui ketuanya Yesaya Gobay mengatakan bentrok karena spanduk aksi dirampas dan sejumlah peserta aksi dari pihak mereka dipukuli.

Yesaya juga menyebut akibat bentrokan itu ada 12 anggotanya yang luka-luka dan bengkak pada bagian kepala dan dada.

“Kami sekarang sedang proses pendataan (korban). Kalau ada yang luka berat akan kami bawa ke rumah sakit,” terang Yesaya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/